AYOJAKARTA.COM--Inisiator Aliansi Akademisi Indonesia, Todung Mulya Lubis menyebut bahwa Richard Eliezer wajib dibela dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Dirinya mengatakan bahwa Eliezer layak dibela dalam perkara pelik yang juga melibatkan Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
Bahkan dirinya mencoba membayangkan dan mengimajinasikan keadaan mencekam yang dialami Eliezer kala itu.
Terlebih posisi Eliezer adalah sebagai Justice Collaborator yang sepatutnya mendapat perhatian lebih dalam hal tuntutan.
Baca Juga: Ahli Hukum Pidana Ungkap Negara Akan Merugi Bila Richard Eliezer Dihukum Berat: Masih Muda Kok!
Dilansir AyoJakarta.com dari Youtube Kompas TV, Todung Mulya Lubis mengungkap alasan dirinya membela Richard Eliezer, salah satunya karena posisi Justice Collaborator.
“Ada beberapa hal tadi sudah disebutkan tapi saya ingin menekankan bahwa posisi Justice Collaborator dalam kasus yang sangat pelik semacam ini ini posisi yang sangat kunci,” ujarnya
Dirinya mengatakan dengan status Eliezer yang demikian maka tidak mungkin ada alasan untuk tidak dibela.
Tidak hanya itu, ia menegaskan bahwa keadaan ini dapat menjadi momentum emas untuk melakukan reformasi hukum di tubuh polri.
Baca Juga: Pilu! LPSK Bongkar Kondisi Richard Eliezer Jelang Sidang Vonis Hakim: Dia Kalau Malam..
“Inilah momentum emas buat kita untuk melakukan reformasi hukum dalam tubuh institusi peradilan tubuh kepolisian dan yang lain-lain,” ujarnya.
Lagi-lagi, ia membahas mengenai imajinasi saat membayangkan berada di posisi Eliezer kala itu.
“Saya tidak bisa membayangkan seorang Eliezer dengan pangkat rendah di kepolisian bisa menolak satu perintah dalam situasi yang sangat mencekam sangat tegang,” ujarnya.
Berkali-kali dirinya menegaskan tentang keadaan Eliezer yang tidak dapat menolak perintah Sambo saat itu.
Baca Juga: Viral Video Lawas Kebucinan Ferdy Sambo kepada Putri Candrawathi, Warganet: Kalau Bucin Biasanya...
“Coba bayangkan imajinasikan keadaan yang sangat mencekam seperti ini, di mana dia tidak punya pilihan,” imbuhnya.
Dirinya juga menegaskan terkait alasan 122 orang Profesor Doktor ikut turun dan membuat surat dukungan untuk Eliezer.
“Rasa keadilan kita itu tersentuh, terkoyak-koyak, terinjak-injak dengan kasus ini karena kita punya akal sehat akal sehat yang bisa melihat siapa aktor utamanya, siapa yang diperdayakan, disalahgunakan, didikte, dan diperintahkan,” ujarnya.***

Share this article
Bahkan dirinya mencoba membayangkan dan mengimajinasikan keadaan mencekam yang dialami Richard Eliezer kala itu.