AYOJAKARTA.COM -- Pemilihan atlet esport untuk game eFootball pada FIFAe World Cup 2024 memanen kontroversi publik.
Tak sedikit warganet yang melontarkan komentar negatif, sebab menganggap panelis dan PSSI telah memberikan penilaian yang "tidak fair".
Sindiran dan kalimat-kalimat tak sedap dari netizen itu terpantau muncul dalam beberapa posting-an di akun Instagram Indonesian Football e-League (ifel.id).
Lebih tepatnya dalam posting-an yang mengumumkan terpilihnya Philip Franc sebagai atlet eFootball Mobile.
"Ini bukan lomba nyanyi.. Yg bisa dinilai pake juri.. Game sepak bola itu yg menentukan menang kalah adalah skore bukan penilaian dari pihak ketiga," tulis akun arifian***.
Warganet juga mempertanyakan dengan skema invite player dalam pemilihan wakil Indonesia untuk FIFAe World Cup 2024.
Terlebih, sebagaimana hasil akhir, yang lolos dan mewakili Indonesia untuk game eFootball tingkat internasional itu ialah para invite player.
"Dari awal juga aneh kenapa harus ada acara invite player apalagi yg di invite itu ga jauh anak emas ..." komentar dari seorang netizen dengan nama akun putrajurnalis_.
efBaca Juga: Sangar! 4 Jagoan Game eFootball Jadi Wakil Indonesia di FIFAe World Cup 2024
PSSI umumkan 4 pemain esport untuk FIFAe World Cup 2024
Telah diumumkan dalam situs resmi PSSI, Seleksi Nasional tahap ketiga menuju FIFAe World Cup 2024 featuring eFootball telah menghasilkan empat pemain yang akan mewakili Indonesia di turnamen dunia tersebut.
Bertempat di Point Arena, Jakarta Selatan, seleksi berlangsung pada 2-3 November 2024, mempertemukan delapan pemain yang bersaing untuk memperebutkan tiket ke babak final FIFAe World Cup 2024.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta Tahun 2025 Dijamin Naik
Empat pemain yang berhasil lolos adalah Elga Cahya (Console), Rizky Faidan (Console), M. Akbar Paudie (Console), dan Philip Franc (Mobile). Mereka akan menghadapi para pemain terbaik dari berbagai negara dalam kompetisi offline pada akhir tahun 2024, bersaing memperebutkan gelar juara dunia FIFAe World Cup 2024.
Selain berdasarkan akumulasi poin, penilaian dalam seleksi nasional ini juga mencakup aspek-aspek lain seperti kemampuan menghadapi tekanan, sportivitas, mentalitas, penyelesaian masalah, kerja sama tim, daya tahan, serta strategi bermain.
Cara penilaian dalam seleksi nasional inilah yang disoroti janggal oleh banyak warganet. Karena ada beberapa aspek yang menurut netizen tidak semestinya diikutsertakan.
"Itu peringkat 1 problem solvingnya 6, tesnya ngerjain tes cpns?" pungkas akun nijamzee di kolom komentar Instagram ifel.id.

Share this article
Tak sedikit warganet yang melontarkan komentar negatif, sebab menganggap panelis dan PSSI telah memberikan penilaian yang "tidak fair".