AYOJAKARTA.COM - Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari 2023 banyak diperingati sebagai hari kasih sayang.
Perayaan hari Valentine bukanlah budaya atau tradisi bagi umat tertentu.
Namun, hari kasih sayang tersebut biasanya memang sangat di gandrungi bagi kalangan pasangan muda mudi.
Hal itu dilakukan lantaran banyak diantaranya yang mencoba ikut ikutan oleh kata hari kasih sayang dunia.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Film Jelang Hari Valentine, Cocok Ditonton Bersama Orang Tersayang
Lantas bagaimana hukum Islam bagi umatnya yang merayakan hari Valentine?
Berikut ini penjelasan dari Buya Yahya sebagaimana menyadur dalam kanal Youtube Al-Bahjah TV pada Minggu, 29 Januari 2023.
Buya Yahya menyebut bahwa perayaan hari Valentine tersebut tidaklah perlu untuk lakukan ataupun diikuti.
"Kalimat Hari Kasih Sayang sedunia, Anda tidak perlu ikut-ikutan, wahai anak-anakku semuanya," ucap Buya Yahya.
Sebab menurutnya, kasih sayangnya umat Islam itu seharusnya hanya ditujukan kepada Rasulullah yaitu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam karena memiliki sifat rahmatan lil alamin.
Baca Juga: Buat yang Mageran, Kebiasaan Tiduran dan Duduk Ternyata Bisa Turunkan Daya Ingat Lho, Kok Bisa?
"Kasih sayang umat Islam seharusnya ditujukan kepada baginda nabi karena memiliki sifat rahmatan lil alamin yang berarti kasih sayang sedunia," ucap Buya Yahya.
Buya menyebut bahwa Rasulullah sebelumnya telah mengajarkan dan mendidik umatnya sedari hal kecil apa itu kasih sayang bahkan kepada binatang sekalipun.
"Anda punya Nabi Muhammad dan punya pendidikan dari Rasul itu bentuk kasih sayang sesungguhnya, mengajari kasih sayang di dalam perang bahkan kasih sayang kepada binatang sekalipun itu Nabi Shallallahu alaihi wasallam," kata Buya lagi.
Oleh karenanya Buya mengatakan bahwa sudah seharusnya kasih sayang umat Islam itu ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Bumi Arab Menghijau, Masyarakat Geger dengan Tanda-Tanda akan Kiamat? Begini Tanggapan Buya Yahya
"Maka Anda (umat Islam) punya hari kasih sayang sendiri yaitu hari sambung dengan Rasulullah," tambahnya.
Kemudian, Buya Yahya pun menjelaskan apa hukumnya Valentine bagi umat Islam yang merakannya.
Ia menyebut bahwa hari Valentine haram hukumnya bagi umat muslim yang merayakan nya, sebab menurutnya Valentine itu adalah perayaan yang ditunjukan oleh umat dari agama lain.
"Kisah Valentine's Day itu mengagungkan Santo dalam suatu agama, yang bukan agama islam," kata Buya.
Dimana di dalamnya ada syair yang asalnya bukan dari agama Islam, dan haram hukumnya bagi umat Islam yang ikut merayakan.
Baca Juga: Bolehkah Memberi Coklat di Hari Valentine Menurut Islam? Begini Penjelasannya
"Anda tidak boleh ikut-ikutan, semeriah apapun acara yang diadakan Anda tidak boleh ikut," kata Buya.
Kemudian, Buya Yahya pun menganjurkan umatnya yang sudah terlanjur merencanakan untuk membatalkanya.
"Maka jihadmu adalah yang sudah terlanjur membuat janji silahkan dibatalkan, nyewa hotel dibatalkan, semakin gede uang yang Anda keluarkan lalu Anda laman, semakin gede pahala Anda," ucap Buya.
Lebih lanjut, Buya Yahya kemudian menjelaskan bahwa dibolehkan bagi umatnya untuk menerima bentuk hadiah apapun termasuk Valentin dari agama lain.
Dengan syarat selama barang yang diberikan nya itu adalah halal, asal jangan ikut merayakannya.
"Adapun sesuatu yang dihadiahkan di acara-acara semacam itu, barang bukan barang yang haram, bisa saja dinamakan, namun adalah karena Anda menikmati lalu Anda terbawa," tegasnya. ***

Share this article
Bagaimana hukum Islam bagi umatnya yang merayakan hari Valentine? Buya Yahya menyebut bahwa perayaan hari Valentine tersebut tidaklah perlu.