AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah ulasan mengenai sejarah puasa Asyura, ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Selain puasa di bulan Ramadan, puasa Asyura juga sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam Islam.
Menurut kalender Hijriyah, puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram, tepatnya tanggal 8 Agustus 2022.
Dalam sejarahnya, puasa Asyura memiliki kisah menarik dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Terlebih penyampaian dakwahnya kepada ahlul kitab, yaitu kaum beragama yang religius.
Perlu diketahui bahwa Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Bulan yang di dalamnya terdapat hari Asyura ini sebagaimana telah ditegaskan dalam Al-Quran, Muharram termasuk sebagai Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan).
Baca Juga: Keutamaan dan Niat Puasa Muharram 1444 H, Lengkap dengan Lafal dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Allah SWT berfirman:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ مِنْهَاۤ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ ۗ وَقَا تِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآ فَّةً كَمَا يُقَا تِلُوْنَكُمْ كَآ فَّةً ۗ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Baca Juga: 11 Amalan 1 Muharram 1444 H Selain Puasa, Doa Akhir dan Awal Tahun
Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 36)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com
Baca Juga: Jadwal Puasa Muharram 1444 H, Lengkap dengan Bacaan Niat, Tata Cara, Hukum dan Keutamaanya
Maksud dari Asyhurul hurum ialah bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Dikutip ayojakarta dari NU Online pada Jumat (5/8/202), dalam tafsirnya Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan alasan dinamakan al hurum karena jika di bulan-bulan tersebut berbuat maksiat maka akan dibalas lebih berat.
Begitupun sebaliknya, orang yang berbuat ketaatan di bulan-bulan tersebut maka akan mendapatkan pahala yang berlipat.
Muuharram dimuliakan karena terdapat hari Asyura.
Jika melihat catatan sejarah pada hari itu banyak terjadi peristiwa yang luar biasa, termasuk selamatnya Nabi Musa as dari kerajaan Firaun, sebagai rasa syukurnya Nabi Musa as pun melakukan puasa pada hari tersebut.
Lalu, umat Yahudi pun mengikuti apa yang dilakukan Nabi Musa as yaitu berpuasa setiap 10 Muharram.
Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis Lengkap: Arab, Latin, Arti Beserta Keutamaannya
Imam Fakhruddin ar-Razi mengatakan puasa orang Yahudi adalah puasa 10 Muharram, dan puasa tersebut merupakan puasa satu-satunya yang umat Yahudi lakukan.
Jika umat islam puasa Ramadhan, maka puasa umat Yahudi adalah puasa Muharram.
Dalil puasa Asyura banyak disinggung dalam hadits-hadits Nabi. Salah satunya adalah hadits berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ، فَوَجَدَ الْيَهُودَ يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَسُئِلُوا عَنْ ذَلِكَ؟ فَقَالُوا: هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي أَظْهَرَ اللهُ فِيهِ مُوسَى، وَبَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى فِرْعَوْنَ، فَنَحْنُ نَصُومُهُ تَعْظِيمًا لَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَأَمَرَ بِصَوْمِهِ
Baca Juga: Keutamaan dan Niat Puasa Muharram Lengkap dengan Lafal dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata: ‘Rasulullah saw hadir di kota Madinah, kemudian beliau menjumpai orang Yahudi berpuasa Asyura. Mereka ditanya tentang puasanya tersebut, lalu menjawab: ‘Hari ini adalah hari dimana Allah swt memberikan kemenangan kepada Nabi Musa as dan Bani Israil atas Fir’aun. Maka kami berpuasa untuk menghormati Nabi Musa’. Kemudian Nabi saw bersabda: ‘Kami (umat Islam) lebih utama memuasai Nabi Musa dibanding dengan kalian’. Lalu Nabi saw memerintahkan umat Islam untuk berpuasa di hari Asyura." (HR Muslim)
Fathul Mun’im Syarhu Shahîh Muslim menjelaskan, puasa Asyura sebenarnya sudah dilakukan oleh orang-orang Arab Jahiliyyah Kota Makkah.
Hal menarik yang Syekh Muhammad bin ‘Abdul Baqi az-Zurqani jelaskan jika Nabi SAW melakukan puasa Asyura untuk meluluhkan hati orang Yahudi.
Ini adalah salah satu metode dakwah yang Nabi SAW lakukan untuk mengajak Ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) untuk masuk Islam.
Dengan metode ini, mereka akan berpikir 'ternyata syariat Nabi Muhammad SAW tak jauh berbeda dengan syariat Nabi mereka, Musa as.
Baca Juga: Manfaat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Jika Dikerjakan Sangat Luar Biasa Bagi Diri Sendiri
Akhirnya mereka luluh dan mudah diajak masuk Islam.
Walaupun pada akhirnya Nabi SAW memerintahkan umat Islam untuk berpuasa juga pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a).
Hal tersebut agar tidak sama dengan orang Yahudi.
Demikianlah metode dakwah yang Nabi SAW lakukan dalam mengajak kaum Yahudi dan Nasrani untuk masuk Islam.***

Share this article
Berikut sejarah puasa Asyura 10 Muharram yang dianjurkan Rasulullah SAW. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.