AYOJAKARTA.COM - Contoh teks khotbah Idul Adha 1445 H yang singkat dan padat akan dipaparkan pada artikel ini.
Sebagaimana diketahui, bulan Zulhijah adalah salah satu momentum penting bagi umat muslim karena di dalamnya ada dua ibadah yang tak lepas dari upaya menguatkan keimanan kepada Allah SWT.
Dua ibadah tersebut adalah haji dan kurban yang membutuhkan kemampuan materil dan moril.
Dikutip ayojakarta.com dari islam.nu.or.id pada Minggu (16/06/2024), berikut contoh teks khotbah Idul Adha 1445 H.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaik tentang Bulan Dzulqaidah, Singkat Padat dan Bermakna
Khotbah I
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلٰهَإِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِذَبْحِ الْأُضْحِيَّةِ. وَبَلَغَنَا إِلَى هٰذَا الْيَوْمِ مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُذُوْ رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ تُرْجَى مِنْهُ الشَّفَاعَةُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ،وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْعُقُوْلِ السَّلِيْمَةِ، صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِالمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ : فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِاسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ. وَقَالَ اَيْضًا: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ. صَدَقَ اللهُالعَظِيمُ
اللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Baca Juga: Contoh Teks Khutbah Jumat: Persiapan dalam Menyambut Bulan Ramadhan 2024
Jemaah salat Idul Adha rahimakumullah,
Mengawali khotbah Idul Adha ini, khatib mengajak seluruh jemaah, wabil khusus kepada diri khatib pribadi untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Iman adalah percaya kepada Allah dan takwa menjadi manifestasinya berupa kesiapan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Jika iman dan takwa senantiasa ada dalam diri kita, maka kita akan senantiasa berada pada jalan kehidupan yang benar dan diridhai Allah SWT.
Baca Juga: Contoh Teks Sambutan Ketua KPPS Sebelum Pemungutan Suara pada Pemilu 14 Februari 2024
Selain menguatkan iman dan takwa, menjadi sebuah keniscayaan bagi kita semua untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang tak bisa kita hitung satu persatu dalam kehidupan dunia ini.
Di antara nikmat nyata dan agung yang kita rasakan saat ini adalah nikmat iman, Islam dan nikmat sehat serta umur panjang.
Dengan nikmat tersebut kita masih dipertemukan dengan Hari Raya Idul Adha 1445 H dan masih mampu menjalankan ibadah yang ada di bulan Zulhijah yang mulia di antaranya salat Idul Adha.
Kita perlu memunculkan kesadaran agar tidak kufur kepada nikmat-nikmat tersebut.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Artinya: “Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?” (QS Ar-Rahman: 13)
Jemaah salat Idul Adha rahimakumullah,
Perlu kita ingat kembali, ada dua momentum ibadah yang tidak bisa lepas dari Hari Raya Idul Adha.
Dua ibadah tersebut membutuhkan keikhlasan tingkat tinggi dan bisa menjadi salah satu barometer keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Kedua ibadah ini juga harus dilakukan di waktu khusus yakni hanya di bulan Zulhijah yang merupakan salah satu bulan mulia dalam agama Islam.
Dibutuhkan tekad kuat, didukung kemampuan moril dan materiil memadai, jika ingin menjalankan ibadah penyempurna keislaman kita.
Kedua ibadah tersebut juga bukan hanya memiliki dimensi vertikal kepada Allah SWT, namun juga memiliki dimensi horizontal atau sosial kepada sesama manusia.
Apakah dua ibadah tersebut?
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 22 Desember 2023 Singkat tentang Jalan Masuk Surga dengan Berbakti kepada Ibu
Kedua ibadah tersebut adalah kurban dan haji.
Lalu, mengapa kurban dan haji mampu menjadi barometer atau tolok ukur keimanan?
Ibadah kurban dan haji membutuhkan keyakinan, keikhlasan dan kepercayaan secara totalitas.
Bisa kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, orang yang memiliki harta banyak namun tidak terpanggil hatinya untuk menjalankan perintah Allah dengan berkurban atau berhaji.
Sementara banyak orang yang kurang mampu, namun memiliki keyakinan dan tekad kuat untuk menabung sedikit demi sedikit agar dapat berkurban dan berhaji.
Jika tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat, rasanya akan sulit untuk dapat melakukan perintah berkurban dan berhaji ini.
اللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Jemaah salat Idul Adha rahimakumullah,
Terkait dengan perintah berkurban, Allah telah memerintahkannya dalam Alquran surah Al Kautsar:
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَ
“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.”
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
"Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)".
Ayat ini tegas memerintahkan kita berkurban untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kita diperintahkan menyisihkan harta yang dimiliki dan berbagi daging hewan kurban demi mendekatkan diri kepda Allah.
