AYOJAKARTA.COM – Saat ini beredar isu Kota Jakarta dan Semarang termasuk daftar kota paling cepat tenggelam di dunia.
Ternyata hal tersebut bukan sekedar isu, menurut penelitian yang telah dipublikasikan di Geophysical Research Letter, Semarang berada di peringkat ke-2.
Ibu Kota Indonesia, Jakarta menduduki peringkat ke-3, sementara peringkat pertama kota paling cepat tenggelam di dunia diduduki oleh Kota Tianjin, China.
Baca Juga: 19.280 Orang Siap Berangkat? Inilah Syarat Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2023, Cek di Sini!
Dari hasil penelitian yang dilakukan dari tahun 2015-2020, tercatat angka penurunan tanah di Jakarta dengan rata-rata 3,44 cm per tahun.
Sementara Semarang, 3,96 cm per tahun, dan Tianjin 5,22 cm per tahun.
Lantas apa yang menyebabkan terjadinya penurunan tanah di Jakarta dan Semarang?
Baca Juga: Terbuka Untuk Umum! Yuk Nikmati Keindahan Masjid Tertinggi di Jakarta , Begini Cara Masuknya
Benarkan Jakarta dan Semarang akan seperti Atlantis dalam waktu yang dekat?
Ahli Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas memperkirakan Jakarta khususnya wilayah Jakarta Utara akan tenggelam pada 2050.
Berikut alasan tanah Jakarta dan Semarang semakin menurun, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa, 21 Maret 2023.
Jakarta
Hasil dari penelitian Andreas penurunan muka tanah di Jakarta mencapai 1 sampai 20 cm per tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2015.
Hal ini menyebabkan tanah Jakarta telah amblas hingga 4 meter.
Saat ini kenaikan air laut 6 mm per tahun, namun Heri menyebut sangat memungkinkan untuk naik.
Hal tersebut terjadi karena ada eksploitasi air tanah yang berlebih, sehingga menyebabkan tanah menurun.
Baca Juga: Kejati DKI Jakarta Tawarkan Restorative Justice, Kuasa Hukum David Bantah Disampaikan pada Keluarga
Semarang
Sementara di kota Semarang, hasil penelitian Heri Andreas menyatakan sekitar 10 cm per tahun tanah di Semarang turun.
Sehingga jika dihitung sampai 2020 diperkirakan tanah di Semarang turun sampai 2 meter lebih.
“Sekitar 10 cm per tahun yah turunnya, dari catatan kita, dan sudah turun lebih dari 10 tahun turunnya dari tanah disana,” tutur Heri.
“Mungkin dari awal tahun 2000an sudah turun yah, sudah 20 tahunan tinggal dikali 10 cm, kira-kira sudah 2 meter total turunnya,” lanjutnya.
Baca Juga: Makanan yang Bisa Dikonsumsi di Cuaca Panas Jakarta, Bukan Es dan Tidak Hanya Buah Segar!
Tanah yang lunak menjadi alasan tanah di Semarang semakin turun.
Tidak hanya tanah yang lunak, namun ada eksploitasi air tanah yang berlebihan.
“Di pesisir semarang di bagian Utara itu kan tanah lunak, secara alami tanah lunak pasti turun, kemudian kalau tanah lunak itu ditambah beban tentunya akan tambah turun,” ungkap Heri,
“Terlebih dilakukan eksploitasi air tanah, sehingga akan mengakibatkan tanah lebih turun lagi,” tuturnya.***

Share this article
Ahli Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas memperkirakan Jakarta khususnya wilayah Jakarta Utara akan tenggelam pada 2050.