AYOJAKARTA.COM– Puasa merupakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT di Bulan Ramadan.
Ketika di Bulan Ramadan, seluruh umat Muslim diwajibkan untuk menahan haus dan lapar serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Oleh sebab itu, agar kuat menahan haus dan lapar maka Allah SWT menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sahur.
Di Indonesia sendiri, pada umumnya yang menjadi batas pelaksanaan sahur adalah waktu imsak.
Biasanya waktu imsak mempunyai waktu selisih 10 menit dari waktu adzan Salat Subuh berkumandang.
Ketika telah memasuki waktu imsak maka biasanya umat Muslim di Indonesia akan menyelesaikan waktu sahurnya.
Tetapi, menurut Ustaz Adi Hidayat pengertian tersebut adalah salah dan kesalahan tersebut sudah berlangsung lama.
Baca Juga: Momen Kocak Ketika Ustaz Abdul Somad Merujak Oknum Pengemplang Pajak, Harus Diingatkan dengan Neraka
Beliau mengatakan bahwa kesalahan dalam pengertian imsak merupakan kerancuan yang paling luar biasa.
“Ini (pengertian imsak) kerancuan yang paling luar biasa, dalam fiqih itu namanya kesalahan yang sudah meluas sehingga menjadi kaprah, salah dan kaprah” kata Ustaz Adi Hidayat dikutip dari YouTube Ummu Haniya pada Senin (27/3)
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa imsak merupakan nama lain dari puasa.
Sama halnya dengan shaum ataupun shiyam yang memiliki arti yang sama yaitu puasa
Baca Juga: Bukan Allahuma Lakasumtu? Ini Dia Doa Buka Puasa Ramadan yang Disebut Sahih dan Benar!
“Shaum terulang sebanyak 1 kali di dalam Alquran di surah ke-19 ayat 26, sedangkan kata shiyam terulang 9 kali di dalam Alquran,” jelasnya.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa secara bahasa shaum dan shiyam memilki arti yang sama yaitu menahan diri atau puasa atau al imsak.
Beliau menyebutkan bahwa imsak adalah nama lain dari puasa.
“Secara bahasa shaum dan shiyam memiliki arti yang sama yaitu al imsak atau menahan puasa,” katanya
“Jadi imsak itu nama lain dari puasa,” sambungnya
“Puasa itu mempunyai 3 nama yaitu bisa disebut dengan imsak, bisa dengan shaum, bisa juga dengan shiyam,” tambah Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa waktu dimulainya puasa adalah ketika sudah masuk kedalam waktu imsak yang memiliki arti puasa.
“Karena itu kalau sudah imsak artinya sudah puasa, imsak itu artinya puasa,” tegasnya
Baca Juga: Puasa tapi Tidak Salat di Bulan Ramadan Sah atau Tidak? Begini Penjelasannya!
“Jadi kalau disebutkan dengan imsak artinya sudah tidak boleh untuk makan dan minum,” tambah Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat menyebutkan bahwa letak kesalahan dari penyebutan waktu imsak adalah kesalahan dalam menempatkan istilah imsak.
Jadi penempatan istilah imsak tidak sesuai dengan pengertian dari imsak itu sendiri.
Beliau mengatakan bahwa penempatan waktu imsak seharusnya sama dengan waktu berkumandangnya waktu adzan Salat Subuh.
Sedangkan yang dimaksud dengan peringatan atau pengingat menjelang Adzan Salat Subuh itu namanya tanbihun.
“Yang sebelum subuh itu dalam bahasa arab disebut dengan tanbihun atau peringatan atau pengingat,” kaya Ustaz Adi Hidayat.
Beliau menjelaskan bahwa ketika di zaman Nabi Muhammad SAW terdapat pengingat yang menunjukkan bahwa sebentar lagi akan masuk ke dalam waktunya adzan Subuh berkumandang.
Ketika di zaman Nabi Muhammad SAW, khusus di Bulan Ramadan terdapat 2 orang yang mengumandangkan adzan yaitu Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Ummi Maktum
Baca Juga: Puasa tapi Tidak Salat di Bulan Ramadan Sah atau Tidak? Begini Penjelasannya!
Jadi ketika di zaman Nabi Muhammad SAW, adzan Subuh berkumandang sebanyak 2 kali, yaitu yang pertama dikumandangkan oleh Bilal bin Rabah, kemudian adzan yang menunjukkan waktunya Salat Subuh dikumandangkan oleh Abdullah bin Ummi Maktum.
“Karena itu khusus di Bulan Ramadan adzan dikumandangkan oleh 2 orang, adzan pertamanya itu dikumandangkan oleh Bilal bin Rabah,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
“Kalau Bilal bin Rabah sudah adzan maka nanti Abdullah bin Mas'ud akan diminta untuk membaca Alquran sebanyak 50 ayat, dan apabila sudah selesai maka orang-orang tahu bahwa itu menandakan bahwa waktu itu sebentar lagi menuju fajar,” sambungnya.
“Kalau selesai Abdullah bin mas'ud baca 50 ayat alquran lalu kemudian Abdullah bin Ummi Maktum kumandangkan adzan,” tambangnya.
Baca Juga: 3 Sunah Buka Puasa Menurut Nabi Muhammad SAW dari Doa hingga Makan Kurma, Begini Kata Buya Yahya!
Adzan yang dikumandangkan oleh Abdullah bin Ummi Maktum menandakan bahwa dimulainya puasa.
Jadi penempatan kata imsak di Indonesia adalah salah.
Seharusnya kata imsak ditempatkan sama dengan waktu masuknya Salat Subuh.
Sehingga kata imsak akan menjadikan pengingat bahwa adzan Salat Subuh akan berkumandang dan menandakan bahwa waktu tersebut menjadi awal dimulainya waktu puasa.***

Share this article
Ketika telah memasuki waktu imsak maka biasanya umat Muslim menyelesaikan waktu sahurnya. Tetapi, bagi Ustaz Adi Hidayat hal tersebut keliru