AYOJAKARTA.COM - Memasuki bulan Ramadan, kebutuhan pokok termasuk minyak goreng terlihat mengalami kelangkaan.
Namun, di tengah kelangkaan minyak goreng, muncul permasalahan baru yang membuat pedagang dan masyarakat makin resah.
Baru-baru ini telah beredar minyak goreng palsu di Pasar Cipete, Jakarta Selatan.
Hal ini terjadi disaat pedagang mengaku merasa kesulitan mendapatkan stok Minyakita asli yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Sementara itu, yang banyak beredar justru minyak merek lain dengan harga yang lebih tinggi.
Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menjual Minyakita palsu yang kualitasnya jauh dari standar.
Dari pantauan di lapangan, Minyakita palsu ini memiliki sejumlah ciri mencurigakan.
Baca Juga: Ahli Digital Forensik Soroti Kasus Gugatan Nasabah terhadap BSI
Salah satu pedagang menyebutkan bahwa volume minyak di dalamnya sering kali kurang dari 1 liter dan warnanya lebih pekat menyerupai minyak curah.
“Ini terlihat butek, sedangkan yang dari pemerintah langsung bening. Kemasannya juga tidak bagus, tidak ada SNI-nya, dan isinya tidak sampai 1 liter,” ungkap Amin, pedagang di Pasar Cipete sebagaimana dikutip dari YouTube METRO TV, (5/3/2025).
Akibatnya, pedagang pun enggan menjual produk ini karena khawatir akan berdampak pada kepercayaan konsumen.
Kelangkaan Minyakita asli membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan, sehingga sebagian dari mereka terpaksa membeli minyak dengan harga yang lebih mahal.
Baca Juga: Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Manipulasi Kredit Bank Jatim
Harga minyak goreng pada awal Ramadan terpantau mengalami lonjakan hingga Rp18.000 per liter.
Padahal harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah hanya Rp15.700 per liter.
Kondisi ini semakin memperparah keresahan masyarakat yang bergantung pada minyak goreng murah untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena jika stok minyakita tidak segera dipulihkan, khawatir peredaran minyak palsu ini akan semakin luas dan merugikan masyarakat lebih banyak.

Share this article
Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menjual Minyakita palsu yang kualitasnya jauh dari standar.