AYOJAKARTA.COM--Drama pelecehan seksual Putri Candrawathi semakin berkepanjangan. Putri Candrawathi kekeh mempertahankan pernyataannya itu dalam sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua.
Pernyataan itu semakin menjadi tatkala didukung oleh penasihat hukumnya mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.
Atas tindakan-nya itu, mantan kuasa hukum Richard Eliezer, Deolipa Yumara pun akhirnya ikut menanggapi hal tersebut.
Baca Juga: 2 Perintah Penting Ferdy Sambo Diungkap Chuck Putranto, Sebagai Sepri Kadiv: Ini Masih di Luar TKP
Deolipa berharap Febri dapat bersikap objektif dalam melihat kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang menjerat Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Menurutnya, langkah Febri sebagai kuasa hukum dari terdakwa itu adalah suatu hak dan kewajiban yang harus dijalankan sebagai advokat.
Namun, Deolipa berujar dalam menegakan keadilan itu juga harus melihat dalam segala sesuatunya secara objektif.
"itu masalah hak dan kewajiban," ujar Deolipa dilansir dari Youtube KompasTv, beberapa waktu lalu.
"Siapa tahu dia objektif, jadi anggap saja kata-katanya bisa dipegang, biasanya orang kalimat begitu kata-katanya bisa dipegang, Pegang aja kata-katanya," tambahnya.
Sebagaimana, kita ketahui kubu Sambo dan Putri Candrawathi sedang gembor-gembor menyebutkan bahwa peristiwa kasus pembunuhan Yosua itu dipicu oleh tindakan Yosua yang tidak terpuji, lantaran telah melecehkan Putri Candrawathi.
Baca Juga: Terungkap! Isi Hati Putri Candrawathi tentang Isu Perselingkuhan dengan Kuat Maruf: Pastinya Sedih
Di mana dalam cerita versi Sambo, pembunuhan itu dilakukan lantaran kemarahan yang spontan mendengar istrinya melapor sudah dilecehkan oleh ajudannya sendiri yakni Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Oleh karenanya, kubu Sambo dan Putri terus menyangkal bahwa kematian Yosua itu adalah pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya. ***

Share this article
Deolipa berharap Febri dapat bersikap objektif dalam melihat kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang menjerat Putri Candrawathi