AYOJAKARTA.COM – Secara mengejutkan Kamaruddin Simanjuntak beberkan pendapatnya bahwa tewasnya Yosua sudah direncanakan dengan matang bahkan ada gladi bersih pembunuhan.
Menurut Kamaruddin Simanjuntak selaku Kuasa Hukum keluarga Yosua yang selama ini mengamati jalannya persidangan, menyimpulkan bahwa ada peran sejumlah orang yang luput dari pengamatan penyelidikan polisi.
Pada saat Yosua berada di Magelang, ada pihak yang sudah melakukan gladi bersih pembunuhannya di Jakarta.
“Mereka bersekongkol untuk membawa Yosua ke Magelang. Kemudian yang di Jakarta melakukan gladi bersih atau gladi resik tentang bagaimana proses pembunuhan itu dilakukan,” kata Kamaruddin.
Kamaruddin bersikeras mengusulkan agar pihak kepolisian memeriksa CCTV dari sejumlah rumah di sekitar TKP Duren Tiga.
Menurutnya polisi akan menemukan bukti bahwa ada pergerakan mencurigakan sebelum atau sesudah tewasnya Yosua.
“Supaya tidak diketahui oleh Yosua. Itu makanya saya katakan tolong periksa CCTV tetangga, periksa selama 1 minggu sebelum dan 1 minggu setelah,” ujar Kamaruddin.
Dari rekaman CCTV yang pernah ditampilkan di persidangan, Kamaruddin mencurigai adanya penyamaran sejumlah orang menjadi tukang ojek dan tukang siomay untuk berkeliling mengamankan area TKP.
“Di situ akan terlihat ada yang berperan libur saat pembunuhan itu. Ada juga yang berperan sebagai tukang ojek, tukang siomay, ada yang berperan membunyikan petasan,” ujar Kamaruddin, dikutip dari kanal YouTube MetroTV.
Kuasa Hukum keluarga Yosua ini berpikir bahwa perencanaan pembunuhan sudah ada sejak Juni 2022.
“Kualitas kejahatan Ferdy Sambo ini sungguh luar biasa yaitu sudah merancang kejahatan sejak bulan Juni 2022,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin Simanjuntak meyakini bahwa perencanaan pembunuhan bukan dimulai dari tanggal 7 Juli setelah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Yosua kepada Putri Candrawathi, melainkan sudah ada sejak bulan Juni.
Ia menduga bahwa simulasi pembunuhan kepada Yosua bahkan sudah dijalankan pada minggu pertama Yosua berada di Magelang.
“Mereka mengirim istri (Putri Candrawathi) dan Yosua ke Magelang lalu mereka melakukan dugaan simulasi pembunuhan satu minggu pertama itu,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.
Mengejutkannya, Kamaruddin mengugkap bahwa sebelum tembakan yang menewaskan Yosua terjadi ada suara petasan yang sengaja dibunyikan di sekitar TKP untuk menyamarkan suata pistol.
“Andaikan polisi mau mengambil CCTV milik tetangga, di situ akan terlihat bagaimana peran daripada seseorang membunyikan petasan supaya antara bunyi pistol dengan petasan itu saru,” ungkap Kamaruddin.
Dirinya juga menganggap bahwa ART Ferdy Sambo dan ajudannya yang bernama Romer dan Daden turut serta melancarkan rencana kejahatannya.
“Bagaimana si Kodir memandu antara bunyi petasan di taman dengan memberi kode ke dalam untuk menembak jadi petasan dulu bunyi baru tembakan di dalam,” ujar Kamaruddin, dikutip dari kanal YouTube Berita Satu.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak beberkan pendapatnya bahwa tewasnya Yosua sudah direncanakan dengan matang bahkan ada gladi bersih pembunuhan.