AYOJAKARTA.COM - Usai mencuat kabar kekosongan stok BBM bersubsidi jenis Pertalite dalam beberapa hari terakhir ini di sejumlah SPBU di Jakarta.
Pemerintah tampak mengeluhkan hal tersebut karena upaya mereka untuk memberikan subsidi BBM nampaknya masih belum tepat sasaran.
Sama halnya dengan pendapat sejumlah pemerintah yang dikutip AyoJakarta.com melalui beberapa sumber berita, justru yang lebih banyak menikmati subsidi pemerintah adalah golongan orang mampu.
Baca Juga: Ditegur Karena Serobot Antrian Isi BBM, Anggota DPRD Palembang Aniaya Seorang Wanita
Seperti pada keterangan yang diungkapkan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, bahwa subsidi BBM yang diberikan pemerintah tidak tepat sasaran.
“Subsidi kita ini malah kepada mobil-mobil yang di atas 500 CC. mobil Alphard pakai minyak subsidi. (Misalnya) kayak saya pakai minyak subsidi, kan enggak fair dong,” ungkap Bahlil.
Menurutnya, dalam upaya menahan harga kenaikan BBM dari nilai keekonomiannya ini tentunya akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Pom Minyak Goreng di Bandung Bikin Banyak Kendaraan Kecele Saat Hendak Isi BBM
Dan sangat disayangkankan, jika upaya pemerintah dalam pemberian subsidi BBM terhadap masyarakat dengan golongan ekonomi rendah malah dimanfaatkan oleh mereka yang lebih mampu.
Menurut Bahlil, pemerintah tentunya akan tetap pada keputusan awal untuk memberikan subsidi BBM, dengan syarat hanya untuk pengguna kendaraan-kendaraan menengah ke bawah.
Begitu pula dengan keterangan Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto yang ikut mengomentari penyalahgunaan subsidi BBM yang dimanfaatkan masyarakat dengan ekonomi mampu.
Baca Juga: Pertamina Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Ini Alasan dan Harga Terbarunya!
“Maka dari itu harga BBM harus disesuaikan. Karena subsidi yang selama ini dikeluarkan tidak tepat sasaran atau untuk orang mampu sehingga perlu dialihkan.” ungkap Sugeng.
“Bagaimana dengan mereka yang tidak punya kendaraan? Jadi, subsidi dikurangi dan direlokasi untuk yang tidak punya kendaraan,” sambungnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu kemarin.
Sugeng juga menyampaikan dari data pengguna BBM Pertalite saat ini malah lebih banyak dinikmati oleh kalangan mampu dengan tingkat pencapaian mencapai sekitar 70-80 persen.
Baca Juga: Besok Pendaftaran Pengguna Kendaraan Berhak BBM Bersubsidi Lewat MyPertamina di DIY, Cek syaratnya!
Sehingga upaya pemerintah yang lebih ditujukan bagi para pengguna sepeda motor atau kendaraan umum yang semestinya mendapat BBM bersubsidi justru tidak mendapatkan haknya.
Menurut kesaksian Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang diunggahnya melalui Instagram pribadi bernama @smindrawati.
Rupanya anggaran subsidi dan kompensasi telah dinaikan menjadi tiga kali lipat dari sebelumnya menjadi Rp.502,4 T melalui perpres 98/2022.
Baca Juga: Mulai Besok 5 Provinsi Ini Uji Coba MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi, Mana Saja?
Hal tersebut tentunya menjadi harapan pemerintah agar daya beli masyarakat dapat dijaga serta trend pemulihan ekonomi tetap berlanjut dan semakin menguat.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Sri Mulyani di Instagram-nya, disampaikan jika kuota volume BBM bersubsidi yang dianggarkan APBN 2022 diperkirakan akan habis pada Oktober 2022 mendatang.
Selama ini rupanya anggaran subsidi yang diberikan pemerintah jadi salah sasaran dan tidak adil, bukannya mengurangi kemiskinan, tapi justru menciptakan kesenjangan baru.
Sehingga kabar mengenai kabar kenaikan BBM bersubsidi pun mulai mencuat ke publik dan diperkirakan dalam waktu dekat ini.***

Share this article
Pemerintah mengatakan jika saat ini subsidi BBM masih belum tepat sasaran karena lebih banyak dinikmati orang mampu.