Hal ini sesuai dengan makna kata kurban yang berasal dari kata qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat dalam artian mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintahNya.
Jika keimanan kita kuat, maka tidak akan ada rasa ragu sedikitpun untuk berkurban dengan hewan yang telah ditentukan oleh syariat Islam.
Tentu keraguan bisa saja datang misalnya karena bayang-bayang uang kita akan berkurang untuk membeli hewan kurban.
Padahal jika beriman secara total, kita yakin Allah akan mengganti dengan yang lebih banyak dan besar dari apa yang dikeluarkan.
Dalam hadits disebutkan:
مَا أَحْسَنَ عَبْدٌ الصَّدَقَةَ إِلَّا أَحْسَنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْخِلَافَةَ عَلَى تِرْكَتِهِ
Artinya: “Tidaklah seorang hamba memperbaiki sedekahnya kecuali Allah memperbaiki pengganti atas harta tinggalannya.” (HR Ibnu al-Mubarak).
Terlebih orang yang mampu secara finansial haruslah tidak ragu-ragu untuk berkurban.
Rasulullah mengingatkan orang yang mampu namun tidak mau berkurban dengan haditsnya:
مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا
Artinya: “Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami.” (HR Ahmad dan Ibn Majah).
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 8 Desember 2023 Singkat Tema Keutamaan Mendidik Anak dalam Islam
Berkurban merupakan wujud keimanan dan ketaatan dalam bentuk pengorbanan yang diberikan secara ikhlas sekaligus menjadi wujud kepekaan sosial dengan memberikan daging kurban kepada yang membutuhkan.
Belum terlambat bagi jemaah yang ingin berkurban karena ibadah kurban bisa dilaksanakan mulai 10 Zulhijah sampai dengan tiga hari Tasyrik ke depan yakni 11, 12 dan 13 Zulhijah.
Semoga kita bisa berkurban di tahun ini untuk menguatkan keimanan.
اللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Jemaah salat Idul Adha rahimakumullah,
Seperti ibadah kurban yang menjadi barometer keimanan, ibadah haji pun demikian.
Haji merupakan kepatuhan pada perintah Allah dengan menempuh perjalanan yang lama dan panjang.
Keimanan kita diuji dengan mengeluarkan jutaan rupiah dari penghasilan kita, menunggu antrean panjang untuk berangkat, meninggalkan rumah dan keluarga yang dicintai, meninggalkan pekerjaan yang menjadi sumber kehidupan dan harus fokus hanya untuk beribadah kepada Allah.
Beratnya ujian keimanan ini sehingga penting bagi setiap orang yang berhaji untuk memantapkan niat berhaji karena Allah SWT, bukan karena yang lain.
Allah telah mengingatkan dalam Alquran:
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِۗ
Artinya: “Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (Al-Baqarah :196)
Haji sebagai barometer keimanan bisa terlihat dari kedisiplinan dan kepatuhan jemaah dalam menjalankan rukun dan wajib haji seperti ihram, tawaf, sa’i dan wukuf di Arafah, mabit dan melempar jumrah.
Semua memerlukan kekuatan fisik dan mental sebagai cermin kedalaman spiritual dan keimanan seorang Muslim.
Dua helai pakaian putih jemaah menjadi simbol kepasrahan bahwa kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya tanpa membawa materi dunia.
Tanpa iman kuat, bisa jadi kita tidak akan terpanggiluntuk bisa berhaji walaupun uang kita banyak dan mencukupi untuk pergi ke sana.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat, 17 November 2023 Singkat Tema Berbagi Membuat Hidup Bahagia dan Berkah
Kita harus menjadikan berangkat haji prioritas dalam hidup melalui ikhtiar dan doa.
Kita bisa mengambil semangat dari makna huruf yang membentuk kata ‘Haji’ yakni H (Himmah/ cita-cita), A (Azzam/ tekad bulat), J (Jihad/ bersungguh-sungguh dan I (Islam/ selamat) mendapatkan kesempurnaan Islam.
Jemaah salat Idul Adha rahimakumullah,
Demikian khotbah Idul Adha ini, semoga bisa memotivasi dan menginspirasi kita semua untuk dapat menjalankan perintah Allah yakni berkurban dan berhaji ke Baitullah sebagai barometer keimanan. Amin
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُقَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khotbah II
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُونَ ، أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِوَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَآَمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَوَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْوَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْأَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ، اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّاخآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْتَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِيَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Demikian contoh teks khotbah Idul Adha 1445 H yang singkat dan padat bisa disampaikan khatib kepada jemaah.***

Share this article
Berikut ini contoh teks khotbah Idul Adha yang singkat dan padat tentang kurban serta haji sebagai barometer keimanan.