AYOJAKARTA.COM - Dugaan korupsi proyek Whoosh atau kereta cepat Jakarta-Bandung kini mulai menemui titik terang.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap salah satu modus dugaan korupsi pada proyek Whoosh ini.
Salah satunya adalah tanah milik negara yang ternyata dibeli lagi oleh negara.
Saat ini, KPK masih terus melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut.
"Modus-modus seperti ini masih terus didalami terkait dengan pengondisian-pengondisian dalam proses pengadaan lahannya," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui atau berkaitan dengan modus ini.
Budi menyebut, pihaknya sudah meminta keterangan dari banyak pihak dalam penyelidikan dugaan mark up dalam proyek Whoosh ini.
Bahkan, KPK disebut telah mengantongi data pihak-pihak yang diduga terlibat dalam modus tanah milik negara dibeli lagi oleh negara.
Sebelumnya, adanya dugaan mark up ini disampaikan oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD, dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, pada 14 Oktober 2025.
Dalam video itu Mahfud mengungkap dugaan korupsi berupa penggelembungan anggaran atau mark up di proyek Whoosh yang bersumber dari tayangan Nusantara TV dan sumber terpercaya.
Mahfud pun mengaku siap jika dirinya dipanggil KPK untuk memberikan keterangan terkait dugaan mark up pada proyek Whoosh ini.***

Share this article
KPK saat ini telah mengusut dugaan tanah milik negara yang dibeli lagi oleh negara dalam kasus korupsi Whoosh.