Muhammad Said Disiksa Agar Mengakui Pelecehan Depan Kakbah, Pihak Keluarga Beberkan Kronologi Sebenarnya

Muhammad Said Disiksa Agar Mengakui Pelecehan Depan Kakbah, Pihak Keluarga Beberkan Kronologi Sebenarnya
Muhammad Said Disiksa Agar Mengakui Pelecehan Depan Kakbah, Pihak Keluarga Beberkan Kronologi Sebenarnya

AYOJAKARTA.COM - Keluarga Muhammad Said salah satu jemaah umrah asal Indonesia yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita Lebanon di depan Kakbah akhirnya buka suara.

Menurut keluarga Muhammad Said, tuduhan pelecehan seksual terhadap wanita Lebanon tersebut adalah fitnah yang sangat keji.

Nirwana Tirsa, salah satu keluarga Muhammad Said mengaku bahwa Said adalah sosok yang taat agama bahkan memiliki istri yang cantik.

Niat keluarganya ke tanah suci murni karena ibadah bukan untuk melakukan atau tujuan lain.

"Dia (Said) punya istri yang sangat cantik paras dan hatinya. Alhamdulillah kemarin tanggal 14 Desember, putra pertama mereka lahir tapi tanpa dampingan ayahnya," ungkap Nirwana Tirsa dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com, Minggu (22/1/2023).

Baca Juga: Tak Bermoral! Seorang Jemaah Umrah Indonesia Lakukan Pelecehan Terhadap Wanita Lebanon di Depan Kakbah

Kronologi Sebenarnya versi Keluarga Muhammad Said

Tak terima fitnah yang diarahkan kepada anggota keluarganya, kini keluarga Muhammad Said akhirnya buka suara dan membeberkan kronologi sebenarnya atas kejadian tersebut.

Keluarga sangat mempercayai dan meyakini bahwa Muhammad Said bukanlah orang yang senekat itu untuk melakukan tindak pelecehan seksual.

Hal tersebut diungkapkan Nirwana Tirsa, saudara Muhammad Said.

Baca Juga: Agar Tidak Menjadi Umat Muslim yang Merugi, Berikut Keutamaan 10 Hari Pertama di Bulan Ramadhan!

Dia mengatakan, Said dan keluarga berangkat ke Mekkah pada tanggal 8 November 2022.

Setelah di Mekkah, perjalanan para jemaah dilanjutkan ke Madinah.

Di tanggal 10 November 2022, pukul 01.00 malam waktu setempat, Said, ibu dan seorang saudaranya tawaf serta berniat mencium Hajar Aswad.

Karena banyaknya jemaah, Said menyuruh ibunya menunggu di luar (area Kakbah) alasannya karena terlalu berdesakan.

"Pada saat Said memegang sudut Kakbah, ada seseorang yang menarik baju ihram yang dikenakan. Karena hampir lepas, dia tariklah dari belakang ke depan pakaiannya itu," ujar Nirwana Tirsa.

Baca Juga: Jelang Bulan Rajab 1444 Hijriyah, Simak Keutamaan Puasa Sunah Rajab Lengkap dengan Niatnya di Sini!

Ia melanjutkan, saat keluar dari kumpulan jemaah di pinggiran Kakbah, tiba-tiba ada dua polisi dan Askar yang mendatanginya.

Said langsung diseret keluar dan dituduh melecehkan seorang perempuan.

Said lalu dibawa ke kantor polisi dan dimintai keterangan serta ditanyai banyak hal, tetapi terdakwa tidak menjawab karena tidak paham bahasa Arab.

"Sebelumnya pada saat perjalannya ke kantor polisi, Said sempat menghubungi keluarga di Indonesia, karena ibu dan saudara masih di area Kakbah. (Nomor telepon) tidak aktif," ungkapnya.

"Beberapa jam kemudian, kami di Indonesia mendapat kabar kalau Said ditangkap polisi dengan kasus pelecehan. Ketua travelnya bilang kalau prosesnya lima hari baru bisa pulang," lanjut Nirwana Tirsa.

Baca Juga: Terungkap! Ini Hikmah Istighfar Setelah Ibadah Menurut Syekh Ali Jaber!

Ia mengaku keluarga masih sempat berpikir positif saat itu.

Awalnya mereka kira kasus ini hanya salah paham saja.

Namun, hingga waktu lima hari yang dijanjikan, Said ternyata belum bisa pulang.

Sementara, travel dan jemaah haji lainnya sudah harus pulang ke Indonesia.

Pihak travel menjanjikan lagi bahwa Said akan dipulangkan setelah proses di pengadilan selesai.
Itu pun jika dinyatakan tidak bersalah.

"Tapi sudah tiga bulan dan sidangnya sudah berkali-kali bahkan divonis dua tahun penjara. Sementara bukti pelecehannya tidak ada. Di setiap sidang pun korban tidak pernah hadir," ungkapnya.

Baca Juga: Miris 3 Bocah SD Lakukan Pelecehan Seksual pada Siswi TK, Kasus Berlanjut Ke Meja Hijau

Dari pengakuan terdakwa ke pihak keluarga, ia dipaksa untuk membuat pernyataan bahwa kasus tersebut benar.

Said bahkan bilang mendapat tindakan kekerasan oleh polisi setempat agar mau mengaku.

"Tiap hari kami komunikasi sama Said dan jawabannya selalu menangis. Dia bersumpah di rumah Allah kalau dia difitnah dan tidak pernah melakukan hal itu," sebutnya.

Diketahui, Muhammad Said, warga kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan telah divonis dua tahun penjara dan denda 50 ribu riyal di Arab Saudi.

Muhammad Said dituduh melakukan pelecehan seksual di Masjidil Haram kepada seorang wanita Lebanon saat sedang melaksanakan tawaf.

Baca Juga: JPU Simpulkan Bukan Pelecehan tapi Perselingkuhan, Martin Simanjuntak: Mana Mau Yosua Selingkuh Sama yang…

Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada bulan November 2022.

Said sebelumnya berangkat umrah melalui travel PT Annimah Bulaeng Wisata.

Berdasarkan putusan Pengadilan Saudi Arabia menetapkan bahwa Muhammad Said dinyatakan terbukti bersalah dan mengakui pada saat investigasi benar telah melakukan pelecehan seksual.

Ia disebut menempelkan badannya dari belakang dan meletakkan tangannya di dada wanita asal Lebanon saat sedang tawaf.

Artikel ini telah tayang pada laman Suara.com dengan judul Muhammad Said Disiksa Agar Mengaku Lakukan Pelecehan Seksual Depan Kakbah.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pangkep
# jemaah umrah
# disiksa
# Saudi Arabia
# Hajar Aswad
# Muhammad Said
# Said
# November 2022
# Lebanon
# Tawaf
# Madinah
# Kakbah
# Mekkah
# Sulawesi Selatan
# Arab Saudi
# keluarga
# pelecehan
# Indonesia
# pelecehan seksual

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.