AYOJAKARTA.COM - Martin Simanjuntak yang sebelumnya sempat menjadi pengacara mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J membeberkan fakta mengejutkan di baling pernyataan Mahfud MD soal Ferdy Sambo.
Dalam YouTube Irma Hutabarat-HORAS INANG, Martin Simanjuntak memperlihatkan video saat Mahfud MD sebagai cawapres nomor urut 3 berbicara soal kasus Ferdy Sambo.
Dalam video tampak Mahfud MD mengungkapkan jika Kamaruddin Simanjuntak pengacara Brigadir J, Irma Hutabarat beserta rombongan lainnya, dan keluarga Brigadir J datang menemuinya.
Martin Simanjuntak menjelaskan dalam video yang banyak beredar luas di media sosial menyebut jika pengacara, rombongan, dan keluarga Brigadir J datang sambil nangis-nangis dan tidak percaya adanya pembunuhan.
“Kamaruddin Simanjuntak datang kepada saya ditemani Irma Hutabarat dan siapa, keluarganya nangis bahwa kami nggak percaya bahwa ini dibunuh saya pun nggak percaya saya bilang,” kata Mahfud MD dalam video yang beredar.
Martin Simanjuntak menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh cawapres nomor urut 3, karena menurutnya kejadiannya tidak seperti yang disampaikan.
Menurutnya Mahfud MD hanya mengawal kasus Ferdy Sambo atas instruksi dari Presiden Joko Widodo agar kasus Ferdy Sambo yang menyebabkan Brigadir J tewas dapat dibuka seterang-terangnya.
“Mungkin Pak Mahfud mau menghibur relawan ya, karena kalau di video yang utuh itu ada kata-kata sebelum Pak Mahfud berbicara tuh oh ini pak Mahfud MD orang yang paling berjasa katanya dalam kasus Joshua. Kalau itu kan ya itu interpretatif ya, kalau ada orang yang menganggap demikian ya silakan,” kata Martin Simanjuntak dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Irma Hutabarat-HORAS INANG pada Kamis (1/2/2024).
“Tapi setahu saya Pak Mahfud itu hanya mengawal sesuai dengan instruksi presiden yang empat kali ngomong itu agar kasus itu dibuka seterang-terangnya,” imbuhnya.
Martin Simanjuntak kembali mengklarifikasi bagaimana kejadian sebenarnya di balik pertemuannya bersama rombongan dengan Mahfud MD.
Ia menyebut bahwa pertemuan yang dimaksud oleh cawapres nomor urut 3 tersebut tidak ada sesi tangis-tangisan bahkan menurutnya keluarga dari Brigadir J juga tidak datang.
Menurut keterangannya, pertemuan antara Mahfud MD dan rombongan kala itu untuk berdiskusi santai dan lebih pada perkembangan hukum di Indonesia bukan hanya soal kasus Ferdy Sambo saja.
“Pak Mahfud pada saat itu justru berbicara begini, waduh kalau case per case gini saya tidak bisa bantu. Karena saya hanya mengawal polisi selesailah itu,” ujar Martin Simanjuntak.
“Saya nanya juga Pak Mahfud Pak itu Richard Eliezer tuntutan 12 tahun bagaimana pak, Pak Mahfud no komen. Boleh ditanya nanti sama Pak Mahfud ya,” sambungnya.
Baca Juga: Martin Simanjuntak Diminta Bantu Tangani Kasus Jessica Wongso: Saya Tidak Bisa, tapi...
Martin Simanjuntak juga merasa bingung mengapa Mahfud MD disebut memindahkan kasus ke Propam, padahal sepengetahuannya pada saat itu Menkopolhukam sedang dalam perjalanan umroh.
“Makanya saya bingung, Pak Mahfud lagi di Mekah, Madinah ok bisa tiba-tiba bilang dia yang mindahin ke Propam. Tapi ya udahlah kalau emang menurut Pak Mahfud prestasinya nggak apa-apa, tapi jangan lupakan juga pak, bapak kan membantu presiden,” kata dia.
“Ketika ada video seperti itu saya sebenarnya sedih tapi ketawa juga ini Pak Mahfud lupa ingatan atau ngarang,” imbuhnya.
Lebih lanjut Martin Simanjuntak juga menjelaskan bahwa yang berjasa dalam kasus yang menyeret Ferdy Sambo ada banyak pihak termasuk keluarga Brigadir J, pengacara, hingga dukungan kuat dari para netizen Indonesia.***
Share this article
Martin Simanjuntak mengatakan bahwa Mahfud MD hanya mengawal kasus Ferdy Sambo atas instruksi dari Presiden Joko Widodo.