AYOJAKARTA.COM -- Tugas utama sistem pendingin mobil mungkin terdengar biasa, yaitu menjaga temperatur mesin mobil. Meski terdengar sederhana, membuat mesin tidak mudah panas dan overheat tidak sesederhana kedengarannya. Overheat pada mesin mobil dapat menyebabkan masalah serius pada mobil. Bila sudah terlanjur terjadi, segera kunjungi website Otoklix di www.otoklix.com, untuk menemukan bengkel yang terdekat dengan lokasi Anda.
Karena kemungkinan besar mobil sudah mogok di jalan. Atau, masalah lain yang bisa timbul adalah kepala silinder pada mesin menjadi melengkung, dan bahkan mampu menyebabkan turun mesin.
Komponen Pada Sistem Pendingin Mobil
Pada sistem pendingin mobil atau cooling system terdapat sembilan komponen penting dengan fungsi masing-masing. Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Terjebak Gempa di dalam Mobil? Simak Antisipasi Awal yang Sebaiknya Dilakukan
1. Radiator
Komponen sistem pendingin ini berbentuk lempengan besi yang mampu mendinginkan air yang sebelumnya telah membawa panas dari mesin.
Cara kerja radiator adalah dengan memanfaatkan aliran udara yang melewati sirip-sirip radiator. Pada awalnya, air dengan suhu panas disalurkan ke radiator core. Kemudian, udara panas disalurkan ke sirip radiator. Terakhir, ketika ada udara yang lewat melalui sirip radiator maka panas akan dilepas ke aliran udara tersebut.
Promo Irit Otoklix Flagship!
Saat ini Otoklix tengah mengadakan promo PROMOIRIT. Nah, kalau mau melakukan tune up maupun servis pada mobil kamu, manfaatkan Promo Irit dari Otoklix. Promo ini berlaku hingga akhir Desember 2022, dan meliputi ganti oli, tune up, servis rem atau servis rem + brake fluid + brake cleaner Tentunya gratis filter oli dan jasa servis.
2. Tutup Radiator
Tutup radiator berfungsi sebagai penutup bagian atas upper tank radiator. Upper tank merupakan komponen yang memiliki fungsi mengatur tekanan udara pada sistem pendingin mobil.
3. Selang Radiator
Komponen ini berperan dalam mengalirkan air pendingin dari radiator ke mesin (selang bagian bawah) atau sebaliknya, yaitu dari mesin ke radiator (selang bagian atas).
Selang radiator terbuat dari bahan karet yang tahan panas dan fleksibel sehingga tidak akan meleleh ketika mengalirkan air dengan suhu yang tinggi atau bahkan mendidih.
Baca Juga: Terjadi Gempa Bumi Saat Mengemudikan Mobil, Simak Tips Langkah-langkah yang Sebaiknya Dilakukan!
4. Thermostat
Salah satu komponen vital darisistem pendingin ini mampu membantu percepatan agar mesin segera mencapai suhu kerjanya.
Selain itu, thermostat juga berguna untuk mengatur sirkulasi dari air pendingin. Ketika mesin telah mencapai suhu tertentu, maka secara otomatis thermostat akan terbuka salurannya. Setelah itu, cairan akan mengalir ke radiator.
5. Water Jacket
Komponen yang menyerupai saluran air ini memiliki peranan penting menjadi ruangan untuk mengalirnya air pendingin.
Cara kerjanya, air pendingin akan mengalir di dalam water jacket dan akan menyerap panas dari komponen-komponen mesin yang bekerja selama proses pembakaran. Kemudian, air ditampung terlebih dahulu di water jacket.
Selanjutnya, thermostat akan terbuka dan air akan dialirkan menuju radiator untuk masuk proses pendinginan. Setelah dingin, air dialirkan kembali ke water jacket agar dapat digunakan lagi untuk menyerap panas.
6. Reservoir Tank
Komponen dekat tutup radiator ini berbentuk tabung berbahan plastik yang cukup tebal. Tabung ini berfungsi sebagai tempat penampungan air pendingin dari radiator.
Ketika mesin mencapai suhu yang tinggi, mesin akan menguap dan uapnya akan ditampung dalam reservoir tank. Di tabung ini, uap akan diproses menjadi zat cair melalui proses pengembunan.
7. Kipas Pendingin
Dalam sistem pendingin mobil juga terdapat komponen kipas pendingin atau cooling fan. Sesuai namanya, kipas ini berfungsi mendinginkan radiator dengan cara mengalirkan udara dari luar melalui sirip radiator.
Ada dua tipe kipas pendingin, yaitu kipas manual yang digerakkan oleh poros engkol dan kipas elektrik yang digerakkan motor listrik.
8. Pompa Air
Pompa air memiliki peranan memompa air pendingin yang berasal dari radiator ke dalam mesin. Pompa air ini terletak dekat timing chain atau timing belt.
Air pendingin dapat bersirkulasi dengan baik dengan adanya pompa air ini. Sehingga tidak terjadi overheat pada mesin mobil.
Baca Juga: Awas! Kamera Tilang Elektronik Bakal Kenali Pengemudi yang Tak Punya SIM, Tembus Kaca Mobil
9. Termometer Suhu
Seperti fungsi termometer suhu pada umumnya, komponen ini juga berfungsi mengukur suhu air pendingin yang ditampilkan pada lampu indikator suhu mesin di dashboard.
Namun kini, pada mobil-mobil modern, termometer suhu sudah digantikan sensor ECT.
Dalam sistem pendingin mobil terdapat berbagai jenis komponen. Setiap komponen memiliki peran masing-masing dalam menjaga suhu mesin agar tidak terjadi overheat.
Bila salah satu komponen pada sistem pendingin mobil tersebut mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki sendiri, bawa ke bengkel tune up mobil terdekat untuk dilakukan perbaikan.

Share this article
Anda perlu mengetahui 9 fungsi komponen sistem pendingin mobil agar mesin tidak overheat, mulai dari radiator, selang, hingga Thermostat