Benarkah Begadang Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung? Begini Penjelasan Para Ahli

Ilustrasi Begadang. (Sumber: Unsplash/Solving Healthcare)
Ilustrasi Begadang. (Sumber: Unsplash/Solving Healthcare)

AYOJAKARTA.COM - Kebiasaan begadang kerap dianggap sepele, terutama bagi mereka yang aktif bekerja hingga larut malam atau merasa lebih produktif saat malam hari.

Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa pola tidur larut atau menjadi night owl ternyata berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada 28 Januari di Journal of the American Heart Association mengungkap bahwa orang yang terbiasa tidur larut memiliki risiko kesehatan kardiovaskular yang lebih buruk dibanding mereka yang tidur lebih awal atau bangun pagi.

"Faktor penyebab serangan jantung tetaplah hal-hal mendasar, seperti tekanan darah, kolesterol, gula darah, paparan nikotin, aktivitas fisik, berat badan, pola makan, dan kesehatan tidur. Tetapi begadang bisa menjadi pemicunya," ujar Kristen Knutson , PhD, seorang pakar sukarelawan di AHA dan profesor madya kedokteran tidur di Northwestern University Feinberg School of Medicine, dilansir dari healthline.

Penelitian ini menganalisis data lebih dari 300 ribu orang dewasa di Inggris melalui basis data UK Biobank dengan masa pemantauan hampir 14 tahun.

Night Owl dan Risiko Jantung

Dalam penelitian tersebut, partisipan diklasifikasikan berdasarkan chronotype, yaitu pola alami tidur-bangun tubuh.

Hasilnya, kelompok night owl memiliki risiko serangan jantung dan stroke 16 persen lebih tinggi dibanding kelompok dengan pola tidur menengah.

Bahkan, prevalensi kesehatan jantung yang buruk pada kelompok ini tercatat 79 persen lebih tinggi.

Para peneliti menilai kesehatan jantung menggunakan kerangka Life’s Essential 8 dari American Heart Association, yang mencakup delapan faktor utama seperti kualitas tidur, aktivitas fisik, pola makan, tekanan darah, kolesterol, gula darah, berat badan, dan kebiasaan merokok.

Night owl diketahui memiliki skor lebih buruk pada enam dari delapan faktor tersebut.

Menariknya, para ahli menegaskan bahwa chronotype bukanlah penyebab utama, melainkan kebiasaan tidak sehat yang sering menyertai pola begadang.

Merokok menyumbang lebih dari sepertiga risiko penyakit jantung pada night owl, disusul kualitas tidur buruk yang berkontribusi sekitar 14 persen.

Efek Begadang pada Jantung

Begadang secara rutin dapat memicu berbagai gangguan pada jantung. Kurang tidur diketahui meningkatkan tekanan darah, memicu gangguan irama jantung, mempercepat kerusakan pembuluh darah, serta meningkatkan kadar gula darah akibat resistensi insulin.

Selain itu, kadar hormon stres seperti kortisol juga meningkat, membuat jantung bekerja lebih keras.

Dalam jangka panjang, kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal jantung, terutama jika disertai kebiasaan merokok, jarang berolahraga, dan pola makan tidak sehat.

Cara Menjaga Kesehatan Jantung Meski Sering Begadang

Kabar baiknya, risiko tersebut dapat ditekan dengan perubahan gaya hidup.

Para ahli menyarankan untuk fokus pada faktor yang bisa dikendalikan, seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengatur pola makan, serta memastikan tidur cukup 7–9 jam per hari.

Bagi pekerja shift atau mereka yang sulit menghindari begadang, menjaga konsistensi waktu tidur, mengganti jam tidur yang kurang, serta membatasi kafein dan junk food menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung.

Kesimpulannya, begadang memang berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung, tetapi dampaknya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup.

Dengan kebiasaan sehat dan manajemen tidur yang baik, risiko tersebut tetap bisa ditekan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# night owl
# jantung
# tidur

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.

Metropolitan

Perbaiki Tata Kelola Sampah! Sistem Controlled Landfill di TPST Bantargebang Diterapkan per 1 Agustus 2026

Sistem controlled landfill ini akan dilakukan bertahap sebagai bagian dari transisi menuju penghentian praktik open dumping.

Jakarta Timur

Jemput Bola! Puskesmas Kramat Jati Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pusat Perbelanjaan

Program yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 ini menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan konsep jemput bola.

Bisnis

BRI Taipei Branch Office Bersama KDEI Taipei Perluas Layanan Perbankan WNI

BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei bersinergi perluas edukasi keuangan serta layanan perbankan bagi WNI di Taiwan secara aman.

Bisnis

Resmi! Jasa Marga Jadi Mentor Command Center Danantara Indonesia

Jasa Marga jadi mentor pengelolaan Command Center di Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia untuk tingkatkan efisiensi BUMN.

Bisnis

Dana Rp400 Juta Raib di Labuha, Pengamat: Jangan Gegabah Salahkan Bank

Usut tuntas isu Rp400 juta hilang di Labuha. Pengamat ingatkan publik jangan gegabah tuduh bank sebelum perkaranya jelas dan terbukti.