AYOJAKARTA.COM - Nama TikTokers Awbimax Reborn alias Bima Yudho Saputra kini makin dikenal publik usai kritik terhadap pembangunan Lampung.
Bima menyebut bahwa Lampung tidak maju-maju dikarenakan beberapa alasan termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur yang mangkrak dan sistem pendidikan yang lemah.
Usai kritik pemerintah Lampung, ternyata berbuntut panjang. Orang tua Bima kabarnya diintervensi pemerintah setempat.
Bahkan Bima mengungkapkan bahwa orang tuanya sempat dimaki-maki oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui sambungan telepon mengungkapkan kemarahannya.
Tak cukup itu saja, pihak kepolisian juga kedapatan mendatangi kediaman TikTokers Awbimax Reborn tersebut yang berada di Raman Utara, Lampung Timur pada Jumat pekan lalu.
Berdasarkan informasi, upaya kepolisian menemui orang tua Bima adalah instruksi dari Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika.
Baca Juga: Heboh TikToker Bima Yudho Dilaporkan ke Polisi, Mahfud MD Beri Dukungan: Saya Tidak Boleh Diam!
Terbaru, kini dirinya dilaporkan atas aksinya mengkritik Lampung oleh advokat Ghinda Ansori Wayka ke Polda Lampung atas dasar pencemaran nama baik.
Menyoroti berbagai intimidasi membuat Bima kini banjir dukungan. Tak terkecuali beberapa tokoh besar juga ikut bersuara dan memberikan dukungannya mulai dari Mahfud MD, anggota DPR RI hingga pengacara kondang Hotman Paris.
Menteri Koordinasi bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan bahwa Bima memiliki hal untuk mengkritik pembangunan di Lampung.
Baca Juga: Pelapor TikToker Bima Yudho Saputro Ternyata Terlibat Kasus Tabrak Lari, Netizen Sebut Karma Instan!
“Bima punya hak konstitusional untuk menyatakan itu, apalagi demi perbaikan (Lampung),” ujarnya dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube R66 Newlitics, Senin (17/4/2023).
Menurutnya Bupati Lampung Timur memiliki kewajiban dalam hal moral sebagai pemimpin untuk bisa menyerap aspirasi dan kritikan dari warganya.
Terkait dengan adanya keterlibatan sejumlah aparat penegak hukum (APH) yang terlibat intimidasi, Mahfud MD mengatakan akan mengecek hal tersebut.
“Tentu saya akan komunikasi kalau sampai ada APH ikut menekan. Nanti saya lakukan pendalaman,” ungkapnya.
Bukan hanya Menko Polhukam saja yang menyoroti aksi tersebut, sejumlah anggota DPR RI juga turut menyuarakan suaranya meminta agar pihak kepolisian tidak menindaklanjuti laporan kepada Bima.
Salah satunya diungkapkan oleh anggota DPR RI Dapil Lampung Taufik Basari yang menyatakan bahwa kritikan yang dilakukan oleh Bima merupakan bentuk kritik yang membangun.
“Ini kan sebenarnya kritikan biasa yang memang apa yang disampaikan itu kalau saya melihat ya berdasarkan fakta, saya melihat sendiri memang jalan-jalan rusak,” ujar Taufik Basari dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube METRO TV.
“Terutama jalan provinsi dan jalan kabupaten serta desa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, nah ketika Bima menyuarakan keluhan dari masyarakat semestinya responnya menanggapi secara positif,” imbuhnya.
Bahkan Wakil Ketua Komisi III DPR Ri, Ahmad Sahroni juga meminta kepada Kapolri Listyo Sigit untuk menyetop proses kasus TikTokers Bima Yudho Saputro.
Pengacara kondang Hotman Paris juga turut merespon hebohnya ancaman yang dialami Bima Yudho Saputro.
Hotman meminta agar Bima segera menghubunginya melalui direct message (DM) Instagram.
“Ada apa sih Bima? Masalah apa dengan Bupati? DM saya terangin kasusmu, ya,” ujar Hotman Paris melalui Instagram pribadinya @hotmanparisofficial yang dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube KOMPASTV.
Baca Juga: Gubernur Lampung Sampaikan Permintaan Ini ke Keluarga TikToker Bima: Tak Etis!
Pengacara kondang ini juga meminta agar TikTokers Bima tidak khawatir apalagi memiliki rasa takut terhadap pihak-pihak yang mengancam dirinya.
“Jangan takut, hidup hanya sekali, nyali. Lihat tuh musuh-musuh gue. Gue tenang, gue senyum, tapi gue lawan pelan-pelan,” ujarnya.***

Share this article
Beberapa tokoh besar bersuara dan memberikan dukungan untuk Bima Yudho, dari Mahfud MD, anggota DPR hingga pengacara kondang Hotman Paris.