AYOJAKARTA.COM -- Irma Hutabarat, Ketua Komunitas Civil Society Indonesia, menyebutkan nama Ricky Rizal saat membahas aliran uang dari rekening Brigadir Yosua bersama Profesor Yenti Garnasih.
Melalui podcast yang dikutip dari kanal YouTube Irma Hutabarat Horas Inang oleh AyoJakarta.com pada 20 Februari 2023, Irma Hutabarat mengungkapkan bahwa banyak pertanyaan Ricky Rizal mengungkapkan bahwa ia hanya mengikuti perintah dari Putri Candrawathi untuk menarik uang dari rekening almarhum Yosua.
Diketahui Brigadir Yosua dibunuh di rumah Duren Tiga yang merupakan rumah dinas kediaman dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Hal unik terjadi saat para ahli waris dari rekening Brigadir Yosua mengetahui adanya aliran uang keluar yang mana ditarik oleh Ricky Rizal.
Sebelumnya pada persidangan di mana Ricky Rizal memberikan keterangan, Ricky Rizal mengaku bahwa ia hanya disuruh oleh Putri Candrawathi untuk menarik uang dari rekening Brigadir Yosua.
Diketahui Brigadir Yosua memiliki dua rekening yang mana salah satunya merupakan rekening dengan uang yang disebut-sebut milik dari Putri Candrawathi dan ditarik oleh Ricky Rizal untuk mengurus operasional.
Hal yang menjadi pertanyaan bersama Profesor Yenti Garnasih adalah bagaimana bisa seorang Ricky Rizal mengetahui pin dan menarik sejumlah uang dari rekening Brigadir Yosua.
"Hal lain adalah bagaimana Ricky Rizal mengetahui bahwa uang itu berasal dari Putri Candrawathi atau Ferdy Sambo?" Tanya Irma Hutabarat kepada Profesor Yenti Garnasih.
Profesor Yenti Garnasih pun menjelaskan bahwa hal ini berpotensi merupakan salah satu Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU.
Hal ini karena tidak ada penjelasan yang resmi maupun catatan keuangan dari manakah uang tersebut berasal mana bisa uang tersebut disebut merupakan milik dari pasangan suami istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
"Emang uangnya berasal dari mana? Masa turun dari langit? hal ini yang harus ditelusuri," kata Profesor Yenti Garnasih.
Profesor Yenti Garnasih juga menjelaskan bahwa hal ini seharusnya dilaporkan kepada PPATK karena termasuk ke dalam transaksi yang mencurigakan.
"Selain itu, bagaimana bisa seorang Yosua yang berdinas di Jakarta Selatan membuat rekening di Cibinong?" tanya Irma Hutabarat.
Profesor Yenti Garnasih pun menjelaskan bahwa ia menyayangkan mengapa hal ini baru terendus saat persidangan karena seharusnya mulai dari pembuatan rekening yang mana menggunakan KTP hingga proses penarikan yang tidak biasa, dapat dilaporkan kepada PPATK.
"Yang saya sayangkan itu, mengapa Ia (Yosua) membuat rekening yang jauh dari tempat dinas, bagaimana bisa seseorang memiliki uang di rekening orang lain hal itu dilarang membuat rekening atas nama orang lain, selain itu bagaimana bisa banyak orang mengetahui pin dari rekening almarhum Yosua?" Tanya Profesor Yenti Garnasih.
Sementara itu, pasca sidang Richard Eliezer, Keluarga Yosua dan penasihat hukum Kamaruddin Simanjuntak melaporkan kehilangan barang-barang milik almarhum Yosua ke kantor polisi.
Keluarga Brigadir Yosua melaporkan kehilangan uang, HP, laptop, serta pin rekening yang mana tidak diketahui sejak awal terjadi pembunuhan hingga jatuhnya vonis oleh hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Irma Hutabarat mengungkapkan bahwa banyak pertanyaan Ricky Rizal mengungkapkan bahwa ia hanya mengikuti perintah dari Putri Candrawathi.