AYOJAKARTA.COM - Hampir satu minggu berlalu, tragedi Kanjuruhan telah menewaskan lebih dari 150 suporter sepak bola ketika tim kandang, Arema FC menghadapi Persibaya pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.
Kejadian kelam yang melibatkan dunia sepak bola Indonesia ini diduga terjadi karena bentrokan di antara suporter dan aparatur yang berjaga pada laga pertandingan Arema FC vs Persibaya saat itu.
Polisi yang saat itu ikut terlibat bentrok dengan suporter menembakan gas air mata di dalam area lapang hingga tribun.
Saat penembakan gas air mata terjadi masih banyak penonton yang terperangkap karena pintu gate yang diduga masih terkunci.
Karena peristiwa tersebut, sontak saja media internasional dari berbagai negara juga ikut menyorotinya.
Uniknya, dalam sebuah pertandingan sepak bola di Jerman ketika Bayern Munich menghadapi Viktoria Plzen di Allianz Arena, para suporter memberikan kritikan pedas terhadap polisi melalui spanduk yang membentang luas dengan bertuliskan ‘More Than 100 People Killed By The Police,’.
Baca Juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi Minta Perbaiki Tata Kelola Sepakbola Indonesia
Hal tersebut dilakukan para suporter Munich sebagai aksi kritik atas tragedi kelam di Stadion Kanjuruhan Malang, Indonesia yang telah menewaskan hampir 200 orang.
Para suporter membentangkan spanduk tersebut dengan latar berwarna putih dan bertuliskan tinta merah.
Selain itu, mereka juga ikut membentangkan spanduk yang berisi aksi solidaritas untuk mengenang orang-orang yang terlibat sebagai korban jiwa tragedi berdarah Kanjuruhan.
“We remember those who died in Kanjuruhan (Kami mengingat mereka yang meninggal dunia di Kanjuruhan),” tulis spanduk yang diberi tinta berwarna hitam dikutip AyoJakarta.com dari indonetsia.suara.com
Spanduk tersebut dibentangkan ketika momen one minute silence sebagai bentuk penghormatan untuk korban jiwa Kanjuruhan.
Tidak hanya itu, pertandingan antara Bayern Munich melawan Viktorian Plzen di Allianz Arena dibuka dengan mengheningkan cipta.
Baca Juga: Keren, Miniatur Suporter Persib-Persija-Bonek-Aremania Sepakat Damai Kenang Tragedi Kanjuruhan
Hal tersebut telah menunjukkan sikap empati dan besarnya perhatian publik dunia terhadap tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Indonesia.
Menurut info yang beredar, pada momen pertandingan Arema FC sebagai tim kandang yang dikalahkan Persibaya dengan skor telak 3-2 telah menciptakan suasana duka dan kecewa suporter Arema.
Seketika, terdapat dua orang yang diketahui sebagai suporter Arema berusaha turun ke lapangan untuk memberikan support terhadap club kesayangan mereka karena harus menerima kekalahan dari Persibaya.
Namun, aksi kedua orang tersebut diikuti oleh suporter lainnya dan membuat suasana lapang pun menjadi gaduh.
Lantas polisi datang dan berusaha melerai kerumunan yang riuh dengan menembakan gas air mata secara acak sehingga membuat panik sejumlah suporter yang masih berada di tribun.
Karena penanganan yang tidak maksimal, suasana di dalam stadion semakin kacau karena pintu keluar yang masih terkunci dan orang-orang yang panik berdesakan ingin keluar untuk menghindari gas air mata.
Akhibatnya, tercatat lebih dari 131 orang tewas dan lebih di antaranya adalah anak-anak dengan usia paling muda 3 tahun.***

Share this article
Suporter Bayern Munich kritik polisi imbas tragedi Kanjuruhan dengan spanduk bertuliskan ‘More Than 100 People Killed By The Police'