AYOJAKARTA.COM - Berdasarkan wawancara mendalam dengan Antonius Welhelmus Lopis, Kepala Subdirektorat Pendidikan Guru Agama Kristen Kementerian Agama.
Terdapat lima langkah kritis dalam sistem Simpatika PPG 2025 memiliki kompleksitas administrasi yang sangat tinggi.
"Pertama, guru wajib melakukan pemutakhiran biodata personal secara komprehensif," jelasnya.
Proses ini mencakup pengkinian data meliputi status perkawinan, nomor telepon aktif, alamat domisili, dan informasi kontak terakhir.
Setiap perubahan detail harus diinput dengan akurasi tinggi di menu biodata pada akun Simpatika dengan melakukan verifikasi silang untuk memastikan keabsahan informasi yang diunggah.
Prof. Dr. Fajar Apollo Sinaga, A.Pt., M.Si., koordinator pelaksana PPG wilayah Sumatera, merinci empat langkah selanjutnya dengan presisi.
"Kedua, aktivasi portofolio semester berjalan menjadi kunci penting. Guru harus mengaktifkan portofolio semester 2 tahun pelajaran 2024-2025 pada menu keaktifan dengan mengunggah dokumen pendukung lengkap," tegasnya.
Langkah ketiga melibatkan pengisian jadwal mengajar secara detail, mencantumkan seluruh kelas, rombongan belajar, dan jam mengajar sesuai Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kepala sekolah.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Aplikasi DJP Coretax Dilaporkan IWPI ke KPK, Sri Mulyani: Saya Mengucapkan Maaf
"Keempat, guru wajib melakukan penyesuaian Tanggal Mulai Tugas (TMT) mengajar yang akurat, yaitu tanggal pertama kali mengajar, bukan tanggal pengangkatan ASN," sambungnya dengan penekanan.
Fajar Apollo menekankan bahwa kesalahan minimal pun berpotensi menggugurkan proses seleksi.
Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, pakar kebijakan pendidikan dari Universitas Kristen Indonesia, menjelaskan langkah kelima yang krusial.
"Guru harus mencetak kartu GTK digital dan portofolio, kemudian menandatangi dokumen tersebut untuk diserahkan kepada admin Kementerian Agama setempat guna validasi."
Proses ini bukan sekadar administratif, melainkan upaya sistematis memastikan kualifikasi dan kompetensi guru.
"Bagi guru yang belum terdata dalam Simpatika, mereka harus segera mengisi formulir A05 dan diserahkan kepada admin setempat untuk pendaftaran," tambahnya.
Kesalahan atau ketidaklengkapan dalam kelima langkah ini berpotensi menggugurkan kesempatan mengikuti PPG, sehingga ketelitian dan kepatuhan menjadi faktor kunci keberhasilan.***
Share this article
Berikut ini adalah bocoran simpatika 2025, guru Agama Kristen yang ikut seleksi PPG wajib simak dengan baik.