AYOJAKARTA.COM - Dikutip dari akun TikTok @ruangguru, memulai perjalanan menjadi dokter dimulai dengan tahap praklinis, atau studi di universitas.
Selama 3,5 hingga 4 tahun, mahasiswa mendalami hubungan antara organ tubuh, penyakit, dan pengobatan.
Sebelum terjun lebih jauh, alangkah lebih baiknya Anda mengetahui fakta seputar jurusan kuliah kedokteran. Berikut ulasannya.
Struktur Studi Unik
Berbeda dengan jurusan lain, di jurusan kedokteran tidak menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS).
Baca Juga: Ini 10 Tips Android Hemat Baterai di HP Tanpa Aplikasi Tambahan
Sebaliknya, itu dibagi menjadi beberapa blok. Setiap semester terdiri dari empat blok, dengan setiap blok berfokus pada topik tertentu.
- Durasi Blok: Setiap blok berlangsung selama enam minggu.
- Ujian: Pada minggu ketujuh, mahasiswa harus mengikuti Ujian Blok untuk menilai pemahaman mereka terhadap tugas kuliah.
Praktikum
Selain teori, praktikum merupakan bagian penting dalam pendidikan kedokteran. Beberapa praktik dalam program Kedokteran antara lain:
- Praktikum Anatomi Praktis
- Praktikum Biokimia
- Praktikum Histologi Umum
- Praktikum Kimia Medis
- Praktikum Mikrobiologi
- Praktikum Patologi Klinik
OSCE: Uji Kompetensi Praktik
Mahasiswa kedokteran menghadapi OSCE (Objective Structured Clinical Examination) setiap satu atau dua semester sekali.
Uji kompetensi ini terdiri dari beberapa station yang masing-masing memiliki pemeriksa dan simulasi pasien yang menunjukkan gejala tertentu. Mahasiswa harus mendiagnosis kondisi pasien secara akurat.
Langkah Terakhir Menuju Wisuda
Setelah menyelesaikan OSCE, mahasiswa kedokteran harus menulis tugas akhir, serupa dengan jurusan kuliah lainnya.
Setelah berhasil menyelesaikannya, mereka lulus dengan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Namun, gelar ini saja tidak memungkinkan mereka untuk melakukan praktik kedokteran.
Persyaratan Pasca-Kelulusan
Untuk melakukan praktik kedokteran, lulusan harus menjalani beberapa langkah tambahan:
- Program Koas: Magang klinis di rumah sakit.
- UKMPPD : Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter
- Internship: Magang rumah sakit selama satu tahun untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi).
STR sangat penting untuk bekerja di layanan kesehatan, membuka klinik swasta, atau melanjutkan pendidikan spesialis lebih lanjut.
Pertimbangan Finansial
Baca Juga: Tes Kepribadian: Manakah Wajah yang Tersenyum, Kanan atau Kiri? Hasilnya Ungkap Karakter Aslimu!
Program Kedokteran termasuk salah satu yang termahal, dengan biaya kuliah berkisar antara 18 hingga 40 juta rupiah per semester.
Biaya ini belum termasuk peralatan medis penting seperti stetoskop, sphygmomanometer (tensimeter), senter, dan lainnya.
Mempelajari Kedokteran adalah upaya yang ketat dan mahal yang membutuhkan dedikasi, studi ekstensif, dan pengalaman praktis.
Namun, penghargaan untuk menjadi seorang dokter yang berkualifikasi dan kemampuan untuk memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat menjadikan hal ini sebagai upaya yang berharga.***
Baca Juga: Tes Kepribadian: Panjang Rambut Ternyata Bisa Ungkap Sisi Positifmu, Kamu Tipe yang Mana?

Share this article
Berikut beberapa fakta menarik terkait jurusan kuliah Kedokteran, simak ulasannya berikut sebagai gambaran bagi para calon dokter muda.