Waspada! 4 Jenis Sayuran Ini Berisiko Memicu Lonjakan Gula Darah pada Penderita Diabetes

Ilustrasi. Beberapa jenis sayuran justru mengandung karbohidrat atau gula alami yang tinggi, dan itu kurang baik untuk penderita diabetes.
Ilustrasi. Beberapa jenis sayuran justru mengandung karbohidrat atau gula alami yang tinggi, dan itu kurang baik untuk penderita diabetes.

AYOJAKARTA.COM – Kamu sudah tahu belum, kalau ternyata tidak semua sayuran aman bagi penderita diabetes?

Beberapa jenis sayuran justru mengandung karbohidrat atau gula alami yang tinggi, dan itu kurang baik untuk penderita diabetes. Kalau kamu nekat mengonsumsinya secara berlebihan, bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

Dilansir dari kanal YouTube dr Ruly Rahadian pada Kamis, 17 April 2025, berikut empat kelompok sayuran yang perlu kamu batasi atau hindari:

Baca Juga: Hati-hati Diabetes! Ini 9 Gejala pada Kulit saat Gula Darah Tinggi

1. Sayuran Berpati Tinggi (Starchy Vegetables)

Sayuran berpati mengandung karbohidrat kompleks dalam jumlah besar, yang cepat diubah menjadi glukosa.

Menurut American Diabetes Association, kategori ini meliputi jagung, kacang polong, dan ubi jalar (sweet potatoes) yang sebaiknya tidak mendominasi piring kamu.

  • Jagung & Kacang Polong
    Meski terasa “gurih” dan cocok dijadikan lauk, jagung dan kacang polong mengandung karbohidrat yang tinggi. Bahkan, kandungannya bisa setara dengan satu porsi nasi—dan itu dapat menaikkan gula darah dengan cepat.

  • Ubi Jalar, Labu, dan Pisang Kepok
    Masuk dalam kelompok sayuran berpati, ubi jalar (GI 70), labu kuning, dan pisang kepok juga sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil.

Baca Juga: Jangan Coba-Coba! Berikut 6 Buah yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes

2. Umbi-Umbian Kompleks (Tuberous Roots)

Beberapa umbi-umbian nonkonvensional menyimpan pati yang sangat banyak. Berikut adalah data indeks glikemik (GI) dan glycemic load (GL) dari beberapa sayuran:

  • Sayuran: Parsnip
    Indeks Glikemik: 52
    Glikemik Load (per porsi): 4

  • Sayuran: Ubi Jalar (Sweet Potato)
    Indeks Glikemik: 70
    Glikemik Load (per porsi): 22

  • Sayuran: Yam
    Indeks Glikemik: 54
    Glikemik Load (per porsi): 20

Semakin tinggi angka GI, semakin cepat karbohidrat dipecah menjadi gula darah. Jika kamu tetap ingin mengonsumsi umbi-umbian, pilih dalam porsi kecil dan padukan dengan sayuran non-starchy seperti brokoli atau bayam untuk menurunkan beban glikemik.

Baca Juga: Tak Perlu Takut Gula Darah Naik, Ini 9 Buah yang Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes

3. Sayuran Manis dan Jus Sayur

Beberapa sayuran memiliki kandungan gula alami yang cukup tinggi, apalagi kalau sudah diolah menjadi jus.

  • Wortel punya indeks glikemik sekitar 35, tapi kalau dijus (di mana seratnya hilang), penyerapan gulanya jadi lebih cepat dan bisa memicu lonjakan gula darah.

  • Bit (beetroot) kaya akan fruktosa. Dalam jumlah besar atau dalam bentuk jus, gulanya bisa menyebabkan kenaikan glukosa darah yang signifikan.

  • Tomat matang mengandung fruktosa lebih tinggi dibandingkan tomat mentah. Jadi, konsumsinya juga perlu dibatasi.

Baca Juga: Cegah Diabetes dan Obesitas! Ini 4 Tips Makan Nasi Biar Lebih Sehat, Salah Satunya Hindari Konsumsi Nasi Hangat

4. Sayuran Kalengan & Instan dengan Tambahan Gula

Produk seperti sayuran kalengan, acar manis, atau sayur instan dalam kemasan sering diawetkan dengan sirup atau larutan gula.

American Diabetes Association menyarankan, “Pilih sayuran dan jus kemasan tanpa tambahan natrium, lemak, atau gula.”

  • Acar Manis: Biasanya direndam dalam larutan gula pekat demi rasa dan daya simpan.

  • Jagung Kalengan & Sayur Instan: Selain mengandung pati dari jagung, juga sering diberi tambahan sirup gula, sehingga meningkatkan beban karbohidratnya.

Baca Juga: Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Tempe Goreng? Ternyata Begini Penjelasannya

Kesimpulan & Rekomendasi

Agar kadar gula darah tetap stabil, penderita diabetes disarankan untuk:

  1. Mengutamakan sayuran non-starchy seperti bayam, brokoli, kembang kol, selada, dan sayuran hijau lainnya.

  2. Membatasi porsi: Jika kamu ingin makan kentang, jagung, atau umbi-umbian, kurangi ukuran dan frekuensinya.

  3. Memperhatikan bentuk olahan: Hindari jus atau sayur kalengan dengan tambahan gula.

  4. Berkonsultasi dengan ahli gizi: Sesuaikan pola makan kamu dengan kondisi kesehatan dan aktivitas harian.

Dengan memahami indeks glikemik dan memilih sayuran yang tepat, kamu tetap bisa menikmati ragam sayur tanpa khawatir gula darah melonjak.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# gula darah
# diabetes
# sayuran

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.