Benarkah Kasus Vina Cirebon Penuh Rekayasa dan Skenario? Isi Percakapan Liga Akbar dan Iptu Rudiana Soal Musuh Eky Terungkap, Ternyata…

Liga Akbar mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditandatanganinya saat menjadi saksi tahun 2016 karena merasa keterangan yang disampaikan saat itu tidak sesuai dengan fakta.
Liga Akbar mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditandatanganinya saat menjadi saksi tahun 2016 karena merasa keterangan yang disampaikan saat itu tidak sesuai dengan fakta.

AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian pasangan kekasih Eky dan Vina Cirebon tahun 2016 silam kembali mendapatkan sorotan publik setelah film Vina: Sebelum 7 Hari rilis di bioskop.

Setelah kasus Vina Cirebon kembali viral, publik merasa ada kejanggalan dalam penanganan kasus.

Apalagi setelah teman Eky, Liga Akbar mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditandatanganinya saat menjadi saksi tahun 2016 karena merasa keterangan yang disampaikan saat itu tidak sesuai dengan fakta.

Kemunculan Liga Akbar ini membuat publik semakin curiga bahwa kasus kematian Eky dan Vina Cirebon penuh dengan dugaan rekayasa dan skenario.

Terlebih saat teman Eky mengaku menandatangani BAP tersebut karena adanya tekanan dari pihak kepolisian.

Baca Juga: 5 Kejanggalan Kasus Vina-Eky Tuai Sorotan Tajam, Ada Aksi Abuse of Power dari Sosok Kunci Petinggi Polisi?

Di hadapan media, Liga Akbar bercerita soal dirinya yang dijemput serta diajak ngobrol empat mata oleh ayah Eky, Iptu Rudiana.

Ia menjelaskan bahwa sekitar satu minggu setelah Eky meninggal, Iptu Rudiana menghubungi dirinya.

Menurutnya Iptu Rudiana bertanya mengenai baju Eky yang terakhir kali dipakai saat kejadian dan apakah anaknya punya musuh atau masalah dengan orang lain.

“Foto tersangka tersebar, 7 hari atau lebih dari seminggu bapak almarhum Eky minta ngobrol personal empat mata, ada ngobrol biasa dengan cara telepon dan bertemu di mobil,” ujar Lingga Akbar, dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Senin, 17 Juni 2024.

“Setelah itu hanya ingin menguatkan, bilangnya soal pakaian almarhum yang dipakai saja itu awalnya. Menanyakan sebelumnya ada masalah tidak, masalah dengan orang lain,” lanjutnya.

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon Mulai Tunjukkan Titik Terang, Liga Akbar Sebut Dirinya Membuat BAP karena Bertemu dengan Iptu Rudiana Ayah Eky

Liga Akbar kemudian menceritakan bahwa Eky sempat curhat pernah punya masalah dengan Rivaldi alias Ucil, salah satu terpidana kasus pembunuhan tersebut.

“Almarhum Eky pernah curhat, katanya pernah punya masalah sama Rivaldi, Rivaldi Ucil, kalau dibilang kenal nggak apal muka ada. Soalnya almarhum Eky yang menunjukkan (fotonya) sebulan sebelum kejadian,” kata dia.

Begini percakapan Liga Akbar dengan Eky sebelum peristiwa pembunuhan di tahun 2016:

“A, kenal sama orang ini nggak?” tanya Eky ke Liga Akbar.

“Siapa?” jawab Liga Akbar.

Selanjutnya Eky menjawab lagi “Rivaldi, A.”

“Kenapa, Ky?” tanya Liga Akbar kembali ke Eky.

Pada saat itu Eky menjawab bahwa sedang ada masalah dengan Rivaldi “Saya ada masalah.”

“Masalah apa?” tanya Liga Akbar kembali.

Mengetahui temannya ada masalah, Liga Akbar berusaha mencari tahu tetapi pada saat itu Eky enggan memberikan jawaban.

Baca Juga: Keberadaan Pegi Setiawan saat Pembunuhan Vina Cirebon Terungkap, Benarkah Ada di Bandung?

Menurutnya setelah bertemu dengan Iptu Rudiana, tiga atau empat hari dijemput untuk membuat BAP, setelah magrib.

“Saya bilang nggak tau, karena memang nggak tau. Terus pemeriksa bilang katanya saya ada di situ, saya bilang siapa pak yang ada di situ. Dia nggak jawab, dibilang beberapa kali saya nggak tahu, tapi pemeriksa nggak percaya,” ungkap Liga Akbar.

Dari hasil pemeriksaan, teman Eky menemukan kejanggalan isi BAP yang tidak sesuai dengan keterangannya.

Menurutnya dalam BAP tertulis ada pelemparan batu dan pengejaran terhadap korban, padahal saat itu ia tidak pernah berbicara demikian.

“Di situ disebutkan adanya pelemparan batu dan pengejaran. Ketika penyidik bertanya siapa yang saya lihat, saya tetap menjawab tidak tahu dan bersikeras dengan jawaban itu,” terangnya.

“Saya bilang nggak tahu pak, tetep saya ngotot nggak tahu terus menolak. Cuma saya bingung karena nggak didampingi sama kuasa hukum, dengan terpaksa tanda tangan. Awalnya saya menolak dulu, berulang kali menolak,” imbuhnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Liga Akbar
# Liga Akbar
# Vina Cirebon
# Iptu Rudiana
# rekayasa

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).