AYOJAKARTA.COM – Perhelatan akbar empat tahunan Piala Dunia Qatar 2022 kali ini jelas jauh berbeda.
Selain diselenggarakan di negara dengan mayoritas beragama muslim, Piala Dunia Qatar 2022 juga menjadi reuni manusia pasca pandemi.
Covid-19 yang melumpuhkan dunia, justru kembali menemukan oase di tengah kepungan gurun dalam ajang Piala Dunia Qatar 2022.
Baca Juga: Kabar Bangkrut Hoax? Lesti Billar Malah Donasi Rp500 Juta untuk Korban Gempa Cianjur
Masih terasa segar dalam ingatan bagaimana prosesi ketika ajang paling bergengsi insan sepak bola dunia ini mulai digelar.
Penampilan Jung Kook yang merupakan anggota BTS pada acara pembukaan world cup 2022 serta jutaan manusia yang terlibat di dalamnya.
Seperti menjadi momentum pengesahan bahwa piala dunia 2022 yang berlangsung di Qatar adalah reuni akbar kemanusiaan.
Namun ada satu peristiwa unik yang mungkin sedikit terkubur dalam ingatan, yakni momentum dimana aktor Morgan Freeman tampil di tengah penonton.
“Bagaimana bisa ada begitu banyak negara, bahasa, dan budaya bersatu, jika hanya ada satu cara yang diterima?” tanya Morgan Freeman kepada Ghanim Al Miftah.
Baca Juga: Cianjur Masih Diguncang Gempa Sabtu 26 November 2022, Warga Terus Waspada
Dengan fasih sambil tersenyum, Ghanim menjawab dengan mengutip Al-Quran ayat ke tiga belas dari Surat Al Hujurat.
“Tuhan telah mencipta umat manusia dengan beragam perbedaan agar bisa saling mengenal satu dengan lainnya,” jelas Ghanim sambil menerjemahkan artinya.
Jawaban Ghanim Al Miftah yang sedemikian presisi tidak ubahnya pengukuh bahwa manusia memang harus berjuang mencintai perbedaan.
Perbedaan suku, agama bahkan perbedaan fisik sebagaimana yang jelas terlihat bahwa Ghanim adalah penyandang disabilitas.
Sejak lahir, Ghanim Al Miftah memiliki kelainan yang mengganggu perkembangan pada bagian bawah di tubuhnya.
Meski hidup dengan keterbatasan fisik akibat Caudal Regression Syndrome atau CRS, Ghanim tidak lantas pasrah apalagi menyerah.
Ghanim justru tumbuh sebagai pribadi yang tidak manja, positif dan begitu percaya diri serta penuh harapan.
Dalam keseharian, Ghanim yang tidak memiliki kaki harus berjalan dengan bantuan skateboard atau papan luncur juga terkadang kursi roda.
Meski terkesan memprihatinkan, namun Ghanim dengan kerja keras serta fikirannya yang selaras adalah seorang pengusaha es krim yang cerdas.
Selain itu, Ghanim Al Miftah yang bercita-cita menjadi diplomat juga aktif sebagai pendakwah serta masih tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Politik.
Maka sangat pantas jika kemudian Qatar menjadikannya sebagai Duta Piala Dunia Qatar 2022 untuk diperkenalkan kepada dunia.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta dari kanal youtube GL Times dan Rachel Annamarie DeMita pada 26 November 2022. ***

Share this article
Jawaban Ghanim Al Miftah yang sedemikian presisi tidak ubahnya pengukuh bahwa manusia memang harus berjuang mencintai perbedaan.