AYOJAKARTA.COM -- Dokter Forensik RS Polri Kramat Jati mengungkapkan adanya dua luka tembak yang mematikan di jasad Brigadir J (Nofriansyah Yoshua Hutabarat).
Dia mengungkapkan, luka di tubuh Brigadir J berjumlah tujuh titik.
Dari jumlah titik tembak tersebut, enam di antaranya tembus dari Brigadir J.
- Baca Juga: Ahli Forensik dan Medikolegal: Dua Luka Tembak Fatal Jadi Penyebab Kematian Brigadir J
- Baca Juga: Saldo Rekening Rp 100 Triliun Brigadir J Kembali Bergema, Pakar: Uang Itu di Debet
- Baca Juga: Buktikan 3 Hal Jika Tidak Ada Kekerasan Seksual di Putri Candrawathi, Pengacara Brigadir J: Stop Omong Kosong
Dijelaskan oleh Dokter Farah Primadani Karouw, ada dua luka tembak yang menjadi penyebab utama Brigadir J meninggal.
Dua luka tembak mematikan itu berada di kepala belakang dan dada.
Dokter Farah Primadani Karouw mengungkapkan hal tersebut di persidangan lanjutan kasus kematian Brigadir J yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 19 Desember 2022.
- Baca Juga: Meski Bukan Pelawak, Inilah Momen Kocak Kuat Maruf saat Jadi Saksi dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
- Baca Juga: Update Kasus Brigadir J: Martin Simanjuntak Heran Atas Pengakuan Putri Candrawathi, Banyak yang Janggal!
Diberitakan Republika, dalam persidangan lanjutan tersebut, lima terdakwa dihadirkan sekaligus. Empat terdakwa dihadirkan langsung di pengadilan, yakni terdakwa Ferdy Sambo, dan isterinya Putri Candrawathi, dan Kuat Maruf, serta Bripka Ricky Rizal (RR).
Sementara terdakwa Bharada RE, dihadirkan melalui nirkabel karena statusnya dalam suaka Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sebagai justice collaborator (JC).
Farah adalah dokter forensik yang melakukan pembedahan awal pada jenazah Brigadir J usai kejadian pembunuhan di Duren Tiga 46, Jaksel, Jumat, 8 Juli 2022.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkannya ke persidangan terkait hasil autopsi, dan analisa medis terkait luka-luka tembak yang terdapat pada jenazah Brigadir J.
“Dari tujuh luka tembak yang kami temukan, ada dua yang bersifat fatal atau dapat menimbulkan kematian. Yaitu luka tembak pada dada sebelah kanan, dan luka tembak yang kami temukan di kepala belakang sisi kiri,” begitu kata Farah.
Penjelasan Farah tersebut, ia sampaikan kepada majelis hakim atas pertanyaan jaksa tentang ada berapa banyak luka tembak pada jenazah Brigadir J saat dilakukan pembedahan.
“Terkait dengan luka tembak ini, bisa anda (Farah) jelaskan terdapat pada bagian mana, dan pada bagian mana yang mematikan?,” begitu tanya jaksa.
Dokter Farah, pun menerangkan pada jenazah Brigadir J, terdapat tujuh luka tembak masuk. Namun hanya enam yang teridentifikasi luka tembak keluar.
Tujuh luka tembak masuk tersebut, kata Farah menjelaskan, ada pada kepala bagian belakang sisi kiri.*** (Republika)

Share this article
Ahli Forensik beberkan dua luka tembak yang mematikan di jasad Brigadir J yang menjadi penyebab utama kematan.