AYOJAKARTA.COM--Dikabarkan Kemenkes menarik peredaran sejumlah obat sirup yang diduga menjadi faktor penyebab tingginya kasus gangguan ginjal akut pada anak.
Faktor penyebab utamanya diduga karena cemaran pelarut Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG) pada obat sirup.
Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran para ibu atas penggunaan obat sirup yang diduga menjadi penyebab kasus gangguan gagal ginjal akut.
Sehingga para ibu menjadi kebingungan dan bertanya-tanya terkait hal tersebut.
Apakah yang tidak boleh diminum itu semua sirup atau paracetamol saja?.
Apakah sirup ibuprofen bisa jadi pilihan lain?.
Baca Juga: Ditarik BPOM! Ini Daftar 5 Obat Sirup yang Tercemar Etilen Glikol, Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut
Lalu bagaimana jika anak sakit demam? Apa solusinya agar anak cepat sembuh?.
dr. Gerry menanggapi pertanyaan tersebut melalui unggahan video di kanal YouTube pribadinya.
dr. Gerry menyimpulkan bahwa, intinya Kemenkes dan BPOM mengintruksikan masyarakat untuk menghentikan semua penggunaan obat-obatan sirup atau drops.
Baca Juga: IDAI Beri Imbauan Terkait Gangguan Ginjal Akut dalam Obat Sirop Anak, Waspadai Gejala Ini!
Bukan berarti berbahaya, tapi hal ini karena analisa kasus yang beredar belum konklusif atau belum rampung karena masih dalam tahap investigasi.
Jadi, dr. Gerry menyarankan agar lebih baik stop dulu penggunaan obat sirup ntuk sementara waktu ini.
Hal ini demi mengurangi terjadinya risiko yang ditakutkan terkait obat yang tercemar atau mengandung DEG dan EG yang melebihi dari batas aman.
Baca Juga: Larang Obat Sirop, Kemenkes Waspadai Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak
Dikuatkan dengan informasi yang disampaikan Wakil Menkes bahwa 15 dari 18 obat-obatan sirup di Indonesia mengandung DEG dan EG.
dr. Gerry menjelaskan tidak hanya paracetamol syrup, tapi semua obat-obatan dalam bentuk cair seperti sirup, drops, sachet, tetes, itu berpotensi bahaya.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Penyakit Gagal Ginjal, Ini Cara Pencegahan dan Kenali Ciri-cirinya!
Untuk kasus anak yang memang memerlukan terapi jangka panjang, pilihan obat bisa dikonsultasikan kepada dokter anak kepercayaan keluarga untuk diganti dengan sediaan lain.
Sehingga dokter tersebut bisa memberikan obat dalam bentuk lain, misalnya seperti tablet, puyer, atau suppositoria.
Kalau anak susah minum obat tablet karena pahit bagaimana? Apa bisa menggunakan sirup pemanis?.
Baca Juga: Puluhan Anak Meninggal di Jakarta Diduga karena Gagal Ginjal Akut
dr. Gerry menyarankan untuk tidak menggunakan sirup pemanis karena khawatir mengandung pelarut DEG atau EG.
Maka pilihan lainnya bisa menggunakan pemanis buatan seperti madu atau gula yang dilarutkan air panas yang sudah didinginkan.
Baca Juga: Terbaru! Enam Anak Kembali Berguguran Usai Dinyatakan Terkena Gagal Ginjal Akut Misterius
Selain itu juga puyer boleh dicampurkan dengan susu formula yang dikonsumsi anak.
"Obat dicampur dengan susu formula masih boleh kecuali golongan antibiotik," jelas dr. Gerry.
Apa kasus ini ada hubungannya dengan Vaksin Covid-19?.
Baca Juga: Ditarik BPOM! Ini Daftar 5 Obat Sirup yang Tercemar Etilen Glikol, Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut
dr. Gerry menyangkal, kasus ini tidak ada hubungannya dengan vaksin, baik vaksin covid maupun vaksinasi umum lainnya di kalangan anak-anak.
Vaksin tersebut sebelum diberikan kepada masyarakat, telah melewati beberapa tahapan proses pengujian keamanan klinis.
Baca Juga: Ramai Bekal Anak, Ini Dia Rekomendasi Botol Unik dan Gemesin Ala Korea, Bunda Wajib Punya!
Hal ini tentunya dilakukan untuk memastikan keamanannya apabila digunakan kepada masyarakat.
BPOM lebih agresif menangani hal ini untuk memastikan obat sirup yang terkontaminasi DEG dan EG kasus seperti di Gambia, Afrika tidak terdaftar di Indonesia.
Baca Juga: Gambia Kembali Desak Obat Sirup yang Membuat 66 Anak Meninggal
Intinya ini adalah masalah keracunan DEG dan EG yang menjadi pelarut obat sediaan sirup, bukan kandungan obatnya yang bahaya.
dr. Gerry berpesan, sambil menunggu info obat sirup mana yang sudah aman yang bisa dikonsumsi anak, baiknya sementara waktu ini berhenti menggunakan obat cair baik sirup, drops, tetes, ataupun sachet. ***

Share this article
Menyusul langkah Kemenkes melarang penggunaan obat sirup guna mengantisipasi gangguan ginjal, Dokter Gerry memberikan saran kepada kaum ibu