AYOJAKARTA.COM - Perubahan iklim yang terjadi memaksa semua pihak untuk semua pihak untuk terus beradaptasi.
Terlebih lagi tingginya panas bumi membuat es yang berada di kutub mencair dan membuat air laut semakin meninggi.
Hal ini pun kemudian berpengaruh pada beberapa orang yang tinggal di pesisir laut salah satunya wilayah ibu kota, Jakarta.
Berbagai penelitian pun telah memprediksikan bahwa kota megapolitan yang dihuni 11 juta penduduk ini akan tenggelam pada 2030.
Salah satunya adalah sebuah artikel yang dikeluarkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan judul "Kepala Bappenas Ingatkan Pemprov DKI: 2030 Jakarta Terancam Tenggelam" yang dirilis pada 19 Desember 2017.
Dalam artikel tersebut diterangkan oleh Bambang Brodjonegoro yang pada saat itu merupakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bahwa penurunan tanah terus terjadi di wilayah DKI Jakarta khususnya Jakarta Utara.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Sabtu 14 Januari 2023, BMKG: Mayoritas Cuaca Berawan
Bambang Brodjonegoro menyebutkan bahwa penurunan permukaan tanah ini semakin mengkhawatirkan saat bencana banjir menggenangi wilayah Jakarta Utara dan Wilayah Jakarta Selatan mendapat banjir kiriman dari gunung dan sungai.
"Kalau hingga tahun 2030 kita tidak melakukan apa-apa maka Jakarta akan kena banjir dari dua arah. Kalau yang laut masuk, hampir seluruh Jakarta Utara akan terkena banjir. Sementara daerah Jakarta yang lebih ke selatan akan terkena dampak banjir dari gunung atau sungai. Sehingga kita bisa bayangkan Jakarta akan seperti apa kalau tidak lalukan pertahanan dari sekarang," kata Bambang.
Beberapa faktor yang menyebabkan turunnya permukaan tanah dikatakan dalam artikel tersebut disebabkan karena penyedotan air yang berlebihan.
Baca Juga: Kenali 5 Wilayah di Jakarta dengan Nilai Pajak Tinggi, Berminat Miliki Hunian di Sini?
Hal itu menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah sekitar 7 centimeter. Bahkan di tiga titik kritis Jakarta, yaitu Muara Kamal, Pluit dan Kali Baru penurunan permukaan tanah mencapai 12 centimeter per tahun.
Dikatakannya bahwa penyelesaian masalah banjir di wilayah Jakarta Utara pun tak cukup hanya dengan membangun tanggul.
Bambang pun memberikan contoh banjir Rob yang terjadi pada tahun 2017 di wilayah Muara Baru.
"Meskipun tanggulnya sudah cukup tinggi, kira-kira 2,4 meter tapi ternyata tinggi air lautnya 2,5 meter. Sehingga meskipun sudah ada tanggul airnya tetap masuk," kata Bambang.
Bambang menambahkan bahwa pembangunan tanggul merupakan sistem pertahanan jangka pendek.
Ia mengatakan bahwa perlu ada penyediaan alternatif air tanah dan pengolahan air limbah agar penurunan permukaan tanah di Jakarta tak terus terjadi.
Baca Juga: 10 Kota Paling Kaya di Indonesia Tahun 2022: Bukan Jakarta, Nomor 1 Tak Pernah Disangka-Sangka!
Hal ini pun selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Robert Delinom yang merupakan peneliti Geoteknologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2013 lalu.
Ia mengatakan bahwa wilayah Jakarta Barat mengalami penurunan permukaan tanah dengan sangat cepat.
Menurut Robert Delinom, hal ini disebabkan karena maraknya pendirian hotel, dan pusat perbelanjaan yang di bangun di wilayah tersebut.
Baca Juga: Jakarta Akan Terapkan Jalan Berbayar Non Tol? Cek Jadwal, Lokasi, dan Tarif di Sini!
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh LIPI pada 2000-2005, wilayah Jakarta Barat mengalami penurunan tanah 10 - 15 cm.
Dalam akhir penjelasannya Robert mengatakan bahwa penurunan permukaan tanah ini makin meluas disusul akibat adanya aktivitas pembangunan yang signifikan di wilayah Jakarta.
Hal ini pun kemudian dapat menyebabkan terjadinya banjir di Jakarta selain adanya perubahan tutupan lahan, kondisi geologi, dan perubahan iklim global.
Artikel ini telah terbit pada laman lipi.go.id dengan judul "Kepala Bappenas Ingatkan Pemprov DKI: 2030 Jakarta Terancam Tenggelam".***

Share this article
Jakarta terancam tenggelam di tahun 2023 kini semakin nyata, hal itu disebabkan lantaran penurunan tanah yang terus terjadi di ibu kota.