AYOJAKARTA.COM--Ronny Talapessy selaku Kuasa Hukum Richard Eliezer alias Bharada E membeberkan kronologi sebelum adanya penembakan Brigadir J.
Ronny Talapessy menyebutkan bahwa kliennya, Richard Eliezer sebelumnya sedang duduk di depan rumah yang berada di Saguling.
Kemudian Ronny mengungkapkan bahwa Richard Eliezer dipanggil oleh Ricky Rizal untuk menemui Ferdy Sambo.
Lalu akhirnya kliennya tersebut menuju ke lantai tiga, dan kejadian tersebut juga dibenarkan dengan adanya bukti CCTV.
Lalu setelah mendapat perintah, barulah Richard Eliezer, mendiang Brigadir Yosua, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal dan Putri Candrawathi pergi ke rumah yang di Duren Tiga.
Kemudian Ferdy Sambo menyusul rombongan bersama Daden, Prayogi sebagai ajudan dan Farhan sebagai pengawal motor.
Lalu disebutkan bahwa saat turun,Romer melihat senjata dan sarung tangan milik Ferdy Sambo.
“kemudian Ferdy Sambo ini turun, kemudian ada senjata yang jatuh, saksi yang melihat itu adalah Romer, Romer melihat bahwa senjata yang jatuh itu adalah HS kemudian Romer sampaikan bahwa ada sarung tangan,” ujar Ronny.
Akhirnya Ferdy Sambo masuk ke dalam dan Romer beserta lainnya menunggu di luar.
Hingga selang beberapa menit terdengar suara tembakan, Romer pun otomatis langsung mengokang senjata karena ia pikir tembakan tersebut dari luar.
Tahu tembakan tersebut dari dalam, akhirnya ia pun menemui yang lainnya di dalam, dan menanyakan pada Bharada E apa yang sedang terjadi.
Ia pun menjawab bahwa Bharada E refleks telah menembak Yosua.
Menurut keterangan Ronny, kliennya itu memiliki tiga jenis peluru senjata tersebut.
Baca Juga: Skenario Sambo Terbongkar, Penyidik Ungkap Soal Tewasnya Brigadir J: Ada yang Aneh
“Kemudian Jaksa menunjukan mengenai senjata apakah ajudan tahu ini senjata HS, betul senjata HS terutama ke Romer , terus kemudian ditanyakan mengenai peluru Ajudan, ditanya biasanya pakai peluru apa , karena faktanya pelurunya Richard Eliezer itu ada tiga jenis,” ujarnya.
Selain itu dalam kesaksian Romer, ia mengaku bahwa telah mendengar lebih dari lima tembakan.
“lebih dari lima tembakan yang pertama tiga kali, kemudian ada tembakan lagi yang menyusul itu juga pun ditanyakan kepada saksi Prayogi dan Farhan, mereka menyampaikan seperti itu jadi itulah peristiwa yang ada di Duren Tiga,” ungkap Ronny.***

Share this article
Kuasa hukum Richard Eliezer mengaku heran kenapa satu pistol yang dimiliki kliennya ternyata muncul 3 jenis peluru dalam penembakan