AYOJAKARTA.COM---Baru-baru ini Menteri Keuangan, Sri Mulyani menanggapi soal gonjang-ganjing adanya 'tilep menilep' uang rakyat.
Bukan hanya itu, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengecam gaya hidup mewah pegawai Kemenkeu yang suka pamer.
Hal ini bermula usai viralnya kasus penganiayaan oleh anak eks pejabat Ditjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo.
Tidak sedikit publik yang justru fokus kepada harta kekayaan yang dimiliki Rafael Alun Trisambodo.
Selain Rafael Alun Trisambodo, publik juga menyoroti harta kekayaan tidak wajar dari pegawai Pajak.
Baca Juga: Bikin Geleng-geleng! KPK Temukan 134 Pegawai Ditjen Pajak Miliki Saham di 280 Perusahaan, Berisiko?
Rafael Alun Trisambodo diketahui saat ini memiliki kekayaan yang sangat fantastis.
Dari inilah kini masyarakat mempertanyakan kemana larinya uang pajak yang selama ini mereka bayar.
Melansir dari kanal YouTube METROTV, Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara.
Sri Mulyani menyebut jika pembayaran pajak dilakukan melalui e-Filing, maka uang tersebut akan langsung masuk ke kekayaan negara.
Sedangkan pihak yang menilep uang rakyat biasanya menurut Sri Mulyani adalah oknum nakal.
Yakni menurut Sri Mulyani adanya kerja sama antara wajib pajak dan aparat pajak yang nakal.
Baca Juga: Mencengangkan! Dana Tak Wajar Kemenkeu Senilai Rp 300 Triliun, Mahfud MD Tegas: Harus Dilacak
"Yang menilep dan ditilep itu adalah biasanya wajib pajak yang nakal, bekerja sama dengan aparat pajak yang nakal," ujar Sri Mulyani dikutip pada Jumat, (10/3/2023).
Akan tetapi, apabila masyarakat membayar pajak dengan benar maka uang itu akan langsung masuk kas negara.
Kas tersebut disimpan di Bank Indonesia yang merupakan pemegang kas negara.
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa setiap pengeluaran akan disesuaikan dengan dokumen anggaran negara.
Di antaranya untuk membantu masyarakat miskin, lansia, dan orang-orang yang pendapatannya tidak memadai.
Selain itu, Menteri Keuangan pun menyebut pengeluaran juga untuk pembangunan infrastruktur, satelit, bantuan internet gratis dari pemerintah.
Serta Sri Mulyani menyampaikan bahwa itu semua memakai uang pajak yang rutin dibayar oleh masyarakat.***

Share this article
Sedangkan pihak yang menilep uang rakyat biasanya menurut Sri Mulyani adalah oknum nakal yang bekerjasama