Gagal OM-SPAN, Bansos Tak Cair? Status Penerima akan Dinonaktifkan Apabila Tidak Memenuhi Kriteria Berikut

Ilustrasi: Gagal OM-SPAN, Bansos Tak Cair? Status Penerima akan Dinonaktifkan Apabila Tidak Memenuhi Kriteria Berikut
Ilustrasi: Gagal OM-SPAN, Bansos Tak Cair? Status Penerima akan Dinonaktifkan Apabila Tidak Memenuhi Kriteria Berikut

AYOJAKARTA.COM - Data kependudukan di Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang bermasalah bisa menjadi penyebab bantuan sosial masyarakat jadi tidak masuk.

Seperti bansos PKH, BPNT, dan BLT lainnya ini sangat bergantung dengan kesesuaian data kependudukan.

Walaupun datanya masih ada dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tapi karena data kependudukannya bermasalah akan menyebabkan dana bansosnya tidak cair dan saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menjadi 0.

Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos November 2022, PKH Tahap 4, BPNT hingga BLT BBM Tahap 2!

Maka apabila data kependudukan bermasalah maka kepesertaan sebagai penerima bansos akan dinonaktifkan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 150/HOK/2022
tentang tata cara proses usulan data serta verifikasi dan validasi atau tata cara kelola DTKS terdapat ciri-ciri data kependudukan yang memenuhi kriteria penerima bansos.

Terlampir pada Bab 2 bagian integritas data, bahwa data yang diproses untuk masuk ke dalam DTKS harus memenuhi kriteria integritas berikut dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Pendamping Sosial:

Baca Juga: BLT BBM 2022 Cair Lagi November, Begini Cara Daftar dan Cek Penerima Bansos Rp300 Ribu Itu

1. Data perorangan yang bersifat individual dan tunggal. Data seorang individu tentunya hanya berisi data pribadinya yang valid dan bersifat tunggal yang nantinya akan dicantumkan dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP).

2. Data perorangan yang mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, alamat yang sesuai dengan data kependudukan yang dikelola oleh lembaga pemerintah yang menangani urusan kependudukan dan pencatatan sipil.
Semua data tersebut NIK, nama, dan alamat tinggal harus sama persis sesuai KTP.

Selain itu juga data NIK, nama, alamat harus disinkronkan antara DTKS dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Ketika ada perbedaan, maka itulah yang akan menyebabkan bansos tidak akan masuk lagi atau akan terputus.

Baca Juga: Kabar Bahagia Kini Penerima Bansos Bisa Ikut Prakerja, Simak Yuk Ulasannya !

3. Data keluarga, kelompok, masyarakat yang merupakan himpunan data perorangan.
Kumpulan data perseorangan akan digabungkan pada data Kartu Keluarga (KK).

4. Data anggota keluarga tidak tumpang tindih dengan anggota keluarga lain.
Kasus ini terjadi apabila NIK seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau penerima bansos ini sama dengan NIK warga lain tapi berada di daerah lain, bukan dalam satu daerah.

NIK yang dimiliki oleh dua orang berbeda, ini yang dimaksud dengan tumpang tindih.

Baca Juga: Syarat Penerima BLT BBM Rp 600 Ribu, Petunjuk untuk Penerima Manfaat Bansos Cek di cekbansos.kemensos.go.id

5. Kelengkapan atribut data.
NIK, nama lengkap, serta alamat termasuk informasi provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan, nomor RT, dan nomor RW, semuanya harus tercantum dalam data kependudukan.

Data lain seperti tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor KK juga harus tertera.

Penting juga mencantumkan nama ibu kandung karena akan diperlukan untuk membuka nomor rekening.

Baca Juga: Bansos BLT BBM Rp600.000 Bertahap Disalurkan, Kemensos Ungkap Jumlah Penerima

Selain itu apabila ada perubahan status Perkawinan maka harus diperbarui.

Setelah itu, pastikan NIK sudah aktif di Dukcapil agar data KPM terbaca di DTKS.

Karena tidak semua KTP yang fisiknya e-KTP sudah otomatis NIKnya aktif, justru banyak kasus walaupun KTPnya sudah e-KTP tetapi NIKnya belum di-online-kan atau belum aktif di Dukcapil.

Cara mudah mengaktifkan NIK bisa dilakukan melalui smartphone atau mendatangi langsung Kantor Dukcapil terdekat.

Baca Juga: BLT BBM 2022 Kapan Cair? Intip Jadwal dan Cara Cek Penerima Bansos Rp600.000 di cekbansos.kemensos.go.id

Apabila terdapat perbedaan data penduduk dengan DTKS akan menyebabkan keterangannya 'GAGAL OM-SPAN' atau gagal Online Monitoring Sistem Pelaksanaan Anggaran Negara ketika dicek di laman cekbansos.kemensos.go.id.

Jika 'GAGAL OM-SPAN' maka dapat meminta bantuan kepada pendamping sosialnya agar didampingi untuk memperbarui data diri atau data Know Your Customer (KYC) yang ada di bank dengan menggunakan data kependudukan yang terbaru yang sesuai dengan Dukcapil dan DTKS.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# bansos
# DTKS
# bantuan sosial
# BLT
# PKH
# BPNT
# KTP

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).