AYOJAKARTA.COM - Ronny Talapessy selaku kuasa hukum Richard Eliezer atau Bharada E siap dengan tegas menghadapi persidangan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Ronny Talapessy mengaku telah menyiapkan strategi dengan alat bukti yang akan dijadikan senjatanya untuk memperjuangkan kebenaran.
Bahkan Ronny Talapessy menyampaikan saat Richard Eliezer diperintah Ferdy Sambo untuk menembak, jika ada kesempatan untuk menemui Yosua dia akan menyuruh almarhum untuk lari.
Baca Juga: Ronny Talapessy Bocorkan Strategi Menang di Persidangan: Richard Eliezer 'Tumbal'-nya Ferdy Sambo
Kuasa hukum Richard Eliezer menceritakan sedikit kronologi sebelum kejadian penembakan Brigadir J yang dilakukan oleh kliennya.
Di mana saat di rumah Magelang Richard Eliezer sempat diperintah untuk ke lantai tiga oleh Ferdy Sambo dan saat itu iya diberikan perintah untuk menembak Yosua.
Dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube Kompas TV bahwa Ronny Talapessy menceritakan kronologi kepada Budiman Tanuredjo selaku wartawan senior Kompas bahwa saat itu Richard Eliezer bahkan diperintah untuk bunuh.
"Richard naik ke lantai tiga (Rumah Magelang), kemudian pas naik di lantai 3 itu kan langsung perintah itu keluar, nah perintahnya itu bukan perintah tembak lagi (tapi) perintah tembak dan bunuh," ujar Ronny Talapessy menceritakan kronologinya.
"Iya tembak dan bunuh ya nanti detailnya kita sampaikan di persidangan," sambungnya.
Ronny Talapessy juga menceritakan bahwa Richard Eliezer kemudian berdoa agar berharap kejadian penembakan tersebut tidak terjadi.
"Jadi ketika menerima perintah Mas Budiman, ada rasa takut dia tidak berani membantah tidak berani menolak sehingga dia (Richard Eliezer) berdoa," kata Ronny Talapessy.
"Berdoanya dia sampaikan 'Tuhan Yesus kalau bisa ini jangan terjadi, tolong ketuk hatinya bapak (Ferdy Sambo)', karena itu posisinya dia (Ferdy Sambo) itu sudah marah," sambungnya.
Kemudian Ronny Talappesy juga menyampaikan bahwa setelah kejadian itu Richard Eliezer pergi ke rumah di Duren Tiga.
Jarak dari rumah Magelang ke rumah Duren Tiga hanya memakan waktu sekitar tiga menit, di Duren Tiga Richard Eliezer langsung naik ke lantai 2 dan berdoa lagi.
"Masuk ke dalam langsung dia naik ke lantai dua, lantai kedua itu dia berdoa lagi, itu yang ada di dakwaannya jaksa, dia berdoa dua kali," ungkap Ronny Talapessy.
Ketika Richard Eliezer berdoa dia di Magelang sempat belum berhadapan langsung dengan Yosua, kemudian di Duren Tiga dia langsung ke lantai dua dan berdoa lagi.
Saat itu Yosua masih di luar bersama Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf sehingga tidak sempat bertemu dengan Richard Eliezer.
"Yosua itu kan masih di luar kemudian ada Ricky Rizal yang mengawasi dan Kuat Ma'ruf," ujar Ronny Talapessy.
"Kalau dia ada kesempatan untuk berhadapan langsung dengan almarhum Yosua dia akan ngomong 'lari, Bang'," lanjutnya menceritakan.
Baca Juga: Ronny Talapessy Bantu Bharada E Tanpa Dibayar Sedikitpun, Ternyata Ini Alasannya
Tak lama setelah itu Ferdy Sambo datang dan memaksa Richard Eliezer menembak, kemudian terjadilah penembakan terhadap Yosua.
"Ini masalahnya tidak ada waktu, waktunya sangat pendek, nanti kita buktikan di persidangan, nanti rincian detail-detailnya saya akan sampaikan di persidangan," jelas Ronny Talapessy.
Hal ini menjadi salah satu alat bukti yang akan digunakan Ronny Talapessy untuk disampaikan di persidangan di mana hal tersebut ada kaitannya dengan hasil asesmen psikologi dari Richard Eliezer.
Baca Juga: Mengejutkan! Ternyata Ini Alasan Richard Eliezer Memilih Ronny Talapessy Jadi Pengacaranya
"Nanti kita akan cocokan dengan hasil asesmen psikolog kita juga, ini korelasinya ada Mas Budiman, ini menjadi satu rangkaian, Kenapa terima perintah (kemudian) ada ketakutan, itu nanti kita sampaikan di persidangan," ujar Ronny Talapessy.
Ronny Talapessy menjelaskan argumennya bahwa pernyataan terkait penyampaian kata 'hajar' bukan 'tembak' yang sempat dijadikan pembelaan dari kuasa hukum Ferdy Sambo itu tidak masuk akal.
"Kalau Richard Eliezer salah merjemahkan perintahnya Sambo, bilang lah hajar tiba-tiba Richard tembak, dibunuh. Mungkin saja Richard itu ditembak juga di tempat, kalau enggak langsung dipanggil polisi 'tangkap nih anak salah dia terima perintah saya, saya bilang hajar ko dia tembak', nah ini lagi kalau dikasih sederhana yang sebenarnya menurut kami terlalu naif lah," jelas Ronny Talapessy.
Selain faktanya di Duren Tiga itu Ferdi sambo menyuruh untuk tembak dan itu sudah tertera di BAP yang kemudian nanti juga akan lebih dibuktikan di persidangan oleh Ronny Talapessy.
"Sekarang waktu fakta di Duren Tiga itu kan 'woi tembak woi, kau tembak' tiga kali loh perintah itu, nanti kita buktikan sama-sama di persidangan," ujar Ronny Talapessy.***

Share this article
Ronny Talapesst mengungkap bahwa Richard Eliezer akan meminta Brigadir J lari jika ada kesempatan sebelum tragedi penembakan itu terjadi.