AYOJAKARTA.COM – Selain libur tahun baru yang jatuh pada setiap tanggal 1, pada Januari 2023 ini terdapat libur perayaan Imlek.
Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama yang ditandatangani 3 menteri, perayaan Imlek tahun ini akan jatuh pada 22 Januari 2023.
Dengan kata lain, pada tanggal 22 Januari mendatang Indonesia akan merasakan libur untuk perayaan tahun baru Imlek 2574 Kongzili.
Baca Juga: Martin Lukas Sindir Jawaban 'Mungkin' dari Saksi Ahli Ferdy Sambo, Kuasa Hukum: Itu Lagunya Noah!
Meski sudah sering terdengar di telinga, namun bukan mustahil jika masyarakat masih belum mengenal asal usul perayaan hari Imlek.
Kata Imlek yang merupakan dialek Hokkian terdiri dari dua kata, yakni Im yang berarti bulan dan Lek yang bermakna penanggalan, imlek berarti kalender bulan.
Meski demikian istilah imlek juga sering disebut sebagai Chunjie yang memiliki arti Festival musim semi, atau musim peralihan.
Dengan adanya musim semi, masyarakat akan merasa senang karena berarti kegiatan bercocok tanam akan segera dimulai.
Namun dibalik perayaan imlek yang identik dengan ornamen warna merah, rupanya tersimpan suatu cerita tersendiri.
Dalam bahasa Mandarin, hari tahun baru disebut dengan istilah Guo Nian yang berarti merayakan tahun baru, serta berarti juga Mengalahkan Nian.
Baca Juga: Debat Kesepakatan Hakim dan Jaksa untuk Tinjauan di TKP, Arman Hanis Siap Hidangkan Kopi Kenangan
Nian adalah nama sosok monster besar yang berkepala serta bertanduk tajam yang hidup di dasar lautan sepanjang tahun.
Namun pada setiap menjelang tahun baru, Nian akan naik ke permukaan dan memangsa setiap manusia yang berada di dekatnya.
Karena ketakutan dan tidak ingin menjadi mangsa, manusia saat itu akan pergi mencari tempat lain yang jauh dari keberadaan Nian.
Dan saat mereka kembali, kampung-kampung yang sudah mereka tinggalkan selalu hancur berantakan.
Baca Juga: Terbongkar! CCTV Ferdy Sambo Tanpa Sarung Tangan Direkam Ulang? Ini Kata Pakar Telematika
Suatu ketika, saat Nian sudah waktunya akan naik ke permukaan dan mencari mangsa seperti tahun-tahun sebelumnya.
Seorang berwatak ksatria dengan rambut putih dan kulit kemerahan datang dan memilih untuk menghadapi Nian seorang diri.
Saat penduduk mengungsi ketakutan, ksatria tersebut justru menyibukkan diri dengan menulis puisi kebajikan pada bentangan kain berwarna merah.
Selain itu, ksatria tersebut juga menyalakan lilin di dalam kamar dan membakar potongan bambu di halaman rumah hingga gemeritik bambu terdengar.
Baca Juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Menolak Saling Bersaksi Satu Sama Lain, Apa Diperbolehkan?
Cara tidak wajar yang dilakukan ksatria tersebut ternyata berhasil membuat monster Nian merasa sangat ketakutan, hingga ia kembali ke dasar lautan.
Penduduk yang pulang mengungsi merasa takjub melihat kampung halaman mereka masih tertata rapi, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sejak saat itu, setiap menjelang perayaan tahun baru masyarakat melakukan hal yang sama dengan ksatria tersebut.
Puisi kebajikan di bentangan kain merah, lampu-lampu lampion, serta kembang api sebagai pengganti bakaran bambu di halam rumah. ***

Share this article
Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama yang ditandatangani 3 menteri, perayaan Imlek tahun ini akan jatuh pada 22 Januari 2023.