AYOJAKARTA.COM - Perundingan yang dilakukan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Pakistan dapat dipastikan tidak berjalan mulus.
Gencatan senjata yang sempat digaungkan oleh Iran dan AS pun tidak menemukan titik kesepakatan.
Sebagai informasi, dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, gencatan senjata Iran dan AS seharusnya dilakukan selama 2 pekan.

Perundingan kesepatakan gencatan senjata dilakukan oleh Delegasi AS Wakil Presiden JD Vance sedangkan dari Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Perundingan untuk gencatan senjata tersebut dilakukan pada Sabtu, 11 April 2026.
Berlangsung selama 21 jam lamanya, perundingan ntara kedua negara tidak mendapatkan kesepatakan apapun.
"Kami telah melakukannya selama 21 jam, sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran," ujar Vance.
Namun, ia menyebutkan bahwa tidak mendapatkan kesepakatan apapun dari Perundingan selama 21 jam tersebut.
"Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada Amerika Serikat," pungkasnya.
Sedangkan pihak Iran menekankan bahwa Perundingan yang dilakukan dengan AS memang sulit terjadi.
"Tentu saja sejak awal kita tidak mengharapkan mencapai kesepatakan dalam satu sesi," ujar juru bicara Kementerian Esmaeil Baghei.
Lebih lanjut, pihak Iran berterima kasih kepada Pakistan karena telah memfasilitasi perundingan tersebut.
Sebagai informasi, konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini berasal dari serangan yang dilakukan Israel-AS ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu yang menyebabkan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur.***

Share this article
Perundingan yang dilakukan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Pakistan dapat dipastikan tidak berjalan mulus.