Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog Jelaskan Beberapa Teori Ini!

Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog Jelaskan Teori Ini
Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog Jelaskan Teori Ini

AYOJAKARTA.COM--Kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres hingga kini masih menjadi misteri.

Pasalnya satu keluarga di Kalideres yang berisi empat orang tersebut meninggal dalam waktu yang berbeda-beda.

Hingga kini penyebab kematian satu keluarga di Kalideres masih diselidiki.

Sebelumnya kematian satu keluarga di Kalideres ini disebut disebabkan karena kelaparan.

Baca Juga: Tanggapi Aksi Malaysia dan 3 Negara Lainnya yang Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Sandiaga Uno Justru Respon Begini

Bahkan, sebelumnya diduga satu keluarga di Kalideres ini meninggal karena pembunuhan hingga mengikuti suatu sekte.

Beberapa waktu lalu pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

Dalam penyelidikan pihak kepolisian menemukan dua handphone milik keluarga di Kalideres tersebut.

Kedua handphone tersebut diketahui digunakan oleh keempat orang dalam keluarga tersebut.

Baca Juga: Vincent Raditya Ogah Pusing Soal Tanggapan 'DP' Istri Dulu Sebelum Nikah: Biar Puas Ya Sekalian

Dari hasil penyelidikan polisi terhadap handphone tersebut, diketahui dalam keluarga tersebut hanya ada komunikasi satu arah.

Komunikasi satu arah tersebut terjalin dari handphone ke handphone.

Diketahui isi dari pesan di handphone tersebut berkonotasi negatif.

Keempat korban memang dikenal sangat tertutup di lingkungan sekitar perumahan dimana mereka tinggal.

Baca Juga: Wendy Walters Menangis di Sidang Mediasi Perceraian, Reza Arap Tak Datang Justru Merasa Happy

Bahkan dengan keluarga sendiri, mereka juga jarang berkomunikasi.

Terkait tewasnya satu keluarga di Kalideres yang masih menjadi misteri, Kriminolog dari Universitas Indonesia yakni Andrianus Meliala menjelaskan beberapa teori.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Official iNews, Andrianus Meliala menjelaskan bahwa tidak ada bukti teori bunuh diri.

Andrianus Meliala mengatakan demikian lantaran dari keempat korban ada yang meninggal secara natural.

“Ada dari mereka yang meninggal secara wajar, sementara ada lagi dua yang lain itu kematian yang memang tidak natural tetapi juga tidak bisa disebut sebagai bunuh diri yang sukarela,” katanya.

Baca Juga: Terpopuler ! Begini Alasan Gempa Cianjur Mampu Picu Deretan Bencana Lain Hingga Potensi Tsunami, Waspada!

“Desperate death, semacam kematian yang sengsara, terpaksa, artinya yang bersangkutan sebenarnya masih ingin hidup tapi ada kondisi yang membuat lalu gak bisa keluar dari situ dan kemudian meninggal,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, korban terakhir yang meninggal di keluarga Kalideres adalah Dian.

Menurut Andrianus, Dian adalah korban yang meninggal karena desperate death atau kematian yang terpaksa.

Andrianus menyebut bahwa keluarga di Kalideres seperti sudah kehilangan tonggak pemasukan.

Baca Juga: Dian Salah Satu Anggota Keluarga Kalideres, Suka Baca Novel Horor, Sang Sahabat Mengatakan Hal Mengejutkan

Ini karena sebelumnya keluarga di Kalideres pernah mampu untuk membeli makanan.

“Jadi kelihatannya keluarga ini memang keluarga yang sudah kehilangan sama sekali tonggak pemasukan ekonominya, lalu kemudian kita membaca mengenai mengapa mereka jual mobil, lalu kemudian mau jual rumah, lalu menjual handphone,” sebutnya.

“Tetapi itu semua kan ada batasnya, ada akhirnya. Ketika akhir itu kemudian dicapai tidak ada lagi barang yang bisa dijual maka tinggal mereka kemudian menunggu kematian secara sengsara,” imbuhnya.

Kemudian lebih jauh Andrianus menjelaskan karena korban berada dalam situasi yang semakin menurun kesehatannya, itu membuat korban tidak bisa berpikir dengan tenang.

Baca Juga: Titik Terang Kasus Kematian Satu Keluarga Kalideres, Polisi: Ponselnya Berisi Emosi Negatif!

“Mereka perlahan-lahan turun, turun kesadarannya lalu kemudian lewat kemudian lenyap begitu. Jadi pada saat mereka sudah mulai lenyap itulah kemudian mereka meninggal,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, manusia adalah makhluk sosial yang mana sebagai makhluk sosial manusia bergantung pada manusia lainnya.

Akan tetapi, Andrianus menyebut bahwa keluarga Kalideres kelihatan berbeda.

Baca Juga: Salah Satu Keluarga Kalideres Meminta Saksi untuk Menutupi Kematian Sejak Mei

“Nah empat orang ini kelihatannya memang berbeda, dia adalah makhluk anti sosial, yang percaya bahwa dukungan itu hanya datang diantara mereka berempat,” sebutnya.

Selain itu, Andrianus juga menuturkan bahwa diperkirakan dua korban lain sebelum meninggal kebingungan untuk mencari bantuan.

Baca Juga: Loker Terbaru 2022 Area Jakarta Utara Posisi Admin, Lulusan SMA-SMK Bisa Daftar di Sini

“Ketika dua diantaranya meninggal duluan dan diperkirakan bahwa mereka itu meninggal karena natural death, ini kemudian membuat mereka yang dua lagi kemudian saya perkirakan sebagai goncang, bingung mau berbuat apa lalu mulai kemudian seperti mencari bantuan tetapi tidak sistematis,” lanjutnya.

“Lalu mulai jual sana jual sini, kemudian mereka sudah mulai kekurangan gizi sudah mulai tidak bisa berpikir dengan tenang, kesadaran juga makin berkurang lalu kemudian mereka meninggal dengan sengsara,” tambahnya.**

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# satu keluarga di Kalideres
# kelaparan
# Kriminolog
# Adrianus Meliala
# teori

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.