AYOJAKARTA.COM – Efek samping langka AstraZeneca yang telah menjadi isu internasional ini mulai menjadi perhatian para praktisi medis di tanah air.
Dilansir ayojakarta.com dari Kanal Youtube Metro Tv, dilaporkan bahwa pihak AstraZeneca telah mengakui bahwa vaksin Covid 19 produk mereka memiliki efek samping langka.
Pengakuan AstraZeneca perihal efek samping langka ini telah direspon oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi.
Melalui wawancara dengan Metro Tv, Siti Nadia mengatakan bahwa efek samping itu telah diketahui sejak tahun 2021 yang lalu.
Baca Juga: Ini Dia 20 PTN dengan Rata-Rata Nilai UTBK Tertinggi pada SNBT, Ada PTN Incaranmu?
Saat itu, lanjut Siti Nadia, dikatakan ada 37 kasus pembekuan darah di Eropa, yang ketika itu masih dalam tahap penyelidikan apakah hal tersebut akibat dari penggunaan vaksin AstraZeneca.
Indonesia sendiri, menurut Siti Nadia, juga melakukan penyelidikan terkait penggunaan semua vaksin yang digunakan, bukan hanya AstraZeneca.
Selalu dilakukan monitoring apakah orang-orang yang telah diberikan vaksin AstraZeneca ini mengalami pembekuan darah atau trombosis.
Baca Juga: Syarat Nilai Ijazah dan Rapor di Masing-Masing Sekolah Kedinasan, Paket C Bisa Mendaftar!
Sampai saat ini, di Indonesia, tidak ada kasus yang dilaporkan akibat dari efek samping langka AstraZeneca, kata Siti Nadia.
Pihak Kemenkes telah melakukan pengamatan hingga 20 hari setelah penyuntikan, apakah ada gejala efek samping atau tidak.
Efek samping ini paling mudah dideteksi pasca 4 sampai 20 hari setelah penyuntikan, sehingga terlihat efek langsung pasca penyuntikan.
Namun, setelah melewati 6 bulan, perlu pemeriksaan lebih lanjut apakah memang ada korelasi antara penyuntikan vaksin dengan gejala pembekuan darah.
Baca Juga: Ini Dia Sifat Tersembunyi Pemilik Golongan Darah A , B, O, dan AB
Atau, apakah si penderita memang sudah ada gejala trombosis sebelum disuntik vaksin.
Hal ini perlu penyelidikan lebih teliti dan baru bisa dibuktikan di pengadilan baru-baru ini.
AstraZeneca juga sudah mengakui bahwa gejala trombosis ini akibat dari efek samping langka vaksin mereka.
Hal ini memiliki jarak beberapa tahun sejak vaksin AstraZeneca pertama kali digunakan.
Baca Juga: 4 Sifat Unik yang Hanya Dimiliki Orang dengan Golongan Darah O
Siti Nadia juga menyampaikan bahwa monitoring ini akan terus dilakukan sehingga gejala-gejala efek samping ini diketahui oleh tenaga medis di Indonesia.
Sejak awal, pihak AstraZeneca tidak memperbolehkan pemberian vaksin pada mereka yang memiliki riwayat pembekuan darah, stroke, dan wanita dengan keguguran berulang.
Adapun gejala-gejala yang terjadi, akan sangat sulit bagi masyarakat awam akan mengenalinya.
Vaksin AstraZeneca sudah tidak digunakan lagi di Indonesia sejak status Covid 19 telah dicabut.
Selain itu, menurut Siti Nadia, Indonesia saat ini sudah memiliki vaksin buatan dalam negeri seperti Inovac atau Indovac sehingga tidak memerlukan vaksin dari luar.
Pihak Kemenkes sebagaimana diwakili oleh Siti Nadia mengatakan bahwa AstraZeneca telah melalui 4 tahapan uji klinis sehingga cukup aman digunakan.
Setidaknya sudah ada 1 miliar populasi manusia yang menggunakan vaksin AstraZeneca ini dan efek samping yang terjadi sangat-sangat kecil, kata Siti Nadia dalam wawancaranya dengan Metro Tv.***

Share this article
Kemenkes akhirnya buka suara efek samping langka dari vaksin AstraZeneca, bagaimana cara mendeteksi pembekuan darah akibat vaksin Covid-19?