JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Untuk mencegah serangan jantung, caranya mudah. Menurut Dosen tetap FKIK Unismuh Makassar, dr Dito Anurogo MSc, cara menjecah serangan jantung sejak dini harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat secara konsisten. Ia mengatakan, berhenti merokok dan menghindari terpapar asap dari rokok, polusi, dan sebagainya adalah salah satu yang bisa mencegahnya.
Mulailah berolahraga ringan. Caranya, berjalan kaki selama setengah jam setiap hari, minimal rutin dilakukan selama lima hari dalam seminggu, berpotensi menurunkan risiko terkena serangan jantung.
Alternatif lain, lakukan aktivitas aerobik sedang selama 150 menit minimal seminggu sekali, 75 menit aerobik dengan bersemangat minimal seminggu sekali.
AYO BACA : Pahami Serangan Jantung
Direkomendasikan pula untuk membagi pola bekerja menjadi sesi 10 menit dengan diselingi istirahat sejenak.
Menurutnya, modifikasi diet juga perlu. Maksudnya, mengombinasikan menu antara daging tidak berlemak, buah, sayuran. Diet rendah gula dan rendah garam. Hindari minuman beralkohol, lemak trans, atau tersaturasi
Mengendalikan faktor risiko serangan jantung, seperti obesitas, hipertensi, diabetes, stroke, kolesterol tinggi, penyakit peradangan seperti lupus, dan rematik artritis.
AYO BACA : Kurangi Risiko Serangan Jantung, Konsumsi Magnesium
Indeks massa tubuh (body mass index, BMI) minimal 25 dapat berisiko terkena penyakit jantung.
Di keseharian, ada strategi sederhana untuk mencegah serangan jantung. Caranya, lebih memilih naik tangga daripada lift (elevator), lebih memilih berjalan kaki atau naik sepeda daripada berkendara motor atau mobil, memilih tempat parkir yang agak jauh dari kantor agar dapat berjalan kaki, tidak menyediakan kue atau kudapan ringan di meja ruang kerja.
Bagi perempuan, perlu mengendalikan beberapa faktor risiko serangan jantung atau penyakit jantung. Misalnya, depresi, diabetes, stres mental, terpapar asap rokok, kurang beraktivitas atau malas bergerak, komplikasi kehamilan, riwayat keluarga pernah menderita penyakit jantung.
Pada perempuan yang telah berhenti haid alias memasuki periode menopause, berisiko tinggi terjadi gangguan di pembuluh darah kecil. Hal ini dikarenakan penurunan kadar estrogen.
Dengan tatalaksana paripurna dan upaya pencegahan yang holistik dan komprehensif, didukung sinergi dan kolaborasi lintas sektoral dan multidisipliner, maka serangan jantung dapat teratasi dengan baik.
AYO BACA : Kenali Jenis Daging yang Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Share this article
Untuk mencegah serangan jantung, caranya mudah. Menurut Dosen tetap FKIK Unismuh Makassar, dr Dito Anurogo MSc, cara menjecah serangan jantung sejak dini harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat secara konsisten. Ia mengatakan, berhenti merokok dan menghindari terpapar asap dari rokok, polusi, dan sebagainya adalah salah satu yang bisa mencegahnya. Mulailah berolahraga ringan. Caranya, berjalan kaki selama setengah jam setiap hari, minimal rutin dilakukan selama lima hari dalam seminggu, berpotensi menurunkan risiko terkena serangan jantung.