AYOBANDUNG.COM -- Menjadi salah satu pasangan capres-cawapres, duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menawarkan gagasan perubahan.
Selain perubahan dalam bidang Poleksosbudhankam, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga menggagas perubahan paradigma.
Dengan adanya gagasan tentang perubahan di setiap aspek kebangsaan tersebut, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yakin Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih besar.
Baca Juga: Diberhentikan MKMK, Segini Gaji Pokok dan Tunjangan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman
Namun demikian, setiap gagasan yang ditawarkan tidak terlepas dari konsep keadilan sebagai nilai pokok utama.
Melalui nilai-nilai keadilan yang tertanam di segala bidang, Anies-Imin yakin akan mampu mendongkrak harkat serta derajat manusia.
Sehingga, ketika memasuki Indonesia Emas di tahun 2045 seluruh wilayah Indonesia telah mencapai satu kemakmuran.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies Baswedan saat menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII 2023.
Baca Juga: Cara Membersihkan WhatsApp agar Lebih Ringan Tanpa Menghapus Foto dan Video, Sudah Coba?
Disampaikan dalam situasi penuh kemesraan dan kebersamaan, Anies mengawali pidato dengan menyampaikan kemewahan yang dilupakan kebanyakan manusia Indonesia.
Bahasa persatuan yang lahir dari perjuangan dan proses sangat panjang, menurut Anies merupakan kemewahan luar biasa.
Karena dengan adanya bahasa persatuan, setiap warga negara Indonesia memiliki satu cara pandang dan berinteraksi yang bersifat mempersatukan.
“Kita terlalu lama berada dalam situasi biasa, sehingga tidak sadar bahwa bahasa persatuan adalah kemewahan luar biasa yang mempererat bangsa,” jelas Anies.
Baca Juga: Tes IQ: Asah Analisamu dengan Temukan Ayam Paling Berbeda dalam Waktu 4 Detik
Sehubungan dengan menjaga nilai persatuan, Anies menilai salah satu hal terpenting yang perlu dimaksimalkan adalah keadilan dan kesetaraan.
Sebab tanpa adanya rasa keadilan dan kesetaraan, maka gagasan besar apapun tentang persatuan merupakan suatu suatu kebohongan.
“Kita ingin Indonesia di 2045 satu kemakmuran, karena jangan sampai makmurnya beda-beda sehingga tidak tercerai-berai, supaya utuh harus ada kesetaraan,” imbuhnya.
Dengan adanya kesetaraan dan kemakmuran, Anies yakin Indonesia akan menjadi lebih unggul dan erat sebagai suatu bangsa.
Sehingga balkanisasi atau pengelompokkan suatu wilayah sebagaimana terjadi di Yugoslavia tidak ikut terjadi di Indonesia.
Karena itu, hal penting yang perlu dilakukan oleh pemimpin Indonesia mendatang adalah memperkecil ruang serta jarak ketimpangan antar wilayah.
Disparitas kesejahteraan, menurut Anies merupakan awal dari timbulnya kesenjangan yang mengakibatkan persoalan lain dan bermuara pada perpecahan.
Salah satu bentuk ketimpangan yang terjadi saat ini adalah adanya perbedaan antara kenaikan nilai investasi namun justru berdampak pada turunnya penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga: Daftar Siswa yang Terancam Dicabut Statusnya sebagai Penerima KJP Plus, November Sudah Cair Belum?
“Investasi naik tenaga kerja turun, artinya serba capital intensive bukan labor intensive,” ungkap Anies dikutip Ayojakarta Jumat, 10 November 2023 dari Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Menjadi salah satu pasangan capres-cawapres, duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menawarkan gagasan perubahan.