AYOJAKARTA.COM – Martin Lukas Simanjuntak kembali membuat pernyataan yang menarik perhatian berkaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) yang sedang ditanganinya.
Pengacara dari keluarga Brigadir J itu menyebut bahwa ada gerakan bawah tanah yang dilakukan untuk mempengaruhi vonis hukuman dari para terdakwa.
Dalam keterangannya, Martin Lukas Simanjuntak menggunakan kata yang cukup unik yaitu hantu atau setan.
Martin menyebutkan bahwa hantu-hantu tersebut menyulitkan dalam pembuktian adanya kuasa gelap dalam gerakan bawah tanah yang membantu Ferdy Sambo.
Tak hanya Ferdy Sambo saja, Martin juga menyebutkan hal yang sama berlaku pada hukuman Putri Candrawathi dan terdakwa yang lain.
Martin Simanjuntak juga menyoroti kekayaan dari mantan Kadiv Propam Polri tersebut serta jaringan yang dimiliki selama bekerja sebagai polisi.
Baca Juga: Merasa Geram! Susno Duadji Miris dengan Tuntutan dari JPU terhadap Ferdy Sambo: Harusnya Maksimal
"Sebenarnya sudah seringkali menyampaikan bahwa Ferdy Sambo itu memiliki uang yang banyak dan juga memiliki networking. Bukan berarti Ferdy Sambo lepas jabatan di Propam, bukan berarti jaringan itu meninggalkan dia," kata Martin, dikutip dari metro.suara.com pada Selasa, 24 Januari 2023.
Martin menyebutkan bahwa orang-orang yang ada dalam jaringan tersebut terbagi menjadi dua pihak, yaitu yang mencari aman dengan meninggalkannya dan juga yang loyal dan setia kepada Ferdy Sambo.
Kemudian, Martin juga menyoroti tentang buku hitam yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo.
Ia menduga bahwa buku tersebut berisi informasi penting, khususnya tentang keberadaan hutang dari seseorang.
"Coba lihat itu buku hitam yang sering dibawa-bawa pak Ferdy Sambo. Itu saya pikir ada banyak informasi di situ mengenai hutang-hutang seseorang baik materi maupun materiil," kata Martin.
Lebih lanjut lagi, pengacara keluarga Brigadir J ini kemudian menyinggung tentang keberadaan jenderal bintang 1 yang melakukan gerakan bawah tanah.
Ia menduga bahwa jenderal tersebut "bergentayangan" membantu Ferdy Sambo, menduga juga sosok tersebut adalah mantan jenderal dengan bintang lebih dari satu.
"Nah kalau kita kaitkan dengan kemarin ada informasi bahwa jenderal bintang 1 yang katanya 'gentayangan' melakukan gerakan bawah tanah, layak jadi pertanyaan. Apakah jenderal bintang 1 ini hanya satu jenderal yang diduga bergentayangan atau mungkin saja mantan jenderal yang bintangnya lebih dari satu," bebernya.
Menurutnya, keberadaan dari sosok "hantu" ini memang tidak terlihat tetapi bisa dirasakan efeknya, khususnya dalam melobi dan mencari kesempatan meringankan hukuman Sambo cs.
"Pasti ada (sosok gerakan bawah tanah), seperti hantu itu tidak bisa kelihatan. Saya nggak lihat hantunya, tapi saya bisa merasakan efek hantunya seperti apa," pungkasnya.***

Share this article
Martin Lukas Simanjuntak menyebut bahwa ada hantu alias kuasa gelap dalam gerakan bawah tanah yang membantu Ferdy Sambo.