AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan berita terkait seorang pria asal Indonesia melakukan pelecehan di depan Kakbah.
Ya, pria yang dituduh melakukan pelecehan di depan Kakbah bernama Muhammad Said.
Kabar tersebut tentu membuat geram warganet, sebab Kakbah merupakan tempat suci bagi umat Muslim untuk beribadah.
Namun, kabar tersebut ditepis oleh orang yang diduga merupakan keluarga dari Muhammad Said.
Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @makasar.iinfo pada Minggu 23 Januari 2023, berikut ulasannya.
Unggahan tersebut memposting klarifikasi dari orang yang diguga keluarga pria asal Indonesia ini.
Menurut keterangannnya Said dituduh telah melakukan tindak pelecehan saat di tanah suci.
“Muhammad Said dituduh, dia bahkan tidak tahu korbannya siapa, tiba2 dia dibawa ke kantor Polisi Arab, dan dimintai keterangan,” tulisnya.
Saat di kantor polisi, disebutkan bahwa Said dipaksa untuk mengaku telah melakukan pelecehan dengan seorang wanita asal Lebanon di depan Kakbah.
Kesal dengan pemberitaan media, keluarga Muhammad Said pun menceritakan kronologi sebenarnya.
Disebutkan dalam postingannya pada 8 November 2022 rombongan sampai ke Mekah dari Madinah.
Kemudian pada 10 November 2022, tepatnya jam 1 malam, Said beserta keluarga melakukan tawaf dan berniat mencium Hajar Aswad.
Karena banyaknya jemaah, maka Said pun meminta sang ibunda untuk menunggu di luar area Kakbah.
Baca Juga: Agar Tidak Menjadi Umat Muslim yang Merugi, Berikut Keutamaan 10 Hari Pertama di Bulan Ramadhan!
Kemudian setelah keluar dari kumpulan jemaah ia pun didatangi dua orang polisi lalu dibawa untuk dimintai keterangan.
“Pada saat Said memegang sudut Kakbah ada seseorang yang menarik baju ihram yang dikenakan Said hampir lepas, dia tariklah dari belakang ke depan pakaiannya tsb. Saat keluar dari kumpulan jamaah di pinggiran Kakbah, ada dua polisi dan Askar yang langsung menyeret Said dan membawa ke kantor polisi dan dimintai keterangan,” tulisnya.
Saat dalam perjalanan bersama polisi, Said sempat menghubungi pihak keluarga di Indonesia.
Menurut keterangan Ketua Travel, proses tindak lanjut akan diselesaikan selama lima hari.
Namun sampai pada hari kelima tidak ada kabar bahwa Said bisa pulang, hingga akhirnya dijanjikan kembali bahwa Said akan dipulangkan ke Indonesia jika dia dinyatakan tidak bersalah.
Baca Juga: Jelang Bulan Rajab 1444 Hijriyah, Simak Keutamaan Puasa Sunah Rajab Lengkap dengan Niatnya di Sini!
Tiga bulan berlalu proses persidangan, pria ini ternyata divonis dua tahun tanpa adanya bukti pelecehan.
Hal lain yang mengganjal adalah saksi hanya dua orang polisi yang menyeret Muhammad Said dan wanita yang dianggap korban tersebut tidak pernah hadir di persidangan.
Dalam unggahan tersebut menyatakan bahwa Said dipaksa untuk membuat pernyataan pengakuan pada kasus pelecehannya.
“Entah cara apa yang dilakukan sebagian orang sampai ada surat yg menyatakan bahwa SAID MENGAKUI TUDUHAN ITU,” tulisnya.***

Share this article
Berikut klarifikasi dari pihak diduga keluarga Muhammad Said, WNI yang dituduh melakukan pelecehan di depan Kakbah.