AYOJAKARTA.COM - Tengah beredar video viral Ismail Bolong yang diketahui merupakan seorang mantan anggota polri yang mengaku terlibat dalam bisnis tambang batu bara ilegal.
Terlebih lagi, hasil tambang ilegal tersebut disetorkan kepada petinggi Polri yang disampaikan Ismail Bolong pada video viralnya.
Menkopolhukam, Mahfud MD, menanggapi video Ismail Bolong tersebut mengaitkannya dengan idu perang bintang.
Baca Juga: Viral Video Ismail Bolong, Nama Komjen Agus Andrianto dan Hendra Kurniawan Ramai Dikaitkan
Menurutnya ada isu perang bintang di tubuh Polri yang semakin terlihat belakangan ini.
Mahfud MD menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 6 November 2022.
Menurutnya isu perselisihan antara pejabat tinggi di Kepolisian Republik Indonesia harus segera diatasi.
Baca Juga: Fakta-fakta Tentang Ismail Bolong yang Sempat Ngaku Setor Rp6 Miliar Hasil Tambang Ilegal ke Kabareskrim
Hal ini ia sampaikan terkait munculnya nama Komjen Pol Agus Andrianto yang menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri).
Komjen Pol Agus Andrianto diketahui terlibat isu setoran tambang ilegal di Kalimantan Timur yang diungkapkan Ismail Bolong.
Ismail Bolong diketahui pernah menjabat sebagai Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Samarinda.
Baca Juga: Mengejutkan! Ismail Bolong Minta Maaf Pada Kabareskrim dan Mengaku Diintimidasi Hendra Kurniawan
Dalam video yang beredar, mantan anggota Polri Samarinda itu mengaku sebagai pengepul batu bara ilegal Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Dia mengaku pernah menyetor uang Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri dalam 3 term pemberian, yaitu September, Oktober dan November 2021.
Mahfud MD mengatakan isu tersebut dibantah sendiri oleh Ismail Bolong yang menyebut dirinya dalam tekanan Karopaminal Polri Hendra Kurniawan saat membuat video tersebut.
Baca Juga: Ismail Bolong Minta Maaf Usai Mengaku Setor Uang Milliaran ke Petinggi Polri, Warganet Sebut Ada Intimidasi
Meski demikian, Mahfud MD menegaskan pihaknya akan tetap menelusuri dan berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal itu agar memastikan kebenaran pernyataan Ismail Bolong dan isu yang ia sampaikan terkait setoran tambang ilegal.
Mahfud berkata sejumlah Jenderal sedang membuka kartu jenderal lainnya. Ia memberi perhatian khusus terhadap hal ini.
"Isu perang bintang terus menyeruak. Dalam 'perang' ini, para petinggi yang sudah berpangkat bintang saling buka kartu truf. Ini harus segera kita redam dengan mengakar masalahnya," tulis Mahfud MD dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Harian Kompas pada Senin (7/11/2022). ***

Share this article
Tanggapi soal viral video pengakuan Ismail Bolong, Mahfud MD buka-bukaan sebut ada perang bintang di tubuh Polri.