AYOJAKARTA.COM-- Benarkah gempa Cianjur memicu gempa Megathrust yang akan menyebabkan tsunami di pulau Jawa?.
Belakangan ini, berbagai bencana gempa terus saja terjadi di wilayah pulau Jawa, gempa Cianjur menjadi salah satu yang berdampak paling signifikan diantara gempa lainnya.
Di sisi lain, sebuah penelitian menyebutkan bahwa gempa bumi Megathrust dengan kekuatan Magnitudo 8,9 berpotensi mengguncang wilayah pulau Jawa.
Tak hanya itu saja, bahkan gempa dengan kekuatan yang sangat besar tersebut sangat berpotensi untuk menimbulkan tsunami hingga ketinggian 34 meter.
Lalu, apakah gempa Cianjur ada kaitannya atau bahkan memicu gempa Megathrust yang mengancam pulau Jawa tersebut?.
Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi tentang keduanya, antara gempa Cianjur dan gempa Megathrust.
Baca Juga: Waspada! Sesar Baribis Berikan Ancaman Potensi Gempa Besar di Jakarta, Ini Kata Para Ahli
Potensi Gempa Megathrust
Dikutip AyoJakarta.com dari jabar.suara.com dalam artikel Gempa Bumi Megathrust 8,9 M Berpotensi Picu Tsunami Setinggi 34 Meter di Laut Selatan Jawa, Apa yang Harus Dilakukan?, pakar tsunami dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widjo Kongko mengatakan bahwa potensi tsunami setinggi 34 meter tersebut perlu diwaspadai.
"Perlu adanya upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan, dan khususnya sistem peringatan dini dan jalur serta tempat evakuasinya," kata Widjo, Rabu (9/11/2022).
Baca Juga: Menganalisis Sesar Baribis, Patahan Aktif di Selatan Jakarta yang Berpotensi Mengakibatkan Bencana Gempa Bumi
Widjo menjelaskan bahwa bagian selatan Pulau Jawa dan bagian barat daya Pulau Sumatera berpotensi diguncang gempa bumi megathrust yang harus diwaspadai.
Kendati demikian, ia mengatakan bahwa gempa dengan kekuatan Magnitudo 8,9 tersebut tidak diketahui kapan terjadinya.
Menurutnya, gempa bumi Megathrust mengancam Pulau Jawa dan Sumatera dengan potensi tsunami di bagian selatan Jawa dan barat daya Sumatera.
Walaupun demikian, tsunami ini juga bisa menjalar melalui Selat sunda dan memasuki Pantai Utara Jawa dan tenggara-timur Sumatera.
Baca Juga: Ancaman Bencana Pasca Gempa, BRIN: Letak Patahan Gempa Cianjur Bergeser dari Sesar Cimandiri
Widjo mengungkapkan bahwa hasil penelitian terbaru dari Pepen Supendi dan tim dari BMKG tentang potensi tsunami dan gempa megathrust di selatan Pulau Jawa perlu ditanggapi lebih serius.
Hasil penelitian tersebut terbit pada bulan Oktober 2022 yang menyebutkan bahwa gempa bumi Megathrust dengan kekuatan Magnitudo 8,9 berpotensi menimbulkan tsunami dengan tinggi 34 meter di selatan Pulau Jawa.
Ia kemudian menambahkan bahwa tsunami akibat gempa bumi Megathrust dapat menimbulkan akibat yang luar biasa.
Baca Juga: Seorang Bapak Bopong Jenazah Anaknya Korban Gempa, Dibungkus Selimut Tampak Kebingungan di Pinggir Jalan
Khususnya bagi daerah di tepi pantai wilayah Pulau Jawa dan Sumatera, perlu ditingkatkannya upaya mitigasi untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat bencana tersebut.
"Review (tinjau) kembali dokumen rencana kontingensi dan rencana operasi, peta-peta jalur evakuasi, sistem peringatan dini untuk mitigasi tsunami, terutama di wilayah pesisir Jawa-Sumatera. Serius dan segera," katanya.
Menurut EOS Science News By American Geophysical Union, gempa megathrust terjadi akibat pecahnya batas lempeng di bidang kontak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.
Baca Juga: Gempa Bumi Mengguncang Kabupaten Pangandaran 4,5 SR Tadi Pagi, BMKG Ingatkan Gempa Susulan
Kondisi tersebut mengakibatkan gerakan relatif antar lempeng tidak terbendung dan tekanan terkumpul di area dua lempeng, yang akan dilepaskan melalui gempa dahsyat yang disebut gempa Megathrust.
Gempa Cianjur Memicu Megathrust?
Hingga saat ini, belum diketahui apakah gempa Cianjur juga berkaitan dengan potensi gempa Megathrust di Pulau Jawa dengan kekuatan Magnitudo 8,9.
Akan tetapi, diketahui sebelumnya bahwa penyebab gempa Cianjur adalah sesar darat yang tidak menimbulkan tsunami.
Baca Juga: Bayi Perempuan Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Beri Nama Gempita Shalihah Kamil
Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Teknik Geologi Unpad yang mencoba menganalisis penyebab dari gempa Cianjur.
“Sesar-sesar yang di darat memang tidak akan menimbulkan tsunami, tetapi akibat primernya itu gedung-gedung banyak yang roboh. Kalau kedalamannya cukup dangkal, gempa kecil pun bisa merusak,” ujar Dr.Ir. Ismawan, M.T dikutip dari unpad.ac.id.
Apabila mengacu pada pernyataan tersebut, kemungkinan besar gempa Cianjur tidak memicu Megathrust yang menyebabkan tsunami dengan ketinggian 34 meter. ***

Share this article
Simak penjelasan tentang gempa Cianjur yang terjadi beberapa bulan lalu dikaitkan dengan gempa megathrust 8,9 Magnitudo yang bisa muncul