AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua hingga kini masih berlanjut.
Persidangan pun diwarnai aksi drama Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang selalu mengungkit soal pelecehan seksual yang dialaminya.
Padahal perkara pelecehan seksual sendiri telah ditutup oleh pihak penyidik, lantaran tidak memperoleh bukti yang kuat terkait adanya dugaan pelecehan tersebut.
Apalagi pihak kuasa hukum Sambo dan Putri hingga kini tidak dapat membuktikan secara riil pembuktiannya di persidangan.
Mantan kuasa hukum Putri Candrawathi, Patra M. Zen pun mengakui sempat kena prank kebohongan istri dari mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo soal pelecehan seksual tersebut.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV dalam acara bincang-bincang bersama Rosi pada Selasa (03/01/2023), Patra M. Zen membongkar kedok skenario pelecehan Ferdy Sambo.
"Anda awalnya tu menggebu-gebu sekali mengatakan ada pelecehan seksual, dugaan pencabulan. Anda masih bersikeras dengan statement ini?," tanya Rosi.
"Jadi yang mau saya sampaikan ini adalah saya pun diberikan informasi yang keliru," kata Patra.
"Jadi maksudnya apa Anda kena prank juga?," tanya Rosi.
Mendapat pertanyaan tersebut, lantas Patra mengakui bahwa dirinya terkena prank dari mantan kliennya yakni Putri Candrawathi.
"Ya Kalau bahasa sekarang kena prank juga lah," ucapan Patra.
Lanjut, Patra pun menyebutkan bahwasanya hubungan antara kuasa hukum dan klien itu adalah saling percaya, tapi belakangan dirinya baru menyadari bahwa selama ini dirinya juga dibohongi oleh Putri Candrawathi. Kemudian dia mengaku telah diberikan informasi yang keliru.
Patra menyebutkan bahwa peristiwa atau kejadian pelecehan seksual tersebut bahwasanya memanglah tidak ada dan tidak pernah terjadi dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
"Landasan-kan saling percaya, nah bahwa ternyata saya juga kena prank belakangan baru tahu kan. Baru tahunya apa? ternyata memang tidak ada peristiwa ataupun unsurnya tidak terpenuhi kan dibilang oleh Bareskrim," kata Patra.
Sebelumnya, usai pembunuhan berencana Brigadir Yosua ini mencuat ke permukaan, Putri Candrawathi sedang didampingi oleh seorang kuasa hukumnya bernama Patra M. Zen.
Patra menjelaskan bahwa awalnya sangat percaya dengan informasi yang disampaikan Putri soal dugaan peristiwa pelecehan yang dialami dirinya, dimana dugaan pelecehan itu ditudingkan kepada mendiang Brigadir Yosua.
Hingga Patra pada akhirnya menyadari bahwa pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi, akan tetapu selalu digaungkan oleh pihak Ferdy Sambo untuk memojokan pihak Brigadir Yosua.***

Share this article
Mantan kuasa hukum Putri Candrawathi, Patra M. Zen pun mengakui sempat kena prank kebohongan istri Ferdy Sambo.