Wajib Tahu! Ini 6 Perbedaan SPMB DKI Jakarta 2025 dengan PPDB 2024, Bikin Sistem Penerimaan Murid Lebih Ketat!

Ini 6 Perbedaan SPMB DKI Jakarta 2025 dengan PPDB 2024 yang Bikin Sistem Penerimaan Murid Lebih Ketat
Ini 6 Perbedaan SPMB DKI Jakarta 2025 dengan PPDB 2024 yang Bikin Sistem Penerimaan Murid Lebih Ketat

AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meresmikan sistem baru dalam proses penerimaan siswa untuk tahun ajaran 2025, yaitu SPMB atau Seleksi Penerimaan Murid Baru.

Kebijakan ini menggantikan mekanisme PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang berlaku pada tahun 2024.

Banyak masyarakat mengira bahwa perubahan ini hanya sebatas pergantian istilah. Namun faktanya, terdapat sejumlah perbedaan yang cukup krusial dan perlu dipahami oleh para orang tua maupun calon peserta didik.

Baca Juga: Cocok Buat Ngojol! Spesifikasi Poco M7 Pro 5G yang Punya Baterai Tahan Lama yang Oke Banget...

Transformasi ini menandai upaya serius Pemprov Jakarta untuk menciptakan sistem yang lebih transparan, adil, dan berbasis prestasi.

Berikut enam poin penting yang membedakan SPMB dari sistem sebelumnya:

1. Istilah Baru, Pendekatan Baru

SPMB hadir dengan penyesuaian nomenklatur agar lebih mudah dicerna masyarakat umum. Beberapa istilah yang diubah antara lain:

- PPDB menjadi PMB (Penerimaan Murid Baru)
- Peserta didik kini disebut murid
- CPDB diubah menjadi Calon Murid Baru (CMB)
- Jalur zonasi digantikan dengan istilah jalur domisili
- Jalur perpindahan tugas orang tua kini disebut jalur mutasi.

Tujuan perubahan ini adalah menyederhanakan istilah tanpa mengurangi makna dari proses seleksi.

Baca Juga: Geger! Mantan Dirut PT Sritex Iwan Lukminto Ditangkap Kejagung, Ternyata karena...

2. Seleksi Jalur Domisili Kini Lebih Adil

Jika di masa PPDB 2024 seleksi berdasarkan usia kerap menimbulkan keluhan, terutama bagi siswa dengan nilai tinggi namun usia lebih muda, kini sistem dirombak.

Untuk jenjang SMP, aturan masih serupa: mempertimbangkan wilayah, usia, pilihan sekolah, dan waktu daftar.

Namun pada jenjang SMA, kemampuan akademik kini menjadi penentu utama dalam jalur domisili, disusul faktor domisili, usia, pilihan sekolah, serta waktu pendaftaran.

Langkah ini mendorong siswa untuk mengutamakan prestasi dalam mengejar sekolah favorit.

3. Prestasi Lomba dan Festival Kini Diakui

Di tahun sebelumnya, prestasi dari lomba berskala besar atau festival sering kali tak masuk hitungan.

Pada sistem SPMB, selama ajang tersebut dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional dan memenuhi kategori minimal bintang tiga, maka sertifikat kejuaraan dapat digunakan untuk jalur prestasi.

Ini membuka peluang lebih besar bagi siswa berprestasi non-akademik.

Baca Juga: Benarkah Status Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2025 Sudah Muncul di SIKS-NG? Ini Fakta Lengkapnya

4. Jalur Mutasi Kini Lebih Mudah

Syarat untuk mengikuti jalur perpindahan tugas kini lebih simpel. Jika tahun lalu masih memerlukan dokumen seperti SKPWNI, pada 2025 cukup menunjukkan surat tugas dari instansi terkait serta Kartu Keluarga yang diterbitkan paling lambat satu tahun sebelum masa pendaftaran.

5. Kuota Tiap Jalur Disesuaikan

Kebijakan kuota dalam seleksi juga mengalami revisi. Pemprov Jakarta mengalokasikan porsi berbeda untuk tiap jalur:

- Domisili: Minimal 70 persen nasional, dengan rincian DKI sebagai berikut: SD 77 persen, SMP 50 persen, SMA 35 persen
- Afirmasi: SD 20 persen, SMP 20 persen, SMA 30 persen, SMK hingga 37 persen
- Mutasi: Maksimal 5 persen, DKI mengalokasikan 3 persen
- Prestasi: SMP 27 persen (20 persen akademik, 7 persen non-akademik), SMA 32 persen (25 persen akademik, 7 persen non-akademik), SMK 60 persen (53 persen akademik, 7 persen non-akademik).

Berbeda dengan sebelumnya, jalur prestasi kini memiliki kuota minimum yang jelas, bukan sisa dari kuota lain.

6. Penilaian Akademik Jadi Prioritas SMA

Dalam seleksi SMA, nilai akademik kini mendapat porsi utama dalam penilaian akhir. Pendekatan ini mengubah sistem lama yang cenderung memprioritaskan usia atau lokasi tempat tinggal.

Kebijakan ini dinilai lebih meritokratis karena memberi peluang lebih besar bagi siswa yang unggul secara akademis.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# PPDB 2024
# penerimaan
# Perbedaan
# SPMB 2025
# DKI Jakarta
# DKI Jakarta

News Update

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.