Yakin Bisa Ringankan Hukuman Sambo dan Putri? Ahli Said Karim Ogah Jawab Pertanyaan Jaksa Soal Ini

Ahli hukum pidana dari Universitas Hasanuddin, Said Karim, enggan menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal terdakwa Ferdy Sambo.
Ahli hukum pidana dari Universitas Hasanuddin, Said Karim, enggan menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal terdakwa Ferdy Sambo.

AYOJAKARTA.COM - Ahli hukum pidana dari Universitas Hasanuddin, Said Karim, enggan menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait perspektif kriminologi ada jeda waktu satu hari sebelum tewasnya Brigadir Yosua di Duren Tiga.

Sidang lanjutan pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa, 3 Januari 2023.

Jaksa meminta ahli yang dihadirkan pihak Sambo untuk mendukung pembuktian tentang jeda satu hari bisa melakukan tindakan pidana.

Baca Juga: CEK FAKTA: Video Viral Diduga Hakim Wahyu Imam Santoso Curhat Sidang Kasus Ferdy Sambo kepada Wanita Misterius

Saksi ahli yang dihadirkan tim kuasa hukum Ferdy Sambo, Said Karim, berkelit saat ditanya jaksa aspek kriminologi dari kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

"Saya jawab singkat yang mulia, jangan geser keterangan saya. Tadi saya sudah jelaskan dalam perspektif hukum itu sudah jelas semua juga tahu dengan membaca literatur hukum," jawab Said, dikutip dari kanal YouTube MetroTV, Rabu, 4 Januari 2023.

"Kalau bapak baca itu dan menanyakan dalam perspektif kriminologi. Bahwa kriminologi itu hanya sebagai ilmu pembantu dalam hukum pidana," lanjut Said.

Said menyebut jangka waktu perencanaan pembunuhan dalam segi kriminologi sangat relatif. Menurutnya, pembunuhan berencana tak bisa dijelaskan dari perspektif kriminologi, tetapi dari KUHP.

Baca Juga: Lagi Serius Mau ke TKP Pembunuhan Brigadir J, Kubu Sambo Bercandakan Jaksa: Saya Siapkan Kopi Kenangan

"Untuk pembuktian terjadi tidaknya tindak pidana itu, penerapan pasal-pasal kita tak bisa menggunakan kriminologi. Namun, kita menggunakan hukum acara pidana formal, KUHAP, dan KUHP. Kalau itu yang Bapak mau pertanyakan lebih lanjut dengan segala hormat saya tidak berkenan menjawab," tegas Said.

Kemudian Said menegaskan jika JPU tetap ingin kekeh jawabannya dalam perspektif kriminologi. Said mengungkapkan enggan untuk menjawabnya.

"Jangan bawa hal itu jadi salah kamar nanti. Mohon maaf kalau bapak itu yang masih bapak pertanyaannya lebih lanjut dengan segala hormat saya tidak berkenan menjawabnya," tutupnya.

Kemudian jaksa pun bertanya mengenai soal filosofi hidup masyarakat di Sulawesi Selatan, yaitu Siri Na Pacce.

Jaksa bertanya ke ahli apakah seorang pria Sulawesi Selatan sejati akan membela diri sendiri atau menyuruh orang lain untuk melakukan perbuatan pidana demi membela harga diri.

Baca Juga: Bikin Riuh Seisi Ruang Sidang, Ternyata Ini Penyebab Said Karim Saksi Ahli Kubu Ferdy Sambo Tertawakan JPU

"Saya kaitkan dengan dalam perspektif kriminologi dikaitkan Prof juga dari Sulawesi Selatan adalah salah satu filosofi hidup orang Sulawesi Selatan, yaitu Siri Na Pacce melakukan sesuatu bahkan perbuatan itu perbuatan tindak pidana pun tapi dalam tujuan untuk membela harga diri," kata jaksa.

"Pertanyaan saya, menurut pengalaman atau pengetahuan ahli, seorang pria Sulawesi Selatan sejati akan melakukan perbuatan untuk menegakkan harkat dan martabat keluarganya dia akan melakukan sendiri untuk membela harga dirinya atau dia menyuruh orang lain dalam perspektif kriminologi?," tanya JPU.

Said pun menolak menjawab pertanyaan jaksa. Said menyebut pertanyaan jaksa itu semestinya dilontarkan ke ahli kebudayaan yang mendalami adat istiadat.

"Ya baik, izin Yang Mulia, untuk menjawab, pertanyaan Bapak itu bagus sekali, tapi mestinya dijawab oleh ahli kebudayaan yang mendalami tentang adat istiadat Bugis Makassar yang cocok," jawab Said.

Ia juga mengatakan dirinya hadir di persidangan untuk memberikan keterangan sebagai ahli hukum pidana. Karena itulah, Said mengaku tidak mau menjawab pertanyaan jaksa yang bukan spesifikasi keahliannya.

Baca Juga: Kocak! Inilah Momen Lucu Saat Saksi Ahli Kubu Ferdy Sambo Tertawakan Jaksa hingga Puji Ganteng di Ruang Sidang

"Kalau Bapak, saya tahu saya ahli pidana, ahli hukum pidana, Bapak minta saya jungkir balik untuk menjawab itu, saya nanti punya keterangan jadi lompat pagar Pak, diluar dari batas spesifikasi keahlian saya," kata Said.

"Baik terima kasih, supaya Bapak tidak lompat pagar saya ubah kalimatnya," kata jaksa kembali.

"Silakan Pak, silakan," jawab Said

Selanjutnya, jaksa mengubah pertanyaan supaya tidak lompat pagar, Jaksa pun bertanya kembali ke ahli dari perspektif kriminologi apakah seseorang dalam melakukan tindak pidana untuk membela diri itu dilakukan sendiri atau menyuruh orang lain. Said pun kembali tidak mau menjawab.

"Kita kesampingkan dulu budaya Siri Na Pacce, karakter secara umum dalam perspektif kriminologi seseorang yang melakukan tindak pidana untuk membela harga diri dan martabatnya itu dia lakukan sendiri atau dia menyuruh orang lain?," tanya jaksa.

"Tidak perlu saya jawab itu," jawab Said.

"Oh tidak bisa jawab juga, kami geser lagi pertanyaannya," lanjut jaksa kembali.

Said kemudian menjelaskan bahwa pertanyaan jaksa tidak ada relevansi dengan keahliannya sebagai ahli pidana. Dengan nada tinggi, Said meminta jaksa tidak memaksakan diri untuk bertanya.

"Karena tidak ada relevansinya sebenarnya mohon maaf saya, Bapak penuntut umum yang saya hormati mohon jangan memaksakan diri untuk bertanya, terhadap hal-hal yang tidak relevan dengan pembuktian perkara ini. Kiranya menyimpan pengetahuan untuk tidak menghamburkan potensi diri bertanya hal-hal yang tidak relevan," ucap Said ketika ditanya oleh jaksa.***

 
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Said Karim
# Putri Candrawathi
# jaksa penuntut umum
# Ahli hukum pidana
# Ferdy Sambo

News Update

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.