AYOJAKARTA.COM – Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diprediksi akan melanda Indonesia hingga bulan Februari 2025.
Fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor atmosfer, termasuk La Nina lemah dan seruakan dingin dari Asia, yang berpotensi menyebabkan hujan lebat di berbagai wilayah.
Adapun prediksi dan peringatan cuaca ekstrim yang dinyatakan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, yang dikutip dari YouTube METRO TV, berikut informasi lengkapnya.
Baca Juga: Waspada Bencana! 30 Wilayah Ini Siap-Siap Alami Cuaca Ekstrem Selama Sepekan, Termasuk Jakarta
Puncak Musim Hujan
BMKG memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi dalam dua periode:
- November-Desember 2024 di Sumatra, Pulau Jawa bagian selatan, dan Kalimantan.
- Januari-Februari 2025 di Jawa bagian utara, Lampung, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
Risiko Cuaca Ekstrem
- Hujan Lebat: Curah hujan tinggi dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan.
- Gelombang Tinggi: Di beberapa perairan Indonesia, gelombang tinggi mencapai 6 meter dapat terjadi, meningkatkan risiko banjir pesisir.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 5 September 2024, Ada Misa Akbar Bersama Paus Fransiskus di GBK
Himbauan untuk Masyarakat
Kepala BMKG mengimbau masyarakat agar melakukan langkah berikut:
- Menghindari perjalanan ke pantai atau daerah rawan banjir selama periode cuaca ekstrem ini.
- Memanfaatkan aplikasi cuaca BMKG untuk mendapatkan informasi terkini tentang kondisi cuaca.
- Mengurangi kecepatan kendaraan saat berkendara dalam hujan lebat dan menghindari genangan air.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG agar dapat menjalani aktivitas dengan aman.***

Share this article
BMKG telah memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi dalam dua periode hingga bulan Februari 2025.