AYOJAKARTA.COM - Sejak era MotoGP dimulai menggantikan kelas 500cc, dua pabrikan asal Jepang Honda dan Yamaha begitu impresif mendominasi ajang balapan tersebut.
Tercatat kurun waktu 2002 hingga 2021, hanya ada satu pabrikan yang bisa mencuri titel juara dunia dari kedua tim tersebut, yakni Ducati melalui kontribusi Casey Stoner pada tahun 2007.
Namun tahukah kamu? Pada periode 1950 sampai 1970-an, ada satu pabrikan yang begitu mendominasi di semua ajang Grand Prix, pabrikan tersebut berasal dari Italia, yaitu MV Agusta.
Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Talak Bala di Malam Rebo Wekasan
Pada Periode 1958-1960, MV Agusta bahkan berturut-turut mengunci titel juara dunia. Kejuaraan dunia balap motor saat itu masih melombakan empat kelas yakni 125cc, 250cc, 350cc serta 500cc.
Di kelas Grand Prix 125cc pada tahun 1958 hingga 1960, pembalap asal Italia Carlo Ubbiali selalu keluar sebagai juara dunia, pada tahun 1959 dan 1960, Ubbiali bahkan menyabet gelar ganda.
Pasalnya Ubbiali juga menjadi juara di kelas Grand Prix 250cc pada musim tersebut.
Pada kelas 350cc dan 500cc, John Surtees juga sapu bersih gelar juara dunia bersama MV Agusta.
Baca Juga: 3 Amalan Menurut Syekh Ali Jaber yang Mampu Mempermudah Rezeki, Berikut Ulasannya!
Lahirnya seorang Giacomo Agostini
Pada tahun 1966 hingga 1972 MV Agusta melahirkan juara dunia terbanyak sepanjang sejarah kejuaraan dunia balap motor.
Giacomo Agostini, Pembalap asal Italia ini merasakan gelar juara dunia kelas 500cc sebanyak tujuh musim berturut-turut: 1966-1972.
Pada periode 1968-1973, Agostini juga jadi terbaik di kelas 350cc. Alhasil selama 1968-1972, ia selalu merasakan titel juara dunia ganda.
Praktis Agostini sudah mengecap 15 gelar juara. Di belakangnya ada pembalap asal Spanyol, Angel Nieto.
Nieto merasakan 13 gelar juara dunia. Tapi tidak seperti Agostini, Nieto tidak merasakan gelar di kelas 500cc. Kini ada dua sosok berstatus pembalap aktif yang mendekati pencapaian Agostini.
Baca Juga: Akhirnya Terungkap! BAP Susi Bocor: 7 Bulan Hubungan Terlarang Putri Candrawathi dengan Ajudan
Pertama, Valentino Rossi dengan sembilan gelar juara. Kedua Marc Marquez yang merasakan delapan gelar.
Dominasi MV Agusta di Kejuaraan Dunia Balap Motor berakhir pada tahun 1976. Pabrikan ini keluar dengan catatan sangat spektakuler.
MV Agustus melahirkan 38 pembalap yang bisa jadi juara dunia, 37 titel juara dunia konstruktor plus 270 kemenangan di semua kelas Kejuaraan Dunia Balap Motor.
Sayang sejak keluar dari Kejuaraan Dunia Balap Motor sampai saat ini, MV Agusta belum pernah lagi terjun di ajang MotoGP maupun kelas lomba di bawahnya.
Baca Juga: Seremonial Pemecatan Ferdy Sambo tak Digelar, Kapolri Listyo Sigit Tepati Janji?
Beberapa Pembalap yang Juara Bersama MV Agusta
Kelas 500cc:
John Surtees: 1956-1960
Gary Hocking: 1961
Mike Hailwood: 1962-1965
Giacomo Agostini: 1966-1972
Phil Read: 1973-1974
Kelas 350cc:
John Surtees: 1958-1960
Gary Hocking: 1961
Giacomo Agostini: 1968-1973
Kelas 250cc:
Carlo Ubbiali: 1956, 1959, 1960
Tarquinio Provini: 1958
Kelas 125cc:
Cecil Sandford: 1952
Carlo Ubbiali: 1955-1960
Baca Juga: Seremonial Pemecatan Ferdy Sambo tak Digelar, Kapolri Listyo Sigit Tepati Janji?
Kemana MV Agusta Sekarang?
MV Agusta seolah lenyap di ajang balapan Grand Prix setelah tim pabrikan asal Jepang begitu mendominasi ajang balap 500cc hingga ke MotoGP 1,000cc, Suzuki Yamaha, dan Honda yang menjadi tim jepang yang mendominasi kejuaraan balap tersebut.
Namun pada 2019 lalu MV Agusta melakukan sebuah gebrakan dengan kembali ke kejuaraan dunia balap motor dengan turun di Moto2 dengan nama tim MV Agusta Temporary Forward Team.
Turun di Moto2 yang memakai mesin satu merk, Triumph 765 cc 3-silinder, MV Agusta tidak mampu berbuat banyak.
Di tahun 2020 Giovanni Cuzari selaku bos MV Agusta terus mengerjakan proyek untuk MV Agusta F2 yang kala itu mencatat kecepatan tertinggi di Moto2 dengan kecepatan 301,8 Km per jam.
Baca Juga: Niat Sholat Tolak Bala di Hari Rebo Wekasan 2022, Begini Tata Cara dan Bacaannya
Stefano Manzi absen sekali dari total 19 lomba musim lalu dan hanya mampu berada di peringkat 19 klasemen akhir dengan 39 poin. Sedangkan Dominique Aegerter di posisi 22 dengan hanya 19 poin.
Dari sembilan lomba yang sudah digelar di Moto2 2020 ini, Manzi baru meraup 16 poin di peringkat 21 sedangkan rekan setimnya, Simone Corsi, lebih buruk dengan delapan poin di posisi 23.
MV Agusta harus bersaing dengan tim yang hampir semua menggunakan mesin dari Triumph, terutama kini mereka harus bersaing dengan tim-tim besar di Moto2 seperti Red Bull KTM, Leopard Racing, Gas Gas Aspar Team dan juga Honda Idemitsu.
Dari semua tim tersebut kini tengah bersaing untuk meraih gelar juara dunia musim 2022.***

Share this article
Pada periode 1950 sampai 1970-an, ada satu pabrikan yang begitu mendominasi di semua ajang Grand Prix, pabrikan tersebut berasal dari Italia