AYOJAKARTA.COM--Menjelang pemilihan Capres 2024, isu utang piutang Anies Baswedan mencuat ke publik.
Kabar soal utang Anies Baswedan tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Erwin Aksa.
Tak tanggung-tanggung, Erwin Aksa menyebut bahwa Anies Baswedan memiliki utang kepada Sandiaga Uno senilai Rp 50 miliar rupiah. Utang ini terkait modal saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
Pernyataan tersebut pun dipertanyakan oleh Hermawi Taslim selaku, Wasekjen Partai Nasdem.
Hermawi Taslim mengatakan bahwa apakah isu tersebut akan muncul jika eks Gubernur DKI Jakarta inu tidak mencalonkan diri sebagai Capres.
Atau apakah isu ini akan muncul jikq elektabilitas Anies tidak semakin tinggi?.
Dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, pada Kamis, 9 Februari 2023 Hermawi Taslim mengatakan bahwa selama berbulan-bulan telah mendalami kandidat yang akan dideklarasikan untuk maju ke pemilu 2024.
Menurut keterangan Hermawi Taslim, perjanjian itu ada namun dianggap lunas jika menang.
“perjanjian itu ada walaupun kita sama-sama tidak lihat tapi konteksnya apabila menang itu dianggap lunas dan itu sudah dikonfirmasi oleh orang yang paling kredibel menurut saya Sudirman Said,” ujarnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dedek Prayudi, Wesekjen PSI turut memberikan tanggapan soal isu utang piutang tersebut.
Dedek mengatakan jika seseorang telah mendapat dukungan dari beberapa partai berarti bukan bacapres melainkan capres.
Menurut Dedek, masyarakat berhak tahu siapa Anies yang sebenarnya sebab dia adalah seorang yang mencalonkan capres di pemilu 2024.
“beliau akan menjadi capres bukan lagi bacapres, ini artinya apa? masyarakat punya hak untuk tahu siapa Pak Anies sesungguhnya ,” ujarnya.
“dan ketika kita berbicara masyarakat punya hak untuk tahu siapa Pak Anies sesungguhnya ,” tambahnya.***

Share this article
Sehubungan dengan hal tersebut, Dedek Prayudi, Wesekjen PSI turut memberikan tanggapan soal isu utang piutang tersebut.