AYOJAKARTA.COM - Pada Selasa (4/10/2022), muncul sebuah rekaman pembicaraan antara dua oknum polisi saat tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang.
Rekaman tersebut merekam obrolan dua oknum polisi yang sedang berada di dalam mobil truk yang diduga milik polisi pada saat peristiwa bentrokan antar Brimob terjadi.
Dalam obrolan, terdengar nada candaan dan tertawaan dari kedua oknum polisi tersebut saat menyaksikan tragedi berdarah itu.
Baca Juga: Polisi Periksa 29 Saksi hingga CCTV Buntut dari Tragedi Kanjuruhan
Menurut pembicaraan kedua oknum tersebut, diketahui penyerangan terhadap penonton dilakukan oleh oknum Brimob saat itu.
“Jarang–jarang lihat ini hihihi,” ujar oknum A di dalam mobil sambil tertawa geli.
“Iya dok, perang. Rekan–rekan kalo ngawur–ngawur dok, brimob dok,” balas oknum B di dalam mobil.
“Mati kalau lawan brimob dok, mati!!! Tuh kan disikat,” seru oknum B saat melihat penyerangan tersebut.
Bukannya membantu mengamankan, kedua oknum yang diduga polisi tersebut justru keasyikan melihat tragedi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 131 Jiwa
Tidak berselang lama, mereka menyaksikan ada seorang suporter yang kepalanya terkena serangan dan malah mengomentarinya dari dalam mobil.
“Oohhhh, kena kepalanya!,” teriak oknum A sambil menahan tawa.
“Oh mati kena itu dok, lihaten lha nyonyor semua,” balas oknum B di mobil.
Setelah menyaksikan penyerangan tersebut, mereka dengan nada candaan langsung membuat pernyataan jika nantinya akan banyak pasien yang harus ditangani.
“Siap–siap pasien banyak dok. Siap-siap pasien banyak,” ujar oknum B sambil bercanda.
Kemudian setelah mendengar pernyataan temannya, oknum A pun tertawa geli.
Baca Juga: Terus Bertambah, Deretan Fandom K-Pop di Indonesia Ini Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan Malang
Dalam video berdurasi 36 detik tersebut, saat pembicaraan antara dua oknum, terlihat gas air mata sudah ditembakan dan tersebar menyelimuti seisi stadion.
Seseorang memperkuat dugaan jika pembicaraan tersebut berasal dari oknum polisi karena terlihat topi polisi di atas dashboard.
“Itu di dashbor topi polisi. Gak mungkin dokter nyamar jadi polisi,” ujar netizen di kolom komentar.
Kemudian pertanyaan tersebut diperkuat kembali oleh beberapa netizen, jika pembicaraan tersebut berasal dari oknum polisi.
“Saya juga awal mikirnya itu di ambulance, tapi kalau kita perhatikan lebih teliti ternyata dia itu polisi,” balas netizen.
“Dalam instansi polisi dan TNI itu ada Namanya perwira karir yang bisa saja perawat dan dokter yang lulus menjadi polisi dan TNI setelah mempunyai gelar dokter dan perawat,” balas netizen.
Dari tragedi kanjuruhan tersebut telah mengakibatkan sebanyak 131 korban jiwa mulai dari dewasa hingga balita.
Video itu membuat para netizen geram dan berharap agar pihak kepolisian dapat memproses hukum kedua oknum tersebut.***

Share this article
Berikut video rekaman candaan 'kematian' yang diduga dilakukan dua oknum polisi saat lihat kerusuhan di Kanjuruhan.