AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua sudah memasuki tahap-tahap akhir persidangan.
Lima tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua sudah mendengarkan tuntutan yang dilayangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Termasuk, mantan Kadiv Propam Polri yakni Ferdy Sambo. Suami Putri Candrawathi itu dituntut oleh jaksa hukuman penjara seumur hidup.
Baca Juga: Nota Pembelaan Ferdy Sambo Digelar Hari Ini, Bentuk Upaya Meringankan Hukuman
Baru-baru ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan ada pesan hukuman terhadap vonis Ferdy Sambo.
Tak tanggung tanggung, Mahfud MD juga menuturkan bahwa gerakan bawah tanah, perang gerilya ini bertujuan untuk mengintervensi putusan pengadilan nantinya.
Banyak beredar selentingan-selentingan mengakibatkan publik pun dibuat penasaran, apakah vonis hukuman Ferdy Sambo sesuai dengan tuntutan jaksa yakni penjara seumur hidup atau malah lebih rendah.
Baca Juga: Hantu Jenderal Bintang 1 Diduga Gentayangan Bantu Sambo Ringankan Hukuman, Martin Ungkap Sosoknya
Rasa penasaran yang semakin besar dari publik ini juga ditanyakan terhadap Hard Gumay yang merupakan orang yang memiliki kemampuan indigo, yang kadang kerap meramal.
Hard Gumay diundang sebagai bintang tamu dalam podcast Denny Sumargo, saat itu diminta untuk meramal akhir dari kasus yang menjerat Ferdy Sambo dan istrinya yakni Putri Candrawathi.
Melalui YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Hard Gumay diminta meramal peristiwa yang akan terjadi di tahun 2023.
Tak hanya menanyai tentang peristiwa yang akan terjadi di tahun 2023, baik itu berkaitan dengan artis, bencana, Denny Sumargo juga menanyakan tentang hukuman Ferdy Sambo.
“Tolong tanyain bang, inisial aja ya FS dan PC dan Bharada E dapat hukuman berapa tahun? Itu pertanyaannya,” tutur Denny Sumargo membacakan pertanyaan dari seseorang, dikutip Selasa, 24 Januari 2023.
“Lu jangan maksa diri jawab ya, tau-tau blunder lu,” imbuhnya mengingatkan.
Baca Juga: Merasa Geram! Susno Duadji Miris dengan Tuntutan dari JPU terhadap Ferdy Sambo: Harusnya Maksimal
Hard Gumay kemudian menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Denny Sumargo.
Ia mengatakan bahwa saat ini sudah masuk dalam salah satu profesi di mana memiliki aturan melarang untuk meramalkan tentang hal-hal tersebut.
“Kalau dari kesatuan korps gue si melarang untuk sehubungan dengan itu,” ujar Hard Gumay.
“Oh nggak boleh? Jadi lu tidak akan itu ya (jawab), ngga papa, nggak ya berarti ya?” tanya Denny Sumargo memastikan.
“Iya, FS dan kawan-kawan,” jawab Hard Gumay sambil menggelengkan kepalanya.
Denny Sumargo pun menanyakan alasan mengapa tidak mau menjawab perihal ramalan terhadap Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yosua.
Mendapat pertanyaan seperti itu, Hard Gumay pun menjawab bahwa hal tersebut berkaitan dengan profesi barunya, dan sudah ada instruksi berhubungan dengan kasus yang menyangkut Ferdy Sambo tidak boleh.
“Iya, jadi kalau bisa kan nggak usah bahas yang sehubungan dengan yang sekarang kan gue sendiri punya profesi itu dan sudah diinstruksikan bahwa sehubungan dengan FS jangan,” jelas Hard Gumay.
“Ini takutnya nanti digoreng di institusinya nanti jadi tambah kurang bagus? Jadi arahnya ke sana gitu ya?” tanya Denny Sumargo menegaskan.
“Betul,” jawab Hard Gumay.
Diketahui dari unggahan Instagram Hard Gumay bahwa profesi barunya saat ini yakni sebagai TNI AU.***

Share this article
Hard Gumay diminta meramal peristiwa yang akan terjadi di tahun 2023, termasuk soal vonis Ferdy Sambo.