AYOJAKARTA.COM– Wawancara terpidana Bharada Richard Eliezer Pudihang lumiu menuai pro kontra usai ditayangkan di TV.
Bahkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencabut status perlindungan Richard Eliezer.
Kini aktivis sosial, Irma Hutabarat menilai bahwa wawancara tersebut tidak mengandung nilai esensi.
Baca Juga: Sindir Richard Eliezer, Irma Hutabarat Sebut Ada Utang Pada Dua Sosok Besar Ini, Siapa?
Hal itu diungkapkan oleh Irma dalam kanal YouTube Pribadinya Irma Hutabarat HORAS INANG.
“Kalau melihat wawancara tersebut, sebetulnya tidak ada esensinya,” kata Irma Hutabarat, dikutip AyoJakarta.com pada Selasa, (14/3/2023).
Menurut pernyataan Irma Hutabarat, perbincangan Richard hanya memuja Kapolri.
Mengingat Richard Eliezer dalam wawancara tersebut, ia berterimakasih dan menyatakan janjinya kepada Polri yang sudah memberikan kesempatan untuk kembali ke Brimbob.
Baca Juga: Sindir Richard Eliezer, Irma Hutabarat Sebut Ada Utang Pada Dua Sosok Besar Ini, Siapa?
Namun, menurut Irma Hutabarat, seharusnya Eliezer berhutang kepada LPSK dan keluarga almarhum Brigadir Yosua Hutabarat.
“Karena, hanya memuja-muja Kapolri, kemudian hutang kepada Polri, padahal berhutang kepada LPSK dan berhutang kepada keluarga Yosua,” ungkap Irma.
Terlebih, Richard mendapat vonis ringan karena ada rekomendasi justice collaborator dari LPSK.
“Icad berhutang kepada LPSK karena atas rekomendasi dari LPSK dia menjadi JC dalam kasus ini,” jelas Irma.
Tidak hanya itu, hal yang meringankan Richard yakni mendapat permohonan maaf dari keluarga Brigadir Yosua.
“Keluarga Yosua juga sudah memberikan maafnya, itu dua hal yang sangat meringankan, dan membuat Icad bisa menjalani hukuman yang sangat ringan,” tutur Irma.
Irma juga menilai wawancara Richard itu tidak menjaga perasaan keluarga korban.
“Ketika tampil di TV itu sama saja tidak menjaga perasaan keluarga, kalau saya bilang tindakan itu tidak disalahkan,” sebut Irma.
Lebih lanjut Irma menegaskan kembali bahwa kedua hal itulah yang meringankan hukuman Richard Eliezer.
“Berhutang kepada LPSK dan keluarga Yosua itu, maksudnya sebagai justice collaborator dan pengampunan yang merupakan faktor yang sangat penting dan itu tidak boleh dilupakan,” pungkas Irma.***

Share this article
Wawancara terpidana Bharada Richard Eliezer Pudihang lumiu menuai pro kontra usai ditayangkan di TV. Irma Hutabarat nilai tidak ada esensi.